Putri Yang Tersakiti

Putri Yang Tersakiti
Bahagia bersama Orang yang di Cintai


__ADS_3

Jika pernikahan di dasari dengan cinta, maka akan kokoh, ia akan bertahan menghadapi besarnya ombak menerjang biduk rumah tangganya.


Begitu sebaliknya, jika tidak adanya cinta di pernikahan tersebut. sekuat apa pun penopangnya. akan tetap roboh, karena tidak adanya kepercayaan, kesetiaan, saling menghargai. dalam menjalani gelombang kehidupan.


Menjalani biduk rumah tangga bukanlah perkara yang mudah. Dalam perjalanannya tentu akan banyak gelombang yang datang menerjang baik gelombang kecil maupun gelombang besar. Namun demikian, jika antara pemimpin dan penumpang biduk itu saling kerjasama, bahu membahu dalam menyelesaikan masalah, maka niscaya biduk akan dapat berjalan kembali dengan baik.


Berumah tangga mungkin menyatukan dua orang yang sangat berbeda dalam segala hal, dari sisi karakter, kebiasaan, maupun kesukaan. Ada yang suaminya pendiam istrinya periang, ada juga sebaliknya suaminya periang namun istrinya pendiam. Kadang kala ada juga yang memiliki karakter yang hampir mirip. Apakah ada jaminan apabila karakter nya mirip maka keluarga akan aman, lancar, dan tidak ada perselisihan?. Itu belum tentu. Jadi semuanya akan baik-baik saja jika kita saling memberikan dan menghargai satu sama lain terutama waktu bersama dan menjaga komunikasi yang baik.


Begitulah saat ini di rasakan Sonya dan Aryo. Setelah pernikahan tersebut yang akhirnya menghabiskan waktu seharian penuh seperti layaknya pesta rakyat.


Sonya bahagia, walau tubuhnya penat. Setelah sholat dan ganti baju, Sonya langsung tertidur.


Aryo yang melihat kondisi tersebut hanya tersenyum getir. ia tidak mungkin memaksa istrinya untuk menunaikan kewajibannya.


Aryo pun tidur di samping istrinya dan memeluknya. ada rasa nyaman hingga ia pun menyusul istrinya ke alam mimpi.


Pagi saat menjelang Subuh Sonya terbangun, ia biasa menggeliat, sekedar mengendorkan otot-ototnya. Namun dia malah terasa terperangkap, dalam dekapan suaminya.


Satu tangan dan kaki Aryo menindih tubuhnya yang kecil. Ia berusaha memindahkan tangan suaminya dari perutnya. Namun suara berat dari suaminya mengejutkannya.


"Lima menit lagi, biarkan begini dulu. ini balasan untuk istri yang menganggukkan suaminya di saat malam pertama." Ucap Aryo.


Sonya bergidik ngeri. Benar, semalam ia ketiduran karena kelelahan akibat pesta yang tak terduga. "Maaf.." Lirihnya.


"Nggak masalah. ini hanya di tunda. Oh ya pergi wudhu dulu sana. kita berjamaah." Aryo melepaskan pelukannya.


Dengan cepat Sonya menuju kamar mandi. Aryo tersenyum melihat ketakutan istrinya.


" Aneh. padahal ini kan bukan yang pertama baginya. kenapa ia setakut itu." Ucap Aryo.


Tak lama, Sonya keluar dengan wajah yang sudah kena wudhu. Aryo pun masuk untuk berwudhu.


Mereka melakukan sholat Subuh berjamaah pertama setelah pernikahan. Hati Sonya menghangat. Selama pernikahan dengan Arjuna. Ia belum pernah melakukannya.

__ADS_1


Setelah Sholat dan berdoa. Aryo mendengar Isak tangis di belakangnya. ia menoleh, melihat istrinya yang terduduk tergugu.


"Hai. kenapa sayang. apakah aku menyakiti mu.?" Tanya Aryo mendekati Istrinya yang tertunduk.Aryo mengangkat dagu istrinya. ada tetes embun jatuh di pipi istrinya yang mulus.


Sonya menggeleng. ia memejamkan matanya, saat Aryo mencium wajahnya. dan mencium bibirnya sekilas.


"Kau takut dengan ku.?" Tanya Aryo yang masih tersenyum Kembali lagi Sonya menggeleng.


Aryo kembali mencium bibir istrinya lagi. kali ini cukup lama. Sonya tidak menolak atau pun membalasnya. ia hanya diam menikmati perlakuan suaminya.


Melihat istrinya tidak menolaknya. Aryo membuka mukenah yang melekat di tubuh istrinya.


"Apakah boleh.?" Tanya Aryo dan di anggukan Sonya.


