Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Dadakan


__ADS_3

Aryo masih terdiam. melihat wanitanya. hingga suara batuk Sonya menyadarkannya.


"Gimana. apa calon mu merasa cocok memakainya. kenapa tidak di bawa saja ke sini.?" Tanya Sonya yang menyimpan rasa kecewanya.


"Oh. dia sangat sibuk. hingga untuk mengangkat telpon saja sangat sulit. apakah masih berpikir apakah ia bisa menjadi istri ku. kalau ia se sibuk itu." Sindir Aryo.


Sonya terpaku. kurang paham dengan pernyataan Aryo. tadi kan Aryo yang menelpon dan dia mengatakan sibuk. siapa wanita yang ia maksud.


"Kenapa diam. apa kamu kecewa. kalau sudah mendapatkan pasangan.?" Tanya Aryo menyelidik.


Sonya terdiam. benar saja. setelah percakapan mereka di kafe Putri. Aryo mengirim pesan. menanyakan jawabannya. Dan dia menjawab sibuk. tunggu beberapa hari lagi. katanya di bari waktu seminggu. apakah itu lama. pikirnya.


"HM! Kamu marah pada ku.?" Tanya Aryo mendekat.


Sonya menghindari. ia mundur. ia agak kesulitan karena gaunnya yang panjang.


Hingga ia hampir terjatuh ke belakang. karena terinjak baju sendiri.


Dengan cepat Aryo menangkap tubuh wanitanya. Ia sangat kesal. karena Sonya tidak paham sindirannya.


Mata mereka beradu. jantung keduanya berdegup kencang. Lama mereka saling menatap. hingga Juna menyadarkannya.


"Eh. maaf ganggu Bos. wah. bagus gaunnya. sangat cocok. kau tinggal baju bis saja lagi yang belum. udah kalian langsung saja ke KUA lagi." Cerocos Juna. Keduanya pun melepaskan diri. Sonya duduk di kursi kebesarannya.


Jantungnya seolah mau copot. Sedangkan Aryo menatap asistennya." Ada apa kamu masuk ?" Tanya Aryo kesal.


"He..he.. maaf bos. ibu anda menelpon saya. menanyakan ke pulangan anda bos. makanya saya masuk. mana tahu saya bos lagi bermesraan." Jawab Juna panjang lebar.


Sonya menundukkan wajahnya karena malu. kenapa ia sampai terlena tadi. padahal Aryo bilang kalau ia sudah ada pasangan.


"Baiklah. Oh ya. kirimkan gaunnya besok. dan Carikan pasangan. Juna tolong kamu bayar dan tinggalkan alamatnya." Ucap Aryo dan meninggalkan Sonya yang masih menunduk.


"Baiklah." Jawab Juna.

__ADS_1


"Hm!. maaf ya buk Bos. Pak Bos memang begitu. habis buk tadi cuek saja. padahal pak bos sudah mondar mandir di depan buk bos tapi tak seolah tak terlihat." Cerita Juna.


"Maksudnya. oh ya kemana saya harus kirim.?" Tanya Sonya y tak paham dengan ucapan Juna.


" Oh ya lupa. ke sini Buk bos." Ucap Juna memberikan alamat rumah bundanya.


Sonya meneliti alamat tersebut kembali.


"Apa ini nggak salah.?" Tanya Sonya penasaran.


"Nggak. kan pak bos menikah dengan buk bos. tentu saja gaunnya di kirim ke rumah buk bos." Ucap Juna bingung juga.


Sonya mengambil handphonenya dan menelpon Aryo yang ternyata sudah pergi. ia meninggalkan Juna yang lama. karena ia sangat kesal dengan Sonya yang nggak paham maksudnya.


Aryo tidak mengangkat telponnya. ia tidak tahu dari Sonya. Aryo menepi. saat panggilan kedua.


"Ini maksudnya apa.? Dan kenapa kamu mengambil keputusan tanpa aku jawab dulu." Kesal Sonya di balik telpon.


"Jadi kamu menolak ku.?"Selidik Aryo.


"Baik. nanti aku ke rumah mu." Jawab Aryo mematikan telponnya.


Sonya kesal. karena Aryo mematikan teleponnya. sedangkan ia belum selesai bicara.


Ia pun melihat ke arah Juna." Kamu tahu semuanya tentang Aryo.?" Tanya Sonya menyelidik.


