
Karena kedua orang sudah mengeluarkan kekuatan, maka beberapa murid-murid langsung bertarung dan saling mempertaruhkan uang mereka, ataupun barang berharga mereka lainnya yang bisa memberikan keuntungan.
Adelia melihat semua itu dan dia kepikiran sesuatu bahwa dia harus mencari uang untuk dirinya sendiri dan terlebih mengirimkannya ke desa, kepada kedua orang tuanya agar kedua orang tuanya bisa membayar hutang.
Maka dia melihat semua orang bahwa semuanya tampak mendukung Salman, karena mereka melihat kekuatan yang tidak seimbang di mana emas akan melawan seekor ular berkepala harimau yang tampaknya tidak memiliki kekuatan yang terlalu besar.
Tetapi karena Adelia melihat trik tersembunyi yang dilakukan oleh kedua orang itu, maka Adelia pun berdiri dan berkata, "aku akan bertarung untuk ular berkepala dua, Siapa yang mau bertaruh denganku?"
Semua orang terkejut melihat perempuan yang percaya diri itu, apalagi ketika semua orang tampaknya kesulitan untuk mencari lawan bertarung karena mereka semua berada di pihak Salman.
Melihat itu, Adelia memperlihatkan cincin ruang yang ia dapatkan dari kepala sekolah, "aku mempertaruhkan cincin ruang ini dengan 1000 keping perak." Ucap perempuan itu mengejutkan semua orang, karena tentu saja seribu keping perak tidak akan sebanding dengan cincin ruang pemberian kepala sekolah.
Bahkan dengan 1000 keping emas pun tidak akan bisa membayar itu, jadi mereka semua berbondong-bondong untuk menawarkannya.
Apalagi mereka semua sangat yakin bahwa Salman akan menang.
"Adelia, Jangan melakukan itu, cincin ruang itu sangat berharga!!!" Ucap Karina menatap Adelia dengan cemas karena perempuan itu sangat cemas jika cincin yang berharga itu pada akhirnya harus diberikan Adelia pada orang lain hanya karena Adelia kalah dalam taruhan.
__ADS_1
Tetapi tentu saja, Adelia tersenyum pada perempuan itu dan kembali menatap semua orang.
"Karena banyak yang ingin bertaruh, maka aku akan menerima penawaran paling tinggi." Ucap Adelia membuat seorang pria yang terkenal kaya raya kemudian mendekati Adelia dan memperlihatkan sebuah kantong berisi 2000 koin emas.
"Ambillah 2000 koin emas ini," ucap pria itu langsung membuat Adelia melihat kantong berisi 2000 koin emas itu.
Tetapi beberapa pria kaya lainnya langsung menyatukan uang mereka dan berniat untuk mendapatkan cincin ruang itu dengan nantinya setelah mereka menang maka mereka akan bertarung untuk memperebutkannya.
Maka salah satu dari pria itu mendekati Adelia dan menyerahkan sebuah kantong yang lebih besar daripada milik pria yang lebih dulu memberi penawaran.
"2000 keping emas ditambah 5000 keping perak!!!" Ucap pria itu langsung membuat Adelia tersenyum dan menatap semua orang.
Lalu pria itu dengan cepat mengeluarkan sebuah pedang yang terlihat begitu indah, "2000 keping emas ditambah pedang ini, pedang ini adalah pedang yang kudapatkan dari kakekku, Dia memiliki kekuatan untuk menghempaskan hewan buas yang memiliki tingkat kekuatan 15." Ucap pria itu dengan penuh percaya diri.
Tetapi Adelia tidak tertarik dengan senjata itu, karena itu hanya senjata kecil yang tidak ada artinya di matanya.
Jadi Adelia kemudian mengambil kantong dari pria yang memberikan 2000 keping emas ditambah 5000 keping perak.
__ADS_1
"Aku akan mengambil ini," ucap Adelia langsung membuat bab 3 pria kaya yang menggabungkan uang mereka bersorak kesenangan.
Sementara itu, semua orang menatap Adelia dengan tatapan mengejek mereka.
"Jelas-jelas diantara ratusan murid ini, tidak ada satupun yang mendukung dua pria yang menggunakan ular untuk melawan naga, Jadi aku yakin dia pasti akan menyesal mempertaruhkan cincin ruang itu."
"Iya, dari tingkat kekuatan saja mereka sudah jauh berbeda, dan meski mereka berdua, tetapi tentu saja tidak akan bisa mengalahkan tingkat kekuatan yang lebih di atas lagi."
Sementara Karina yang mendengar bisik-bisik itu, ia merasa sangat cemas, jadi dia menatap Adelia sambil berkata, "kalau nanti kau kalah, kau bisa menggunakan cincin ruang milikku."
Ucapan perempuan itu langsung membuat Adelia tersenyum lalu dia menggelengkan kepalanya sembari mengalihkan perhatiannya ke arena bertarung.
"Kau tenang saja, Aku tidak akan pernah kalah." Ucap Adelia dengan percaya diri tetapi tidak bisa mengobati kecemasan karena cincin ruang yang didapatkan dari kepala sekolah amatlah berharga.
Tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun, dia hanya diam saja dan berniat memberikan cincin ruangnya pada Adelia Jika saja nanti perempuan itu kalah bertaruh.
@info.
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.