
Pada keesokan harinya ketika Adelia terbangun di rumah kedua orang tuanya,perempuan itu terkejut saat mendengar suara ribut-ribut dari luar rumah.
Maka Adelia dengan cepat keluar dari rumah dan mendapati ayahnya sedang mengacungkan pedangnya ke segerombolan preman yang datang ke tempat itu.
Adelia tidak pergi membantu, dia hanya mengawasi dari jauh dan melihat ayahnya hanya mengayunkan yang pedang yang ia berikan lalu semua orang-orang itu terjatuh.
'Pedang itu memang sangat cocok untuk ayah, sangat ringan digunakan dan kekuatannya juga tidak main-main, apalagi aku sudah menambahkan beberapa kekuatan ke dalam pedang itu, jadi untuk seseorang dengan tingkat kekuatan 40 pun masih harus berhati-hati menghadapinya,' ucap Adelia dalam hati yang merasa senang karena dia tahu bahwa ayahnya tidak memiliki sedikitpun tingkat kekuatan.
Makanya dia membuat senjata yang sangat ringan digunakan dan bahkan bisa digunakan oleh orang yang tidak memiliki pengalaman bertarung apapun karena hanya perlu mengayunkannya sedikit lalu senjata itu bisa menghabisi orang-orang yang ditargetkan oleh pemiliknya.
"Sial!!!" Sang preman menggerutu kesal sembari dia berdiri menatap pria di depannya dan benar-benar tak menyangka bahwa pria yang selama ini tak memiliki kekuatan malah bisa menghancurkan dirinya yang seorang pria dengan tingkat kekuatan 25.
__ADS_1
Tingkat kekuatan yang tak mungkin dimiliki oleh para penghuni desa maritan karena desa maritan dikenal sebagai desa miskin, selain miskin akan penghasilan, mereka juga miskin akan kekuatan mereka hingga sangat jarang sekali anak-anak dari desa mereka yang masuk ke sekolah.
Melihat itu, Adelia kemudian berjalan mendekati ayah dan ibunya lalu dia berkata, "ayah dan ibu sangat hebat mengalahkan mereka, tapi aku penasaran Apa tujuan mereka kemari."
Melihat Adelia yang sudah datang, maka semua orang itu menjadi ketakutan lalu mereka pergi dari sana.
Melihat itu, maka Adelia bisa menebak dengan jelas bahwa mereka tidak akan pernah berhenti dan pasti akan mencari cara lain untuk melukai kedua orang tuanya meski hutang telah lunas.
"Ayo masuk rumah, Ibu sudah membuat sarapan untukmu. Kau juga tidak perlu khawatir pada orang-orang itu karena mereka pasti tidak akan berani lagi untuk datang kemari sebab ayahmu sangat pandai mengalahkan mereka." Ucap Merinika pada putrinya yang mana perempuan itu merasa sangat senang saat pertama kalinya mereka bisa mengalahkan orang-orang yang hendak menindas mereka.
Adelia menganggukkan kepalanya lalu masuk bersama kedua orang itu dan mereka sarapan bersama sembari Adelia berpikir-pikir tentang senjata apa yang paling tepat untuk kedua orang tuanya.
__ADS_1
Maka pada siang hari, Adelia sendirian di dalam kamarnya lalu ia mengeluarkan senjata yang tersisa di gelang ruangnya dan melihat senjata mana yang paling tepat untuk ia modifikasi bagi kedua orang itu.
Setelah menemukan senjata yang paling mudah dan paling ringan digunakan, maka perempuan itu melakukan modifikasi dan menyiapkannya untuk kedua orang tuanya.
Setelah menyelesaikannya, perempuan itu memberikan senjata itu pada kedua orang tuanya lalu dia menunggangi kudanya untuk berjalan-jalan di desa maritan.
"Nona!!!" Tiba-tiba seseorang memanggil Adelia membuat Adelia menoleh pada orang yang memanggilnya dan melihat bahwa pria itu ialah anak dari nelayan yang terakhir kali dipinjam perahunya oleh Adelia.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1