
Flashback. on
Di sebuah kampus yang favorit. Lutfi menuntut ilmu negeri seberang. Ia kuliah di kota Sidney. empat tahun dia kuliah di sana untuk mengambil gelar sarjana, dan di tambah S2 dua tahun.
Saat ia akan mendaftar untuk jadi dosen. Ia panggil paksa oleh papanya untuk pulang. Hingga ia tak berkutik.
Selama kuliah Sesi selalu saja menggodanya, namun tak pernah di tanggapi Lutfi. karena dari SMA hatinya telah tertambat pada seorang gadis kecil yang selalu bermain bersamanya dulu. Banyak teman-teman yang ingin mendekatinya, tapi ia tanggapi dengan senyum.
Sesi yang selalu berpenampilan seksi menggoda Lutfi dengan genitnya, kalau ia berdekatan, hal itu malah membuatnya makin keki dan bahkan menghindar.
Flashback of
Sebenarnya sesi pernah menikah dengan seorang pengusaha pilihan papanya. tapi suaminya yang bersifat tempramen membuatnya matikan diri.
Ia tak sengaja datang ke kafenya Putri yang bernama kafe Twins, malah bertemu dengan pujaan hatinya yang bernama Lutfi.
Ia sangat bahagia saat melihat kehadiran Lutfi dan ingin mendekatinya. tapi malah ia mendapatkan orang yang di cintai sedang mencium seorang wanita yang masih sangat muda dan imut.
"Hm.Sepertinya aku harus mendapatkannya lagi." lirih Sesi pada dirinya sendiri. Ia sedang nongkrong bersama temannya.
Dengan umur yang masih dibatasi tiga puluhan membuat ia merasa yakin. dengan penampilannya, di bandingkan penampilan wanita yang ia lihat. ia tidak tahu kalau pemilik kafe tersebut Putri.
"Kau mau mendapatkan apa Ses.?" Tanya sahabatnya yang tak kalah seksinya.
Kehidupannya penuh glamor. bar dan klap malam sudah makanannya sehari-hari. Untung ia belum punya anak hingga ia bebas dengan hidupnya.
"Ah. nggak.. yuk kita balik lagi. aku mau pulang gerah rasanya.." Ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Mereka pun keluar setelah pembayaran. saat ia berdiri ada pelayan yang mau membawa pesanan dari meja sebelah Sesi. Hingga makanan tersebut tumpah tersenggol tangan Sesi yang mengibaskan rambutnya.
"Kamu nggak lihat ah.. pakaian ku kotor. Gajimu sebulan saja tidak bisa mengganti pakaian ku ini." Caci Sesi pada pelayan.
Putri yang melihat kejadian tersebut. tersenyum mendekat." Oh.. ada yang bisa kami bantu mbak..?" Tanya Putri lembut.
__ADS_1
"Bantu maksud mu. lihat.. eh lu siapa sih. eh lu itu kan wanita yang di cium Lutfi. apa sih hubungan lu sama dia. dia itu mantan pacar ku, dan kami berencana balik." Hardik Sesi. hingga pengunjung kafe menatap mereka.
Putri terkejut mendengar pernyataan pelanggannya itu. tapi ia baru pertama kali melihatnya.
"Perkenalkan mbak. saya istri kak Lutfi dan pemilik Kafe ini." Jawab Putri yang masih berusaha menahan diri.
Orang-orang di kafe bukan hanya sekedar menonton. bahkan ada yang memvidiokan secara online.
Lutfi yang di kantor di kabari asistennya. kalau sudah terjadi sesuatu pada Putri di kafe. Tentu saja Lutfi yang melihat Vidio itu langsung kaget. melihat siapa wanita yang mengganggu istrinya.
"Sesi. wanita gila kenapa ada di sana. dia kan kabarnya di bawa suaminya ke London.?" Heran Lutfi. Ia khawatir dengan istrinya, ia takut istrinya termakan ucapan wanita gila tersebut.Ia pun meminta asistennya menundur meeting mereka. Dan langsung pergi ke kafe.
Sementara Putri berusaha berbicara lembut. namun tetap saja Sesi ngotot. seolah ia belum puas melampiaskan ke kesalannya tidak mendapatkan Lutfi.
"Maaf mbak. dari tadi mbak ngotot terus. saya yang akan mengganti. berapa harga pakaian mbak, apa uang kontan atau di transfer.?' Tanya Putri yang tidak mau lagi urusannya jadi rumit. Karena akan mengganggu kenyamanan pelangganannya.
"Lu kira gue nggak ada uang untuk belinya lagi ah.. gue mau tuntut kafe ini, karena tidak memberikan kenyamanan pelangganannya.!" Ancam Sesi menunjuk Putri.
