Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Tunangan Pengganti


__ADS_3

Malam ini sesuai kesepakatan kalau akhirnya Gilang yang memboking tempat kafenya Putri untuk acara pertunangannya dengan calonnya seorang gadis cantik, yang merupakan pacarnya. Cesi Danuarta.


Kedua belah pihak telah hadir tempat yang telah di sediakan pihak kafe. Putri dan Siska telah mendekorasi dengan baik. hingga suasana kafe jadi elegan.


Lutfi selalu hadir, kalau ada acara boking tempatnya pada malam hari. karena ia tidak ingin istrinya ada masalah. walau selama ini aman-aman saja.


Acara di pandu MC yang telah di sediakan pihak kafe. berjalan dengan baik. setelah undangan duduk di tempat yang telah di sediakan.


"Kini tibalah saatnya penukaran cincin bagi pasangan romantis ini.tepuk tangan yang meriah, buat pasangan kita." Ucap seru sang MC nya.


Saat Gilang memasang kan cincin pada calon nya yang telah lama ia cintai, mereka telah lama pacaran, makanya Gilang memutuskan untuk meminang saat ia sudah mapan.


"Tunggu..!' Ucap seseorang dari luar. Semuanya melihat ke arah suara tersebut.


"Ba...gas.. !" Lirih Cesi melotot pada laki-laki yang baru datang tersebut.


Laki-laki yang bernama Bagas tersebut pun langsung maju menarik tangan Cesi. tentu saja suasana jadi riuh.


" Eh. kau siapa. maain tarik saja.?" Tanya Gilang tak mau terima. ia dan keluarganya pasti sangat malu. dengan pembatalan ini.


Gilang pun tak mau kalah. ia pun kembali menarik tangan Cesi. mengakibatkan tangan Cesi yang di tarik dua pria.


"Sudah...!" Bentak Cesi. yang sudah kesal pada dua pria yang memegang tangannya saling tarik menarik, tentu tubuhnya tertarik ke sana ke mari. ulah dua lelaki tersebut.


" Aku benci pada kalian berdua. awas.. jangan pernah temui aku lagi.!" Ancamnya pada kedua nya.


Gilang mengejar saat Cesi menjauh. ia tidak mungkin membatalkan pertunangan ini, di bawa kemana mukanya.


"Cesi. ini nggak bisa begini. masa main batal saja. siapa laki-laki tersebut. aku butuh penjelasan." Ucap Gilang menahan tangan Cesi. Gadis tersebut sudah menangis. Gilang meraihnya ke pelukannya. Namun Cesi tetap menolak. ia langsung naik Taxi yang kebetulan berhenti.


"Cesi.,. jangan pergi..!" Gilang berteriak memanggil calon tunangannya yang di batalkan sepihak oleh Cesi.

__ADS_1


Gilang baru sadar. ia mencari laki-laki yang telah mengganggu acaranya. ia kembali ke dalam, namun ia tidak menemukannya. Gilang frustasi. berapa banyak kerugian yang dialaminya.


"Apa yang terjadi nak. kenapa Cesi pergi. dan siapa laki-laki tadi." Tanya ibu Gilang yang sudah resah dari tadi.


Karena anaknya sudah susah membuat acara yang di minta calon menantunya. ia pun sedih melihat kondisi anaknya.


"Entahlah Bu. aku tidak tahu siapa laki-laki tersebut, kenapa ia marah sekali.?' Tanya Gilang balik.


Akhirnya acara pun di batalkan. karena salah satu pasangan telah melarikan diri.


Para undangan pun di bubarkan oleh MC. namun di antara tamu undangan ada seorang gadis berdiri, mengangkat tangan saat MC akan membubarkan.


"Maaf.! sebelum di bubarkan. bolehkan saya bicara sebentar.?" Tanya gadis tersebut.


Gilang pun melotot menatap gadis yang di lihatnya. ia tidak sadar kalau gadis pendiam salah satu pegawainya di tokonya. Karena Gilang membuka suatu toko kelontong yang mempunyai beberapa orang pegawai untuk membantunya.


Gadis tersebut maju. ia mendekati MC yang di sana ada Gilang dan orangtuanya. undangan kembali duduk. walau di sana masih ada orang tuanya Cesi yang bingung dengan kepergian anaknya.


