
Akhirnya Nino tinggal di kafe yang telah di renovasi beberapa hari lalu, selama kafe di renovasi. Nino meminta karyawannya untuk pulang kampung dulu. Itu membuat karyawan senang. Apalagi Nino memberi mereka uang saku selama pulang kampung.
Setelah sekian lama kafe tidak bernyawa. semenjak di kelola Nino. kafe kembali rame. Nuansa ke Eropa an (Asnin kafe) membuat anak muda kepengen nongkrong di sana. bahkan Nino menyediakan WI buat mahasiswa yang mengerjakan tugas. itu membuat kafe tidak pernah sepi sampai tutup.
Hari ini. genap satu Minggu kafe di kelola Nino. ia mengumpulkan karyawannya untuk briefing.
"Saya mungkin belum kenal betul dengan kalian. Namun selama satu Minggu saya perhatikan. Alhamdulillah kalian semua bekerja dengan baik sesuai dengan tupoksi kalian. Saya senang sekali. Namun ada beberapa hal yang harus kalian perbaiki. seperti sikap kalian yang melayani pembeli. cobalah bersikap lebih manis lagi, tapi bukan genit ya." Nasehat Nino pada karyawan bagian western.
"Baik pak." Jawab dia orang bagian western.
"Kalau kafe tambah maju. saya mungkin akan menambah karyawan. tapi yang paruh waktu. saya akan masukan mahasiswa saya yang butuh uang saku untuk menyambung kuliahnya. karena ada beberapa orang yang bercerita langsung pada saya, kalau ia butuh biaya kuliah." Terang Nino menjelaskan.
Semua karyawan mengangguk paham.
"Atau ada yang mungkin ingin memberikan masukan.?" Tanya Nino yang tidak menutup kemungkinan.
"Sudah pas pak." Jawab para karyawan.
Nino pun meminta karyawannya untuk pulang lagi. karena sudah menyita waktu mereka beberapa saat .
Nino pun pergi ke lantai atas di mana kamarnya juga ada di sana. Ia duduk melamun menatap langit yang bertaburan bintang.
Ada rasa sepi mengusik relung hatinya. ini sering rasakan sebelum mengenal Ais. " Oh ya. aku kangen kekasih ku " Nino pun menelpon pujaan hati. satu dua kali belum juga di angkat. akhirnya Nino pun mengirim pesan.
(Sayang. sibuk ya. bagaimana kabarmu hari ini sayang..aku kangen.) pesan Nino.
Karena selalu terusik dengan bunyi Handphone adiknya. Abiyan pun menengoknya. " Aduh... dari si bule bucin nih."
keluh Abiyan.
Ia pun akan meletakkan kembali handphone tersebut di meja dimana letaknya semula. Baru saja beranjak kembali berbunyi. Abiyan langsung mengangkatnya.
"Halo sayang. apa kabar mu hari ini. apa baik saja.?" Tanya Nino panjang lebar.
__ADS_1
"Halo juga bucin. kabar kami di sini baik. gimana Suroboyo?" Ledek Abiyan. membuat Nino diam terpaku.
"Sorry. Ais lagi sholat magrib. karena berisik terus makanya aku angkat. eh gimana kondisi kafe nya lu yang di sana.?" Tanya Abiyan yang tidak mempermasalahkan Nino yang bucin pada adiknya.
"Alhamdulillah baik. semua berkat doa kalian semua. maaf aku tadi tidak tahu." Jawab Nino agak sungkan.
"Santai aja bru. Oh ya. lu nggak ngecek Kafe lu yang di sini.? Gue udah bilang sama orang kepercayaan lu. setelah aku cek kirim langsung ke lu." Terang Abiyan yang di minta Nino untuk membantunya ngecek kafenya yang di sana.
"Gue percaya aja deh sama Abang ipar. mungkin satu bulan lagi aku ke sana. kebetulan mau ambil ijazah serta menemui bokap yang katanya mau ke rumah." Jawab Nino yang di mengerti Abiyan.
"Siapa bang.?" Tanya Ais yang melihat handphone nya di pegang Abiyan.
Nino tersenyum bahagia mendengar suara kekasihnya yang sudah ia rindukan.
