
Setelah para preman pergi, maka Desnrian langsung mendekati putrinya dengan Merinika langsung memeluk putrinya dengan erat.
Adelia pun sangat senang disambut oleh kedua orang tua itu, jadi dia berkata, "Aku membawa beberapa bekal untuk karir, tapi ayah,, kuda yang kutunggangi kuikat di pohon sebelah sana, bisakah Ayah mendapatkannya kemari?"
Denrian langsung menganggukkan kepalanya, lalu pria itu pergi ke arah kuda diikat sementara Adelia bersama ibunya segera masuk ke dalam rumah.
Begitu masuk ke dalam rumah, Adelia langsung mengejutkan ibunya kala ia mengeluarkan banyak sekali makanan dari gelang pemberian guru besar.
"Apa ini?? Dari mana kau mengeluarkan semua barang-barang ini?" Tanya Merinika yang tak percaya bahwa putrinya datang dengan tangan kosong, tetapi kemudian dia bisa mengeluarkan semua barang-barang yang entah berasal dari mana.
Melihat ibunya yang sama sekali tidak tahu apapun, maka Adelia tersenyum dan berkata, "ini adalah gelang ruang pemberian salah satu guru besar di sekolahku, bisa menampung banyak barang di dalamnya, jadi tidak berat jika dibawa kemana-mana. Oh ya Ibu, ini adalah makanan yang sangat enak, aku pernah mencobanya di sekolah, jadi aku membeli beberapa untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk ibu dan ayah."
Merinika mengambil kotak berisi makanan yang disodorkan oleh putrinya lalu perempuan itu membukanya bersamaan dengan Dendrian yang memasuki rumah.
__ADS_1
Sama seperti Merinika sebelumnya, pria itu juga sangat tercengang melihat ada banyak barang yang sudah berada di dalam rumah mereka, sementara tadinya tempat itu sangat kosong.
"Dari mana semuanya ini berasal?" Tanya Denrian sambil melihat istrinya yang sedang mencoba makanan yang dibawakan oleh Adelia.
"Aku yang membawanya untuk kalian berdua, barang-barang ini semuanya disimpan di dalam gelang ruang, jadi tidak berat untuk dibawa-bawa." Ucap Adelia langsung membuat Dendrian menatap gelang di tangan Adelia dengan rasa penasaran tingkat tingginya.
"Itu,, dari mana kau mendapatkan barang berharga seperti itu?" Tanya Denrian.
Adelia tersenyum, "ini pemberian salah satu guru besarku, ada juga cincin ruang yang diberikan untuk menyimpan semua barang-barang itu, pokoknya selama aku berada di sekolah petarung kota Padang Selatan Ada banyak hal yang kupelajari dan kuketahui." Kata Adelia lalu mengeluarkan sebuah senjata dari dalam gelangnya dan memberikannya pada Denrian.
"Ibu, senjata ini sangat bagus, cukup menghamburkannya ke arah orang yang ingin berniat jahat pada ibu, maka orang itu akan keracunan dan jatuh pingsan." Ucap Adelia lalu dia memberikan botol lain yang merupakan obat penawarnya.
Adelia kemudian menjelaskan semuanya dan dia juga memberikan beberapa senjata yang bisa menyimpan barang supaya kedua orang tuanya tidak kelelahan jika harus pergi ke ladang dan membawa banyak bekal.
__ADS_1
Denrian dan Merinika sangat terkejut melihat semua barang pemberian Putri mereka, lalu kemudian Denrian berkata, "tapi, kau membeli semua ini, dari mana kau mendapat uang untuk membelinya? Juga uang yang tadi kau berikan pada preman-preman itu, dari mana kau mendapatkannya?"
Denrian dan Merinika sangat cemas jika putri mereka mungkin mendapatkannya dengan menggunakan cara yang tak baik, karena mereka pun tak memiliki uang yang dikirimkan pada Putri mereka sejak Putri mereka berada di sekolah petarung kota Padang Selatan.
Tetapi Adelia tersenyum, "ayah dan ibu tak perlu khawatir, di sekolah petarung kota Padang Selatan Kami punya pekerjaan paruharu waktu, jadi kami memiliki penghasilan tersendiri untuk setiap murid," ucap Adelia berbohong meski sebenarnya uang-uang itu ia dapatkan dengan cara bertaruh di setiap pertandingan yang disaksikan di aula bertarung.
Dan karena pengetahuan dan pengalamannya, serta analisanya yang sangat baik, maka Adelia terus memenangkan pertandingan dan mengumpulkan banyak uang dari para murid yang kalah bertaruh dengannya.
"Ahh, benarkah, kalau begitu bagus sekali, kami tidak pernah menyesal membawamu ke sekolah itu," ucap Merinika merasa sangat senang.
Dendrian pun menganggukkan kepalanya, "benar, sekarang cepatlah pergi potong kan kita ayam untuk makan malam hari ini. Putri kita pasti sudah sangat lelah berkuda dari sekolah petarung kota Padang Selatan sampai ke tempat ini." Ucap Denrian penuh semangat.
Marinika pun menganggukkan kepalanya dengan semangat, lalu perempuan itu kemudian membereskan semua barang-barang yang dibawa Adelia, lalu menyimpannya di lemari sebelum memotong ayam dan memasaknya menjadi makanan lezat.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️