
"Tapi bunga rumput emas itu sangat penting untukku, dan untuk menghadapi hewan buas itu, Aku tidak mungkin sendirian karena dia memiliki tingkat kekuatan 80-an dan jumlah mereka tidak hanya satu saja." Ucap wakil kepala sekolah memperhatikan seluruh guru besar yang berdiri di depannya.
"Itu,, Saya rasa untuk melakukan itu kita perlu persetujuan dari kepala sekolah. Karena bagaimanapun, saat ini para murid kita sedang berburu di hutan itu dan jika hal seperti ini terjadi lagi, maka kita akan membahayakan murid-murid kita jika kita tidak siaga untuk menolong mereka." Ucap sala satu guru besar dengan suara yang tegas.
🐾🐾🐾
Ucapan guru besar itu membuat wakil kepala sekolah menggertakkan giginya karena dia tidak percaya bahwa dia yang memiliki posisi yang lebih tinggi daripada guru besar yang ada di sana malah kini diceramahi oleh para guru besar.
"Kalau kalian tidak bisa membantuku untuk mengambil bunga rumput emas itu, maka jangan salahkan aku jika 1 bulan kedepan beberapa dari kalian akan dipecat dari sekolah ini!!!" Tegas wakil kepala sekolah langsung membuat semua guru besar menatap wakil kepala sekolah dengan raut wajah tak percayanya.
Hanya demi sebuah kepentingan pribadi malah membuat para murid yang sedang menjalani ujian harus ditinggalkan???
Sangat tidak pantas menjadi seorang wakil kepala sekolah!!!
__ADS_1
Namun, diantara beberapa guru besar itu tentu saja mereka tidak mau dipecat dari tempat itu, karena meskipun dana sekolah mereka sangat kecil tetapi kepala sekolah selalu menjamin mereka dan memberikan gaji yang sesuai.
Jadi beberapa guru besar kemudian mendekati wakil kepala sekolah untuk mengajukan diri membantu pria itu mendapatkan bunga rumput emas.
"Aku akan ikut untuk mendapatkan bunga rumput emas."
"Aku juga, lagi pula situasi yang buruk sudah berlalu jadi tidak ada salahnya jika kita sekarang berusaha mendapatkan bunga rumput emas yang dibutuhkan oleh wakil kepala sekolah."
Wakil kepala sekolah yang melihat ada banyak guru yang kini mau membantunya langsung tersenyum lalu dia menatap guru besar yang baru saja berbicara.
Veronica yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dan berkata, "Kalau begitu, Kau boleh pergi membawa beberapa guru besar tetapi wakil kepala sekolah harus ingat bahwa beberapa orang harus ditinggalkan di tempat ini untuk berjaga-jaga jika ada murid yang menyalakan kembang api."
Mendengar ucapan Veronica yang sangat menggurui, langsung membuat wakil kepala sekolah tertawa mengejek, "masa kritis sudah berlalu jadi tidak akan ada masalah. Yang mau tinggal di tempat ini silakan tinggal tetapi jangan salahkan aku jika 1 bulan ke depan kalian sudah harus meninggalkan tempat ini!!!" Tegas wakil kepala sekolah lalu pria itu segera menggunakan kemampuan teleportasinya untuk kembali ke dalam hutan menemui hewan buas yang mempunyai bunga rumput emas.
__ADS_1
Para guru besar yang sudah bersedia untuk membantu wakil kepala sekolah kini menoleh ke arah Veronika dan berkata, "Tolong perhatikan murid-murid kita, kami akan segera kembali."
"Dasar pengecut!" Singgung Veronica yang merasa kesal pada orang-orang itu.
Hanya sedikit ancaman dari wakil kepala sekolah dan mereka sudah mengabaikan nyawa para murid yang sedang berada dalam ujian dan kemungkinan besar mengalami bahaya.
Namun untuk menjaga, dua orang guru besar masih tinggal menemani Veronica Jadi mereka berempat kemudian mengawasi jalannya ujian yang dilaksanakan oleh para murid.
"Sekarang Aku jadi khawatir jika wakil kepala sekolah kembali nanti dan mendapati kita disini bersantai-santai." Ucap salah seorang sembari menghilangkan nafas karena saat itu keluarganya pun dipertaruhkan karena keluarganya hanya bergantung makan pada gajinya mengajar di sekolah petarung kota Padang Selatan.
"Ahh benar, tapi aku tidak tega jika ada murid kita yang harus meninggal hanya karena tidak ada yang tinggal berjaga."
"Iya, lagi pula jika kepala sekolah mengetahui kita meninggalkan tugas demi sebuah urusan pribadi, maka dia pasti akan mengamuk dan memarahi kita semua."
__ADS_1
Mereka semua berbincang-bincang dengan rasa cemas dan was-was juga menakuti hati mereka.