
Sesuai dengan salah satu informasi yang ia dapatkan dari Karina bahwa setiap hari, pada subuh hari, kereta belanja yang membawa persediaan bahan dapur akan tiba di sekolah mereka lewat pintu samping.
Maka pada subuh hari Adelia bangun secara diam-diam dan pergi menyelidiki hal tersebut hingga dia melihat sebuah kereta yang lewat.
Tetapi bukan hanya satu, ada dua kereta lainnya yang terlihat jelas bahwa kereta itu tidak membawa bahan makanan dan Adelia mencermati apa yang mereka lakukan sampai akhirnya ketika mereka selesai menurunkan bahan makanan, maka dua kereta yang lain berpindah tempat dan menurunkan barang-barang yang ia bawa di tempat lain.
"Barang-barang apa yang mereka turunkan hingga bentuknya terlihat aneh?" Ucap Adelia sembari memperhatikan barang-barang besar yang dikeluarkan dari kereta lalu diangkut ke salah satu tempat penyimpanan yang ada di sekolah tersebut.
Setelah beberapa lama akhirnya semua kereta itu pergi dan Adelia kemudian memasuki gudang dan membongkar salah satu kotak besar yang sangat mencurigakan bagi Adelia.
Betapa terkejutnya dia ketika yang ia lihat di dalam kotak itu ternyata seorang anak kecil yang sudah dibius dan tangan beserta kakinya telah diikat dengan kuat, lalu mulut anak kecil itu juga disumbat menggunakan kain.
"Apa yang mereka lakukan terhadap anak seumuran ini?" Ucap Adelia yang bisa melihat bahwa anak itu berumur kira-kira 4 tahun.
__ADS_1
Dan dia melihat semuanya yang ada di sana dan menemukan bahwa bukan hanya ada satu atau dua kardus besar, namun ada sebanyak 12 kardus besar yang Ternyata isinya semuanya benar-benar anak perempuan berumur 4 sampai 5 tahun.
"Aku harus membawa mereka keluar, tapi bagaimana caranya?" Ucap Adelia dalam hati karena dia tentunya tidak akan mudah untuk membawa ke-12 anak itu.
Namun ketika dia masih sementara berpikir pintu tiba-tiba saja terdengar dibuka dari luar, jadi dia kembali menutup semua kardus dan dia bersembunyi di salah satu pojok untuk melihat Siapa yang datang.
Dua orang pria, yang satu ialah guru besar Beloma, sementara yang lain terlihat merupakan pria yang kurus dan sepertinya merupakan asisten guru besar tingkat 3 itu.
"Mereka adalah anak-anak terakhir yang kucari jadi nanti malam pindahkan mereka ke tempat rahasiaku dan aku akan memulai ritualnya. Lusa, perempuan yang telah meninggalkan kelasku akan ku panggil ke ruanganku dan menjadikannya objek percobaan berikutnya." Ucap pria itu langsung mengejutkan Adelia Tetapi dia tetap tenang di tempatnya sembari melihat dua orang yang keluar dari gudang tersebut.
Gudang itu kemudian dikunci dengan rapat sehingga Adelia terkunci di dalam langsung membuat Adelia mencari jalan keluar lain.
Namun, sepertinya tidak ada jalan keluar lain di tempat itu jadi satu-satunya yang cara yang ia lakukan ialah mengeluarkan pisau yang ia simpan dalam cincin Ruangnya dan merusak sebuah jendela.
__ADS_1
Setelah merusak jendela dan berhasil keluar, ia kemudian menandai jendela itu dan tetap membuatnya seperti semula, seperti sedang terkunci namun sebenarnya tidak terkunci.
'Aku harus menyelamatkan anak-anak itu, katanya Mereka akan melakukannya nanti malam jadi paling tidak masih ada banyak waktu untuk menyelamatkan mereka.' ucap Adelia dalam hati segera kembali ke kamarnya.
Karina yang melihat kedatangan Adelia dari luar kamar di jam subuh-subuh seperti itu langsung melototkan matanya karena terkejut.
"Kau habis dari mana?" Tanya Karina yang merasa bahwa perempuan itu sudah melakukan sesuatu yang aneh-aneh.
Bagaimanapun, dia selalu cemas memikirkan perempuan itu yang dari waktu ke waktu terus saja bersikap aneh dan terlalu berani, jadi dia selalu merasa cemas setiap kali dia melihat Adelia tampak baru saja melakukan sesuatu yang aneh.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.
__ADS_1