Gilang melotot. ia tidak menyangka jika Rosa nekat membantunya. padahal selama ini Gilang mengetahui Rosa gadis pendiam dan pemalu. makanya ia sering di sekali bekerja di gudang dari pada di kasir. Karena itu permintaannya. Dan Gilang tidak mempermasalahkannya.


"Rosa.!" ucap Gilang terperanjat. Karena Roda mendekatinya dan berani memegang tangannya dan juga ibu nya.


"Maaf Bu. kalau ibu mengizinkan saya jadi mantu ibu." Ucap pada ibu. dan ibu mengangguk menyetujui. padahal ibu belum mengenal gadis yang akan menggantikan posisi Cesi yang sudah ia kenal.


"Baiklah. ibu merestui. sekarang mana cincinnya. biar ibu yang langsung memasangkan pada kalian berdua." Jawab ibu Gilang yang merasa bahagia. karena ia tidak jadi malu dengan keluarga dan juga undangan lainnya.


Suara tepuk tangan yang meriah menggema di ruangan tertutup tersebut. Sementara keluarga Cesi. harus mengundurkan diri secara teratur. karena pihaknya yang membatalkan.


Gilang dan Rosa resmi bertunangan. Gilang masih canggung dengan pegawainya tersebut. gadis pemalu telah menyelamatkan hidupnya. ia akan berjanji akan memperlakukan gadis yang telah menyelamatkan tersebut dengan baik.


"Terimakasih Sa." Ucap Gang lirih pada tunangan pengganti nya tersebut.

__ADS_1


"Sama-sama pak." Jawabnya menunduk. beda sekali saat ia menyelamtakannya tadi.


Gilang mengangkat dagu tunangannya tersebut saat acara sudah santai. mereka duduk berdua di sebuah meja khusus buatnya.


"Kenapa panggil bapak. kamu tunangan saya. jadi panggil Mas.Ok.!" Ucap tegas Gilang dan mencium bibir Rosa sekilas.


Muka Roda merah padam, ini ciuman pertama baginya. tubuhnya panas dingin karena ada rasa yang tidak bisa ia ungkapkan.


Melihat sikap Rosa yang malu-malu. bikin Gilang gemes. ia tidak pernah melihatnya. " Hm! cantik..!" Bisik Gilang yang baru menyadari gadis di depannya tersebut.


Karena selama ini, beliau jarang bertemu.


"Besok saya butuh penjelasanmu. kenapa mau mengorbankan diri untuk saya " Ucap Gilang berbisik.


Rosa hanya mampu mengangguk. tanpa berani menatap atasannya tersebut. ia sangat malu sekali, apalagi ada temannya yang sama bekerja di toko kelontong Gilang. Karena Toko Kelontong Gilang boleh di katakan grosiran. karena banyak pembeli yang akan di jual kembali barang sudah di belinya.


Tokonya tidak pernah sepi. makanya Gilang selalu sibuk dan jarang bertemu di antara mereka berdua.


Gilang pun pamit pada Putri sebagai yang punya kafe


"Makasih ya mbak.!" Ucap Gilang Putri dan juga Siska.


" Oh ya selamat ya Pak Gilang. acaranya sukses kan. karena saya lihat tadi yang lari-lari dari dalam" Tanya Putri penasaran. walau ia tidak mengharapkan jawaban penuh.


" Alhamdulillah lancar mbak. kalau begitu permisi." Ucap Gilang yang tidak pernah melepaskan pegangan tangannya pada Rosa.


Putri dan Siska hanya tersenyum. yang penting acaranya sukses. dan bayarannya pun penuh. Bagi mereka, apa pun acara tamunya ia tidak mempermasalahkan. yang penting tidak ada gangguang.


" Gimana sayang. kita pulang lagi ya. kayaknya istri ku ini kelelahan." Lutfi menarik tubuh istrinya dan menciumnya. saat mereka di ruangan khusus istrinya.


" Yok kak. bada aku rasanya sangat capek. dan pengen rebahan langsung." Ucap Putri berjalan menuju mobil mereka untuk pulang. karena sudah lumayan larut.

__ADS_1


__ADS_2