Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
97.


__ADS_3

"Hm, tentu saja seperti itu, tetapi karena selir Anania juga silir kesayangan, maka seharusnya sudah ada tabib pribadi yang terus tinggal di kediamannya. Bahkan orang-orang dikatakan kalau pelayan yang ada di kediaman anemia dilarang keluar masuk tanpa seizin Raja." Ucap Karina langsung membuat Adelia merasa sangat bingung.


Jika semua orang harus keluar masuk menurut perintah raja dan para pemain juga tidak bisa berhubungan dengan orang-orang di luar kediaman, maka Bagaimana bisa Selir Ananiah meninggal karena keracunan?


🔥🔥🔥


Adelia terus memikirkan itu sepanjang malam hingga pada pagi hari dia merasa sangat mengantuk untuk mengikuti pelajaran.


Oleh sebab itu Dia memutuskan untuk membolos dan dia pergi ke kediaman Desmond untuk melihat situasi.


Karena kemarin dia sudah diperingatkan oleh pelayan untuk tidak menggunakan pakaian berwarna merah maka perempuan itu menggunakan gaun berwarna putih lalu memasuki kediaman Desmond.


Begitu tiba di sana, ia melihat semua orang yang bekerja di sana masih menggunakan pakaian berkabung, hingga tempat itu dipenuhi orang-orang berpakaian putih yang lalu-lalang dengan wajah sedih mereka.

__ADS_1


Tidak ada satupun yang tersenyum saat menyapanya, tidak ada yang tertawa seperti yang biasa dilihat oleh Adelia ketika dia pergi ke tempat itu, pokoknya semuanya tampak murung dan berkabung.


Setelah beberapa lama berjalan di dalam kediaman dan tidak menemukan satupun lokasi yang ditempati oleh Desmond, maka Adelia bertanya pada salah seorang pelayan.


"Apakah kau melihat tuanmu?" Tanya Adelia pada sang pelayan.


"Ah, saat ini tuan muda sedang ada di ruang interogasi, dia menangkap semua pelayan yang mengikuti selir Ananiah di kerajaan." Ucap salam pelayan langsung membuat Adelia mengerutkan keningnya.


Namun ketika dia mengingat Bagaimana pria itu sudah menolong nyawanya sebanyak dua kali, dan bahkan menolongnya di kehidupan pertama dan keduanya, maka perempuan itu akhirnya memutuskan untuk pergi membantunya terlepas dari apapun pikiran Desmon padanya.


"Kalau begitu, tolong antar aku ke sana," ucap Adelia membuat kaget sampai sang pelayan karena dia tak menyangka bahwa Adelia mau pergi ke tempat itu.


"Maaf sekali Nona, tetapi tuan muda memerintahkan kami agar tak ada orang yang masuk ke sana tanpa seizinnya. Jadi saya tidak bisa membawa Nona ke sana atau tuan muda mungkin akan marah." Ucap pelayan itu dengan agak gugup, karena dia tentunya takut bila saja Adelia terus memaksanya untuk membawa perempuan itu pergi ke sana.

__ADS_1


Tetapi karena Adelia sudah membulatkan tekadnya, maka tidak ada yang bisa menghentikannya, oleh sebab itu perempuan itu kemudian mengeluarkan sebuah pedang yang diberikan oleh Desmond padanya.


"Kalau kau tidak mengantarku ke sana maka aku akan menggunakan barang ini di lehermu," ucap Adelia mengacungkan pedang di tangannya ke arah pelayan hingga membuat pelayan itu menjadi sangat ketakutan.


"Nona tidak bisa melakukan ini di kediaman tuan muda saya. Dia akan sangat marah kalau Nona mengacungkan pedang di hari kematian ibunya,, jadi--"


"Jadi kalau kau tahu dia sangat marah, maka cepat antarkan aku ke sana supaya aku tidak perlu menumpahkan darah dengan pedang ini." Sela Adelia langsung membuat sang pelayan di depannya menjadi gugup.


Dan karena nyawanya terancam maka mau tidak mau pelayan itu kemudian membawa Adelia ke tempat di mana Desmon berada.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1


__ADS_2