"Ini. dari ayang beb adik ku tercinta." Goda Abiyan mencubit pipi adiknya yang menggemaskan.
"Ih.... sakit Abang.. kenapa sih suka banget cubit pipi aku." keluh Ais menggosok pipinya melangkah ke kamarnya.
Sementara Abiyan cuek saja. menonton sambil ngemil. Ia duduk santai dulu, karena Hana sedang menyiapkan makanan yang di bawanya tadi dari kafenya Nino.
"Apa kabar sayang..?" Sapa Nino lembut. wajah Ais yang cemberut membuatnya tersenyum.
"Lagi kesal tuh sama Abang Abi." Adu Ais pada kekasih.
"Oh.namti biar aku bilangin lebihkan untuk cubitnya." Jawab Nino terkekeh.
Ais makin jengkel, bukannya dapat dukungan malah di ledek lagi." Aku matiin ya." Keselnya mengancam.
"Eeh. jangan... Aku kan kangen sayang.. kamu lagi banyak tugas nggak hari ini.?" Tanya Nino yang tidak mau Ais terganggu.
"Nggak. cuma dikit tuh. hampir selesai." Jawab Ais mengarahkan kamera ke letop yang masih nyala.
"Ooh. Rajinnya kekasih kakak ini. makin cinta deh." Goda Nino tersenyum.
__ADS_1
"Dasar gombal. di sana tuh kan banyak cewek cantik di sana. apalagi tuh ada Jeni yang kecentilan." Ais masih saja jengkel.
"Aku suka kamu cemburu sayang. tapi aku cintanya sama kamu, bukan yang lain. Biar sajalah mereka cinta, bukan urusan aku.. Toh tujuan ku hanya satu. membahagia kan kekasih hati yang ada di depan mata." Tunjuk Nino dengan mulutnya.
Ais hanya diam memperhatikan sikap Nino yang tidak bercanda. Tapi ia tahu bagaimana sepupunya itu. selalu menggunakan bermacam cara untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan nya.
"Kenapa diam sayang..?" Tanya Nino heran.
Nino pun meletakkan bibirnya ke layar seolah menciumnya.
Ais makin diam terpaku.Membuat Nino terkekeh geli."Wajah mu memerah sayang. Dari jauh saja, ekspresi mu seperti ini. apalagi kalau beneran.. aku rindu sayang." rengek Nino.
"Kak. aku percaya pada mu. tapi aku tak percaya pada mereka. apalagi dengan Jeni. banyak sekali Jeni- Jeni yang lain di dunia ini. Aku takut kecewa." Jawab Ais lirih. Ada segura wajah sedihnya.
Nino paham kondisinya. ia tak menyangka gadis di sini nekat- nekat bahkan dengan rela menyerahkan tubuhnya begitu saja.
"Sayang... apa pun yang terjadi. ku harap kamu percaya pada ku ya... aku tak ingin kamu meninggalkan ku. rasanya dunia ku hancur jika itu terjadi." Harapan Nino. Dan di anggukan Ais.
"Ya kak... Kafe bagaimana kak.?" tanya Ais yang menghilangkan rasa sedih mereka.
"Alhamdulillah sudah ada kemajuan. ini semua berkat doa dan semangat ya kau berikan pada ku. aku bangga punya kamu sayang." Puji Nino pada sang kekasih.
"Sama-sama Kak. moga kita saling melengkapi." Di amin kan keduanya.
Karena sudah larut.Nino pun menutup panggilan, karena sangat larut. ia pun sudah lelah. Tak mau egois. karena Ais masih ada tugas kuliahnya.
"Selamat malam sayang. moga mimpi indah ya." Ucap Nino lembut.
Dan akan di tutup Nino. "Sama-sama sayang." jawab Ais pelan. Nino yang mendengarkan terkejut, jantungnya berdegup tak karuan.
Nino akan membalasnya. namun sudah di tutup Ais.
Nino tersenyum. " Makasih sayang telah mau mencintai ku dengan tulus. aku akan menunggu mu sampai kamu selesai.
__ADS_1
Nino pun masuk ke kamarnya. ia ingin istirahat, karena besok banyak aktifitas yang akan di lakukan besoknya.