Hilang sudah ke sabaran Putri. Ia tak sanggup menghadapi pelanggannya yang sangat gila. baru kali ini mendapatkan pelanggan seperti ini. Pelanggan yang akan memesan makanan akhirnya pergi. Sesi tersenyum karena tujuannya tercapai.
"Sepertinya. kamu makin gila ya Ses. pantas saja kamu makin tak laku. hanya lelaki hidung belang yang mau dengan mu. baju yang kamu pakai habis berapa ronde baru kau dapatkan.?" Tanya Lutfi yang nggak tahan istrinya di hina.
Sesi terpaku mendengar ucapan Lutfi. Ia mendekat merajuk. Ia tidak tahu kalau dari tadi pertengkarannya sudah di lihat langsung olehnya.
"Oh. kamu datang juga sayang. apakah kamu kita malam ini..?" Goda Sesi.
"Wanita kotor seperti mu. memanga tidak punya akhlak ya. aku tahu siapa dirimu. dari semenjak kuliah dulu, kau telah menjajakan tubuhmu. agar dapat hidup berpoya- poya. kamu kitmra aku tidak tahu. Dan perlu kamu ingat satu hal. Tak seujung kuku pun aku tertarik dengan mu. dari dulu sampai sekarang. Karena aku punya istri yang jauh lebih berharga darimu." Ucap Lutfi tegas.
Polisi datang menggerbek Sesi. ia terkejut karena tiba-tiba polisi membergolkan tangannya kebelakang.
Sesi histeris. ia berteriak-teriak mencaci Lutfi dan terutama Putri. " Hai wanita ******.. awas kau. tunggu pembalasan ku." Ucapnya.
Polisi menariknya paksa dia untuk masuk mobil. temannya yang pergi bersamanya. menjauhinya.
__ADS_1
"Ih. aku nggak mau berteman dengannya. wah piskopat dia.." Ucap temannya dan meninggalkan Sesi yang di bawa polisi.
Lutfi memeluk istrinya yang sudah menangis. tubuhnya gemetar melihat kejadian tadi. baru kali ia mengalami hal demikian.
"Maaf bapak ibu semua. atas tidak kenyaman ini. untuk tanda maaf kami. kami berikan gratis." Ucap Lutfi sambil membawa istrinya ke ruangan Putri.
Ia telah memanggil Aryo. untuk datang ke tempatnya, dan diterimanya. Aryo sudah melihat kejadian tersebut yang dikirim Lutfi. Sonya juga ikut ke kafe. mengkhawatirkan adiknya yang sedang di buli.
"Mas. Aku kira ini penghinaan dan juga mencemarkan nama baik.aku tidak terima adikku di perlakukan begitu." Kesal Sonya pada suaminya yang sedang menyetir.
"T Nang sayang. mas akan memberikan hukuman berlapis padanya. banyak bukti yang menjeratnya." Ucap Aryo menenangkan.
Mereka langsung ke ruangan Putri yang sudah di tunggu. Sonya langsung memeluk adiknya. Putri menangis di pelukan kakaknya.
"Sabar ya dek. Mas Aryo akan membantu kita. biar wanita gila tersebut jera." Ucapnya. ia sangat kesal. rasanya kalau dekatnya pasti ia akan robek tuh mulut wanita ****** tersebut.
"Aku harap kamu memberikan yang setimpal bro. Kalau dapat masukan ke rumah sakit jiwa." Ucap Lutfi. Ia tidak pernah seemosi ini.
Jika tidak ingat siapa lawannya, rasanya mau di tendang tuh mulut tak beradap tersebut.
"Tentu saja bro. Eh.. tamu nggak di beri minum nih. makan sekalian.. mumoungblagi di sini. kabarnya gratis pelanggan hari ini." Goda Aryo mencairkan suasana.
"Ha..ha.. dasar ipar laknat..." Kesal Lutfi memukul lengan Aryo. Keduanya terkekeh.
"Maaf Abang. aku siapkan dulu ya.." Ucap Putri dan hendak keluar ruangan.
"Kita di luar saja Put. kurang segar kalau mau makan di sini." Seloroh Aryo. Dan di anggukan Putri. Semuanya pun keluar.
"Makasih mbak makan gratisnya hari ini. he..he.. oh ya. yang sabar ya mbak.." Ucap seorang pelanggan yang sudah selesai.
"Makasih juga mbak. jangan kapok ya datang. walau besok nggak gratis lagi..he..he.." jawab Aryo menimpali.Karena sedikit banyaknya. tentu terjadi simpang siur tentang kasus ini.
"Oh. itu sudah pasti mas. kita sudah langganan di sini.." Jawabnya.
__ADS_1
Putri pun menyiapkan makanan buat kedua kakaknya. sedangkan untuk suaminya hanya minum, karena belum cukup satu jam suaminya makan di sini.
Jangan lupa like dan komentar nya. dukungan anda sangat saya harapkan