Dengan cepat Aryo pun mengangkat tubuh istrinya, dan membuka baju Koko nya. Akhirnya mereka melanjutkan perjuangan menuju syurga duniawi yang tertunda dari semalam.Tidak ada yang menggangu pengantin baru tersebut.


****


Putri kembali ke aktivitasnya, setelah istirahat dua hari setelah pernikahan kakaknya. Saat ini! kafe sangat rame. Karena dua hari libur.


Beda dengan Putri. tidak buka kafenya beberapa hari. ia tetap bisa menikmati hidup. Karena suaminya yang tajir..


Siska senang, karena sahabatnya sudah kembali membuka kafenya. Karena dengan bukanya kafe Putri. Otomatis toko bunganya makin banyak penjualannya. Apalagi kalau ada yang boking tempat untuk suatu acara tunangan atau sejenisnya.


Maka, otomatis toko bunganya akan laris manis. karena ia kebagian tempat untuk mendekornya.


"Aku senang. kamu telah kembali lagi put." Ucap Siska saat ia makan siang di kafe tersebut.


"Emangnya aku dari melaut. atau merantau gitu. sampai kamu dapat istilah aku telah kembali." Ucap Putri memanyunkan bibirnya.


Siska tertawa melihat reaksi Putri. " Kamu itu lucu sekali dengan gaya mu itu. kayak ikan cucut.ha.ha.." Siska tertawa bahagia.


'Tertawa aja terus.. biar kamu puas..' Putri memasang wajah juteknya. Siska kembali tertawa bahkan sampai memegang perutnya karena tidak tahan.

__ADS_1


Lutfi datang, karena ia mau makan


kebetulan ia lewat di depan kafe istrinya.


"Hai. ada acara apa nih, sampai sebahagia begitu.?" Tanya Lutfi curiga.


Ia pun duduk di sebelah istrinya yang masih memasang wajah juteknya. Lutfi memeluk Daan mencium pipi istrinya sekejap. tentu saja Siska terdiam. seperti radio yang kehabisan baterai.


Kini malah Putri yang tertawa melihat temannya yang seolah mati gaya. Ia pun pamit untuk pergi ke tokonya. sebab, saat ia tertawa.. ia tidak melihat Lutfi sebab ia membalekangi menghadap ke arah lain dari pintu masuk.


"He..he.. kayakati daya lu Sis.. langsung mati aja..hi .hi.." Putri tertawa geli melihat sikap sahabatnya.


"Eh. ah.. mas Lutfi. maaf.! Aku ke sebelah ya Put. da...!" Siska berlalu dengan wajah memerah.Sikap Siska membuat Lutfi tersenyum, ia mampu mengerjai Siska.


Lutfi pun akhirnya makan berdua beri istrinya. jadi keputusannya mampir tidak salah prediksi, hingga ia bisa makan bersama.


"Sayang.. nanti papa nggak bisa jemput mama deh. karena papa nanti ada meeting di mall B. jadi mungkin pulangnya agak kemalaman dikit. nggak apa kan?" Tanya Lutfi agak ragu.


Sebab. letak mall berlawanan arah dengan arah rumah dan kafenya. Karena kafe dan rumahnya searah dan tidak makan waktu lama untuk sampai.


"Nggak apa pa.." Putri tersenyum pada suaminya.


"Atau papa bilang sama sopir saja. jemput mama." Ucap Lutfi mengusulkan.


Putri kembali tersenyum. " Nggak usah lebay deh pa. aku bisa sendiri.. lagian dekat kok. Siska kebetulan ada perlu sama mama. biar aku pulang sekalian aja sama dia." Ucap Putri meyakinkan suaminya.


Lutfi pun merasa lega. Ia pun kembali ke kantor sebelum ya mencium kening istrinya setelah Putri mencium tangannya.


Sepasang mata. sangat membencinya melihat kemesraan tersebut. ia sampai mencengkram sendoknya hingga tangannya memerah.


"Oh. jadi ini wanita yang telah membuat kamu mendiamkan ku.." lirihnya.


Ya dia. adalah wanita yang tergila-gila dengan Lutfi saat masa kuliah. Dan Lutfi tidak pernah menganggapnya. Dan bahkan tidak pernah meliriknya sama sekali.

__ADS_1


Cinta yang bertepuk sebelah tangan. membuat ia sakit sendiri, karena Lutfi yang selalu menolaknya untuk beberapa kali.


wanita itu berdiri setelah kepergian Lutfi. ia mendekati Putri yang sedang duduk sendiri. Ia tersenyum miring saat ia telah berdiri di samping Putri.


__ADS_2