
Setelah meninggalkan dua pria menyebalkan yang terus memprovokasinya, maka Salman kemudian pergi ke kamar yang dikatakan oleh pria itu, dan betapa terkejutnya dia ketika dia membuka kamarnya dan melihat semua barangnya sangat berantakan di sana.
Maka Salman pun menggertakkan giginya memasuki kamar itu dan memeriksa barang-barangnya, ternyata ada banyak barang berharganya yang telah menghilang, dan entah siapa yang telah mengambilnya.
Bahkan, yang paling membuatnya kesal ialah semua uangnya yang ia simpan dengan baik di dalam sebuah kotak penyimpanan telah hilang diambil oleh seseorang dan hanya meninggalkan satu keping saja.
Satu keping uang itu seolah menjadi ejekan untuknya membuat Salman menjadi sangat marah.
Jadi pria itu kemudian melampiaskan amarahnya dengan membanting beberapa barangnya yang ada di tempat itu.
Setelah puas membanting barang, Salman kemudian keluar dan berniat untuk pergi ke kediaman kakeknya mendapatkan uang.
Tetapi, ketika ia tiba di depan kediaman kakeknya, gerbang itu telah dijaga oleh beberapa orang.
__ADS_1
"Tidak ada satupun orang yang diizinkan untuk mengunjungi Tuan Aming Zarano. Jadi silakan kembali dan tunggu 2 bulan lagi baru bisa mengunjunginya." Ucap salah seorang penjaga langsung membuat Salman menjadi sangat marah.
"Bagaimana bisa kalian tidak mengizinkan cucunya untuk mengunjungi nya? Padahal saat ini dia sedang terluka dan sakit, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?!" Bentak Salman yang merasa sangat marah karena dia hendak masuk ke kediaman kakeknya untuk mendapatkan beberapa uang.
"Kau tenang saja, di dalam sudah ada pelayan dan juga tabib yang menjaganya, jadi tidak akan terjadi sesuatu." Ucap salah seorang penjaga dengan suara yang begitu kesal karena salah satu murid itu ialah murid yang pernah membuatnya dihukum oleh mantan wakil kepala sekolah.
Jadi begitu mengetahui mantan wakil kepala sekolah dicopot dari jabatannya dan sekarang pria di depannya sudah tidak akan memiliki perlindungan, maka dia merasa amat senang dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membalas hal yang pernah dilakukan pria itu padanya.
"Apa katamu?!!! Kau itu hanya seorang murid biasa sekarang bahkan sekarang kakekmu yang ada di dalam rumah ini belum diputuskan untuk menduduki posisi yang mana, mungkin saja nanti dia hanya akan menjadi seorang pembersih sekolah. Jadi sebaiknya, kau jangan terlalu sombong dan cepat pergi dari sini sebelum aku meledak marah!!!" Geram penjaga itu langsung membuat Salman menjadi sangat marah.
Tidak tahan dihina seperti itu, maka Salman mengumpulkan kekuatannya dan hendak menyerang penjaga itu ketika salah seorang guru besar yang juga hendak mengunjungi mantan wakil kepala sekolah kini mencegah nya.
"Kau mau menambah masalah untuk kakekmu dengan menyerang para penjaga? Bisa jadi nanti kakek mu bukan hanya menjadi seorang pembersih sekolah, mungkin kalian akan diusir dari tempat ini.
__ADS_1
"Bukankah akan memalukan bagi keluarga kalian kalau diketahui bahwa kakek kalian diusir dari sekolah petarung kota pada Selatan yang adalah sekolah yang tidak terlalu diperdulikan?". Ucap guru besar itu langsung membuat Salman menggertakan giginya.
Salman kemudian menatap penjaga di depannya sembari berkata, "hari ini kalian selamat karena ada guru besar di sini, tapi awas aja nanti kalau kalian kembali memprovokasiku, maka aku akan membuat kalian menjadi sup manusia pertama di dunia ini!!"
Setelah berbicara demikian, maka Salman langsung meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah, karena sepeserpun Dia tidak memiliki uang, dan sekarang dia menjadi bahan olok-olok oleh semua orang dan terlebih sekarang dia tinggal di kamar yang kumuh. Sangat memalukan bagi dirinya!!!
Sementara itu, para penjaga yang ditinggalkan oleh Salman langsung berdecak kesal, "dia itu pria yang benar-benar tidak tahu diri, sekarang setelah apa yang terjadi dia masih saja belum meninggalkan sikap angkuhnya yang sudah menjerumuskan kakeknya sendiri hingga dipecat dari jabatannya.
"Seandainya dia tidak terlalu bodoh untuk menabrak dinding pelindung di aula pertarungan maka dia tidak akan membutuhkan bunga rumput enak yang membuat kakeknya berakhir dipecat." Ucap salah seorang pengawal yang merasa bahwa sebuah kesialan yang besar jika memiliki anak atau cucu yang tidak berotak.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.
__ADS_1