" Tentu saja. kita dulu satu sekolah. mungkin kamu tidak mengingatku. karena kamu dulu berteman dengan orang tertentu. makanya Aryo tidak berani mendekati mu." Jawab Juna mampu membuat Sonya terpana.


"Jadi kamu itu teman SMP ku juga.?" Tanya Sonya kaget, ia tidak mengetahui hal itu. benar. ia memang sulit berteman makanya ia tidak pernah jatuh cinta. hingga ia bertemu dengan Arjuna yang magang di perusahaan ayahnya.


"Benar. kamu itu sombong Sonya. dan tidak semua orang yang berani mendekati." Ucap Juna menghakimi tingkah Sonya dulu.Sonya terduduk. ia masih saja memakai gaun pengantin tersebut.


" Begitu kalian menanggapi ku dulu ya. aku bukan sombong. hanya saja aku sulit memulai berteman dulunya. karena aku pemalu. dan penakut. beda dengan Putri. ia manja namun mudah bergaul." Jelas Sonya dan di pahami nya.

__ADS_1


"Maaf atas kesalahanku. oh ya gaunnya gimana?" Tanya Juna lagi.


" Biar aku saja. aku perlu bicara dulu dengan Aryo. ada hal yang harus aku ketahui." Ucap Sonya.


Akhirnya Juna pun pergi, dengan hati lega. pantasan bosnya jatuh cinta. ternyata Sonya hatinya lembut namun di tutupi dengan ke angkuhannya.


*****


Malamnya. Aryo akhirnya datang bersama orang tuanya. ia datang dengan membawa beberapa seserahan. Sonya yang baru pulang sangat kaget. Karena di rumah bundanya sangat ramai dari biasanya.


Ia mengetuk pintu, semua mata tertuju padanya. Hani anaknya menariknya untuk duduk di dekat Aryo.


"Yo. jangan bilang kalau kamu nggak ngomong dengan Sonya tentang kedatangan kita." Ucap Bu Nadin ibunya Aryo.


"Sudah ma. mungkin ia sibuk ma. Sonya memang begitu. ia akan lupa segalanya kalau lagi sibuk." Jawab Aryo membela diri.


" Ya sudah nggak apa. Oh ya Bu Nadin silahkan di cicipi." Ajak Vanessa pada calon besannya.


Akhirnya Orang tuanya Aryo mengutarakan maksud kedatangannya. untuk melamar Sonya sebagai pendamping hidupnya.


"Wah. kamu sangat senang Bun Nadin. Jika nak Aryo berkenan menerima anak kami yang tidak terlalu cantik dan jutek ini jadi pilihan nak Aryo. apa nak Aryo tidak menyesal nantinya.?" Tanya Vanessa gemes dengan anaknya, yang hanya diam saja.


" Iya ya bund. aku takut kalau mas Aryo nanti menyesal Lo. mbak Sonya tuh kan orang sibuk dan tak peduli dengan pasangannya. apa mas Aryo sanggup.?" Goda Putri.


Lutfi pun mengomporinya." Benar istri ku. aku juga cemas,kalau mereka akan diam-diaman terus sampai ke pelaminan. kenapa nggak nikahkan saja secepatnya. kabarnya sudah pesan baju pengantin." Goda Lutfi yang sudah mengetahui dari Juna.


"Oh. ya. kok kamu nggak bilang nak, kalau begitu Minggu besok aja rencana pernikahannya. untuk apa nunggu lama-lama kau sudah cocok." Jawab Nadin mamanya Aryo.


"Aku setuju ma. Minggu besok. di mesjid depan saja. Bro tolong kamu bantu urakan kan ya pernikahan kami ke KUA di sini." Ucap Aryo semangat.


" Papa juga setuju. baiklah. kalau begitu. kalian pasangkan lah cincinnya. papa sudah lapar nih " Seloroh pak Khalik papa Aryo.


Sonya terdiam, tubuhnya kaku. Kenapa tidak bisa mengutarakan maksudnya dulu. kenapa kembali rencana pernikahannya selalu dadakan seperti ini.

__ADS_1


Vanessa mendesak Sonya berdiri. Ia dengan tubuh kaku berdiri. Hani duduk di sebelahnya sangat bahagia. saat keduanya memasangkan cincin pertunangannya. walau pun pernikahannya akan di adakan beberapa hari lagi.


__ADS_2