
'Bagaimana bisa pangeran ke-9 memiliki keahlian untuk membuat surat perjanjian seperti ini?' ucap kepala tabib istana dalam hati yang benar-benar tak percaya bahwa jika dia menandatangani surat perjanjian itu maka selamanya dia tidak akan bisa lagi menyentuh harta berharga incarannya.
Harta berharga yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan kemungkinan bisa membuat hidup seseorang menjadi abadi jika terus mengkonsumsi obat yang dibuat dari darahnya.
🚒🚒🚒
"Ini,, surat perjanjian apa ini?" Ucap tabib Aang yang mana dia sama sekali tidak mengerti dengan surat perjanjian aneh yang ada di hadapannya.
Intinya, dia baru pertama kali melihat surat perjanjian seperti itu, sama sekali tidak ada catatan di atas kertas.
"Itu adalah surat perjanjian yang akan mengikat jiwa kalian. Jadi jika sampai suatu saat kalian berniat membongkar masalah dalam catatan itu pada satu orang pun maka kalian akan lebih dulu menjadi debu. Ahh, satu lagi, jika kalian menandatangani surat ini dan sudah ada orang lain yang mengetahui masalah ini selain kalian berdua maka kalian pun akan langsung mati!" Ucap Desmond sangat membuat kedua tabib di hadapannya menjadi gemeter di tempatnya masing-masing.
"Itu, Aku tidak akan menandatangani surat perjanjian itu karena itu sangat berbahaya!" Tegas kepala tabib yang tentunya tidak mau melakukan hal bodoh.
Bagaimana jika nanti dia dipaksa seseorang untuk memberitahukan masalah itu? Maka dia akan langsung menjadi debu hanya dalam hitungan detik.
__ADS_1
Tetapi Desmond yang mendengarkan itu hanya tersenyum tipis, "kalau begitu aku akan memaksa kalian!" Tugas Desmon lalu dengan kekuatan dalamnya Ia membuat kaku tubuh Sang kepala tabib lalu membuat tabib tidak bisa menggerakkan tubuhnya sesuai keinginannya, hingga tangannya bergerak sendiri ke arah surat perjanjian itu.
Meski sang kepala tabib sudah berusaha menghentikan tangannya, tetapi tetap saja tangan itu telah menyentuh surat perjanjiannya, lalu Desmon menggunakan kekuatannya membuat tangan pria itu mengeluarkan darah di atas kertas dan kesepakatan pun dibuat.
Surat perjanjian yang telah disentuh oleh sang kepala tabib langsung lenyap begitu saja seolah hilang entah ke mana.
Hal itu membuat tabib Aang menjadi kebingungan, lalu dia menatap sekelilingnya namun tidak menemukan ke mana surat itu pergi.
Sang kepala tabib yang Sudah menandatangani surat itu langsung melemas di tempatnya dan dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Sementara itu, tabib Aang yang ada di sana kemudian menatap pangeran ke-9, "itu,,, aku akan menyerahkan surat rahasia ini tapi aku tidak bisa menandatangani surat itu." Ucap tabib Aang sembari menyerahkan surat rahasia yang ia dapatkan dari guru besar sekolah petarung kota Padang Selatan.
"Hm, aku tidak butuh suratnya, karena aku butuh kau menandatangani surat itu. Tapi jika kau tidak mau melakukannya secara sukarela maka aku bisa memaksamu melakukannya!" Tegas Desmon langsung membuat tabib Aang menjadi ketakutan di tempatnya karena dia telah memberitahu masalah itu pada seseorang yang lain selain kepala tabib istana.
"Itu,, Apakah aku akan benar-benar mati?" Tanya tabib Aang yang semakin gemetar di tempatnya menatap surat perjanjian yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Melihat pria di depannya terus mengulur-ngulur waktu maka Desmon langsung menggunakan kekuatannya hingga membuat tubuh tabib Aang tidak bisa lagi dikendalikan.
Dia melototkan matanya ketika mulutnya pun tak bisa berbicara lalu tangannya akhirnya menyentuh surat perjanjian di sana dan dia merasakan sebuah luka terbuat entah bagaimana ditangannya lalu darahnya menyentuh surat perjanjian.
'Tidak!!!!' sang Sang Tabib menjerit dalam hatinya, tetapi Sudah terlambat untuk menyesal, darahnya telah menyentuh surat itu dan karena dia melanggar salah satu kesepakatan yaitu tidak memberi tahu tentang orang lain yang telah ia beritahukan rahasia, maka tubuhnya langsung berubah menjadi debu dan debu itu terhambur di udara lalu perlahan-lahan berhamburan di meja, kursi dan juga di atas lantai.
Tabib kepala yang melihat itu langsung gemetar di tempatnya dan entah kenapa dia merasa bersyukur bahwa dia baru diberitahu tentang masalah itu sehingga dia belum sempat mengatakannya pada siapapun.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1