
Setelah meninggalkan kamar Desmond, Adelia hendak pergi ke ruangan tempat Peti Selir Anania untuk melihat para pendeta mengobati perempuan itu, tapi ketika dia kembali mengingat bahwa Dia sedang bertengkar dengan Desmond maka perempuan itu menghela nafas dengan panjang.
Dia Lalu berbalik ke arah kediaman tempat tinggalnya anak-anak yang mereka selamatkan, 'sebaiknya aku pergi saja menemui anak-anak itu, lagi pula aku tidak akan membantu apapun jika aku pergi ke tempat selir Ananiah. Malah sebaliknya aku mungkin akan membuatmu pria itu menjadi buruk dan dia tidak akan fokus.' ucap Adelia dalam hati.
Begitu Adelia tiba di tempat anak-anak yang diselamatkan Adelia, dia terkejut melihat Ozon dan juga Karina berada di sana sedang bermain bersama dengan anak-anak.
"Adelia?" Ucap Ozon sangat terkejut melihat perempuan itu ternyata muncul di hadapan mereka Padahal tadinya mereka berdua sudah keliling-keliling mencari perempuan itu namun tidak menemukan Adelia di manapun.
Oleh sebab itu, Ozon langsung berdiri menatap Adelia, "dari mana saja kau? Dari tadi kami keliling-keliling mencarimu Tapi tidak menemukanmu." Ucap Ozon yang penasaran dengan kepergian perempuan itu yang sangat lama meninggalkan asrama.
"Ahh,, ya, tadi aku pergi menemui seseorang, tapi kenapa kalian mala di sini dan bukannya berada di rumah meditasi?" Tanya Adelia yang merasa heran pada kedua orang itu yang terlihat bermalas-malasan, Padahal mereka seharusnya berlatih supaya kekuatan mereka cepat meningkat.
Karina menghela nafas selalu Dia kemudian menghampiri Adelia dan memeluk salah satu lengan perempuan itu, "Kami sudah bermeditasi di ruang tingkat 1, tapi entah kenapa kami tidak merasa lebih baik saat bermeditasi di sana, makanya kami memutuskan untuk pergi mencari mu, tapi malah tidak menemukanmu di manapun.
"Oya,, aku dengar kepala sekolah sudah kembali, itu artinya sebentar lagi akan ada pengumuman tentang hasil ujian dan hadiah apa yang akan kita dapatkan. Tapi,,, sekarang Aku cemas dengan anak-anak kecil yang ada di sini, mereka semua sangat merindukan keluarga mereka tapi kita belum menemukan keluarga mereka. Bagaimana kalau di hari libur nanti kita pergi mencari keluarga mereka?" Tanya Karina yang sangat ingin membantu anak-anak yang ada di situ.
"Tenang saja, sudah ada seseorang yang ku bayar untuk melakukannya, katanya mereka akan segera menghubungi kita ketika mereka sudah menemukan informasi orang-orang yang kehilangan anak mereka dengan ciri-ciri yang sama dengan anak-anak di sini." Ucap Adelia.
__ADS_1
"Baguslah,," ucap Karina.
Merasa sangat senang, maka Karina kembali bermain bersama anak-anak, sementara Adelia duduk sendirian di tangga menatap Ozon dan Karina yang begitu seru bermain dengan anak-anak.
Tak berapa lama kemudian semua orang yang ada di sana sangat dikejutkan ketika tiba-tiba saja sesosok pria muncul di hadapan mereka semua.
Adelia yang sementara duduk langsung berdiri menatap pria itu Karena penasaran Mengapa Desmon datang ke tempat itu.
"Kepala sekolah,," Karina dan Ozon langsung memberi hormat pada kepala sekolah mereka, sementara Adelia turun dari tangga dan berdiri menatap pria di depannya.
Desmon juga menatap Adelia mengabaikan Karina dan Ozan beserta anak-anak kecil yang ada di sana.
Mendengar ucapan kepala sekolah, maka Adelia langsung menatap Karina dan Ozon yang tampaknya terkejut.
Tetapi dia tidak terlalu lama memikirkannya dan hanya bergegas mengikuti kepala sekolah yang sudah berjalan lebih dulu.
"A,, apa itu?" Ucap Karina kini terbengong di tempatnya dan matanya tak bisa berkedip melihat punggung kedua orang itu yang melangkah secara sejajar.
__ADS_1
Padahal, jika dipikirkan maka seharusnya Adelia menjaga jarak beberapa langkah di belakang Desmond tetapi anehnya kedua orang itu tampak sangat dekat dan sepertinya sedang membicarakan sesuatu.
Ozon yang menyadari situasi yang sedang terjadi kemudian langsung menoleh ke arah anak kecil dan menyuruh anak kecil untuk menarik Karina bermain bersama.
"Ayo Kak, ayo bermain lagi!!!"
"Kakak, Ayo lanjutkan permainannya!!"
Karina yang ditarik aa oleh anak kecil itu mengikuti anak-anak kecil itu, tetapi pikirannya tetap saja tak berada bersama dengan anak-anak kecil itu.
Pikirannya masih terus mengikuti Desmond dan Adelia dengan rasa penasaran dalam hatinya yang begitu menyiksanya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1