Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
58.


__ADS_3

Akhirnya, setelah kemenangan telak Adelia melawan Agatha, maka Adelia disegani oleh banyak murid-murid baru.


Beberapa murid senior bahkan merasa kagum pada Adelia yang bisa mengalahkan naga emas dari keluarga Zarano.


Maka ke mana-mana, Karina selalu menempel erat pada Adelia karena dia merasa sangat bangga menjadi teman dekat, bahkan teman kamar Adelia.


"Oya, hari ini adalah pertempuran di hutan untuk mendapatkan buruan hewan buas. Katanya kita semua akan dibagi dalam beberapa tim, dan setiap tim yang berhasil mendapatkan buruan terbanyak akan mendapatkan kesempatan untuk memiliki cincin yang akan diberikan oleh kepala sekolah." Kata Karina dengan hati yang berbunga-bunga, sebab dia sudah merencanakan untuk satu tim dengan Adelia.


"Cincin? Cincin Apa itu?" Tanya Adelia yang merasa bingung bahwa hadiahnya adalah sebuah cincin.


"Katanya cincin itu adalah cincin yang memiliki ruang. Jadi kita bisa menyimpan barang-barang kita ke dalam cincin tersebut. Jadi kalau kita membawa banyak barang untuk bepergian, maka kita tidak perlu repot-repot membawanya di dalam tas, tetapi cukup memasukkannya saja ke dalam cincin. Bukankah itu terdengar sangat menakjubkan?" Tanya Karina sembari menatap Adelia.

__ADS_1


"Memang terdengar menakjubkan," ucap Adelia menganggukkan kepalanya.


Tetapi lebih dari itu, dia lebih memikirkan tentang orang yang akan memberikan hadiah tersebut.


"Tapi persaingan kali ini akan sangat sulit. Itu semua karena para senior juga akan ikut. Bahkan senior tingkat ke-10 pun akan ikut dalam misi kali ini. Katanya jika senior tingkat 10 berhasil mengumpulkan hewan buruan paling banyak maka mereka akan segera lulus tanpa syarat. Jadi aku rasa mereka akan berusaha mati-matian demi lulus cepat dari sekolah." Ucap Karina sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang.


"Memangnya para senior tingkat ke-10 sudah sampai tingkat kekuatan berapa?" Tanya Adelia yang merasa penasaran.


'Tingkat kekuatan 35 masih tidak ada apa-apanya dibandingkan tingkat kekuatanku di kehidupan sebelumnya.' pikir Adelia dalam hati sembari terus melangkahkan kakinya untuk berkumpul di aula.


Setelah mereka tiba di aula, Adelia maupun Karina sangat terkejut ketika seorang pria tiba-tiba saja mendekati mereka.

__ADS_1


"Hai!!!" Ucap Ozon sembari melemparkan senyum terbaiknya pada dua perempuan yang ada di depannya.


"Kau lagi?!" Kesal Adelia melihat pria yang sok kenal di depannya.


"Iya, Apakah kalian juga tidak sabar untuk menunggu kepala sekolah yang tampan untuk memberikan pidato?" Tanya Ozon langsung membuat Karina melototkan matanya ke arah pria itu.


"Kau bilang hari ini kepala sekolah lagi yang akan memberikan pidato?" Tanya Karina dengan mata berbinar-binar karena dia merasa sangat senang melihat kepala sekolah mereka yang masih muda dan juga sangat tampan.


"Hm!! Dia yang akan memberikan pidato, Bagaimana kalau kita pindah lebih dekat dengan panggung supaya Kalian bisa melihatnya dari?" Tanya Ozon menawarkan bantuan pada kedua perempuan itu.


"Tentu!!!" Seru Karina yang merasa bahwa berada di depan adalah sebuah kesempatan yang sangat gemilang agar bisa melihat kepala sekolah yang sangat tampan dari dekat.

__ADS_1


Tetapi Adelia tampak acuh sembari berkata, "aku tidak tertarik dengan pria tampan. Jadi kalian pergi saja berdua Dan aku akan menunggu di sini."


__ADS_2