
Setelah Adelia meninggalkan ruang meditasi, perempuan itu kemudian meninggalkan sekolah untuk pergi ke kediaman kepala sekolah.
Tetapi, ketika dia mencapai gerbang kediaman kepala sekolah, perempuan itu menyadari bahwa ada seseorang yang bersembunyi di atas pohon, jadi dia menghentikan langkahnya dan berusaha mengetahui tingkat kekuatan pria yang ada di atas pohon.
'Pria yang bersembunyi di pohon itu adalah mata-mata, dan tingkat kekuatannya juga tidak main-main. Tapi Bagaimana bisa mata-mata memasuki sekolah ini?' ucap Adelia dalam hati lalu dia kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, berpura-pura tidak mengetahui adanya penyusup.
Setelah dia masuk ke kediaman kepala sekolah, Adelia langsung disambut oleh Desmond yang mana sedari tadi pria itu sudah menunggu Adelia selesai bermeditasi lalu memulai pelatihan mereka.
"Guru," ucap Adelia memberi hormat yang layak pada gurunya hingga membuat Desmond menahan senyumnya.
Bagaimanapun, dia sudah sering melihat perempuan itu bertemu dengan para guru besar, dia melihat Adelia tak pernah memberikan penghormatan yang layak untuk para guru besar itu.
Tetapi perempuan itu melakukan hal seperti itu untuknya hingga membuat Desmond tentu saja merasa begitu bangga pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kau sudah selesai bermeditasi?" Tanya Desmond.
Adelia menganggukkan kepalanya, "sudah selesai, tetapi energi positif yang ada di ruangan meditasi tingkat ke-9 telah habis. Jadi aku rasa besok pagi tidak akan bisa lagi pergi ke sana untuk bermeditasi." Ucap Adelia yang merasa sayang bahwa besok dia tidak punya tempat lagi untuk bermeditasi dengan layak.
Padahal, bermeditasi bisa membantunya untuk memulai pelatihan dengan baik dan meningkatkan kekuatannya juga.
Desmon yang mendengar ucapan perempuan di depannya terkejut dengan perempuan itu, dan tidak menyangka bahwa ruang meditasi yang ia ciptakan akan bisa kekurangan energi positif.
"Sepertinya aku harus memperbaiki ruangan meditasi itu, kalau begitu, sekarang kau ikut aku," ucap Desmond hendak berbalik untuk membawa Adelia ke suatu tempat ketika Adelia menghentikannya dengan ucapan perempuan itu.
"Ada penyusup yang memata-matai kediaman ini, Apakah tidak membereskannya lebih dulu sebelum memulai latihannya?" Tanya Adelia benar-benar membuat Desmond terkejut karena tak menyangka bahwa setelah sekian lama tempat itu begitu tenang, maka hari ini akan ada penyusup yang datang ke sana.
"Penyusup katamu? Di mana dia?" Tanya Desmond langsung membuat Adelia menunjuk ke arah gerbang.
__ADS_1
"Dia bersembunyi di atas pohon rindang yang terletak di depan gerbang menuju kediaman ini, tapi tingkat kekuatannya tidak main-main, dia sudah mencapai 75 dan terlebih,, Sepertinya Dia memiliki kekuatan yang unik." Ucap Adelia langsung membuat Desmon melangkahkan kakinya ke arah gerbang.
Adelia pun mengikuti pria itu hingga mereka tiba di gerbang dan seorang pria yang bersembunyi di atas pohon sangat terkejut ketika dia melihat pria di bawahnya sangat berwibawa, dan terlebih pria itu tampaknya memiliki tingkat kekuatan yang tak bisa ia kalahkan.
'Aku tidak percaya ada seseorang yang begitu hebat yang bersembunyi di tempat terpencil seperti ini,' ucap Amaratus dalam hatinya.
Pria itu kini dipenuhi rasa gugup karena tentunya dia takut akan ketahuan dan ujung-ujungnya dia akan mati mengenaskan di tempat itu.
Apalagi, dia sama sekali tidak menyiapkan rencana B untuk menyelamatkan diri karena dia pikir tidak ada orang di tempat itu yang akan lebih kuat darinya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1