
Sembari terus menggendong Adelia mengikuti iblis itu, ada respon kemudian mendengar perempuan digendongnya berbicara.
"Aku bisa berlari sendiri, Kau tidak perlu menggendongku," ucap Adelia yang tentunya tidak mau jika mereka kehilangan jejak raja iblis jika pria itu harus membawa beban yang cukup berat seperti dirinya.
"Jangan khawatir, Kau sangat ringan," kata Desmond sembari memperhatikan tubuh sarome yang terus diseret oleh iblis di udara.
"Kalau kita berlari berdua maka kita akan lebih cepat, aku juga bisa mengeluarkan api merah untuk menerangi jalan kita dan membakar jika ada iblis yang mengikuti kita untuk menghalangi kita menyusul raja iblis itu!" Tegas Adelia akhirnya membuat Desmond meletakkan perempuan itu ke tanah lalu mereka kemudian berlari.
Adelia menggunakan api merah menyelimuti tubuh mereka berdua dan juga meninggalkan api merah di setiap titik-titik yang mereka lalui supaya mereka tidak tersesat ketika mereka melewati tempat yang asing bagi mereka.
Dan akhirnya setelah cukup lama berlari, keduanya kemudian tiba di sebuah tempat yang cukup asing bagi mereka dan raja iblis itu masuk ke tempat tersebut Ia merupakan sebuah ruangan bawah tanah.
"Apakah ini markas mereka?" Ucap Adelia memperhatikan tempat itu.
"Ayo masuk, tapi kau di belakangku," ucap Desmond yang tentunya tak mau jika terjadi sesuatu pada Adelia sehingga dia memilih untuk membuat dirinya berada di depan sebagai tameng jikalau mereka mendapati sesuatu yang tidak beres dan akan melukai mereka di tempat itu. .
Adelia tidak membantah, karena dia tahu bahwa pria itu ingin melindunginya, sehingga mereka kemudian masuk berdua dengan Adelia yang terus meninggalkan api merah di setiap jalan yang mereka lalui untuk memasuki tempat itu.
Pada akhirnya, mereka tiba di tempat itu dan melihat bahwa ternyata di dalam tempat itu ada banyak sekali iblis dan tulang-tulang kering, lalu Adelia kemudian melemparkan api merah ke atas tulang-tulang kering itu sehingga semua tulang-tulang keringnya dinyalai oleh api.
Semua iblis yang ada di sana langsung lenyap ketika terkena cahaya dari api merah Adelia sehingga membuat sang raja iblis yang sedang bersembunyi di tempat itu juga berlangsung bersembunyi ke tempat yang lebih gelap lagi.
"Ini adalah tubuh sarone, kalau begitu raja iblis berada di tempat ini dan kita bisa memusnahkannya," ucap Desmon saat melihat tubuh saromi yang tergeletak dan pria itu masih bernafas.
Tetapi karena tidak ingin raja iblis kembali memasuki tubuh itu maka Desmon kemudian membunuh tubuh tersebut lalu mereka terus melangkah mencari tahu di mana saja letak-letak keruangan dalam gua itu sebab gua-gua itu bercabang-cabang menjadi beberapa sisi yang lebih kecil dari jalan masuk menuju gua bawah tanah itu.
Setelah cukup lama mencari, akhirnya mereka menemukan Sarome sudah berada di tempat lain dan iblis itu merasuki tubuh seorang bayi kecil.
"Bagaimana bisa di tempat ini ada bayi?" Ucap jasmani yang terkejut bahwa di tempat terpencil seperti itu terdapat sesosok bayi yang ada di sana Dan tidak dimakan oleh para iblis.
Tetapi karena bayi tersebut tidak bisa berbicara maka sang iblis yang masuk ke dalam bayi tersebut juga tidak bisa berbicara.
"Satu-satunya cara untuk membunuh raja iblis ialah membunuh bayi tersebut sehingga dia tidak punya tempat untuk pergi lagi. Tetapi kita tidak mungkin membunuh bayi tersebut karena bayi itu ialah sebuah nyawa yang polos." Ucap Adelia diangguki oleh Desmond sebab tentunya mereka tidak akan bisa membunuh bayi yang tidak bersalah.
"Kita harus menyelamatkan bayi itu, tetapi kita tidak tahu cara mengeluarkan iblis dari tubuh seseorang," ucap Desmond diangguki oleh Adelia sehingga kedua orang itu hanya menyalahkan api merah di tempat itu.
__ADS_1
Tetapi kemudian bayi tersebut melayang ke udara karena kekuatan iblis dan hendak kabur dari tempat itu namun Desmond dengan cepat menutup jalan keluar dan dia menatap bayi yang kini matanya berubah menjadi merah.
"Iblis sialan!!" Teriak Desmond kemudian menyerang iblis itu.
Tetapi iblis itu menghindar dan kemudian sedikit bayangan hitam yang keluar dari bayi membentuk sebuah tulisan.
*Kalian tidak bisa membunuhku atau bayi ini juga akan ikut terbunuh!!!*
Desmon dan Adelia yang membaca itu langsung menceritakan gigi mereka dan benar-benar merasa buntu untuk menghadapi iblis tersebut.
Jika tubuh itu adalah tubuh milik sarome maka tidak apa-apa mencincangnya sampai habis, tetapi sekarang iblis tersebut malah menggunakan tubuh dari bayi tak berdosa sehingga mereka tidak mungkin melukai tubuh bayi tersebut, apalagi untuk membunuh bayi tersebut.
"Aku punya ide," ucap Adelia kemudian mengulurkan tangannya mengambil pedang dari Desmond lalu perempuan itu menyelimutinya dengan api merah buatannya.
Iblis yang melihat itu sangat terkejut sehingga sang iblis dengan cepat menerobos untuk keluar dari sana.
Tetapi Desmon cepat mencegahnya dengan menutupi jalan iblis tersebut, Namun sayang sekali kekuatannya dapat ditembus oleh iblis itu hingga iblis itu langsung lolos.
Adelia dan Desmon langsung mengejar raja iblis tersebut.
Adelia mengganggukan kepalanya, "Sepertinya begitu, kalau begitu kita harus cepat mengejarnya!!" Ucap Adelia lalu kedua orang itu terus berlari mengejar raja iblis yang juga memiliki pelarian yang sangat cepat.
Tetapi, ketika mereka tiba di mulut gua Adelia dan Desmon tiba-tiba saja terkejut saat melihat raja iblis berhenti dan sepertinya tidak bisa keluar dari gua tersebut.
Hal itu membuat Desmond dan Adelia kebingungan tentang apa yang terjadi, tetapi Adelia tidak punya banyak waktu untuk berpikir, dan dia hanya cepat-cepat mengayunkan pedang itu mengarah ke arah iblis yang bersembunyi dalam tubuh bayi tersebut.
Ketika pedang itu hendak mengenainya maka sang iblis mengeluarkan kekuatan yang besar hingga membuat Adelia terlempar ke belakang.
Untungnya, Dia ditangkap oleh Desmond sehingga perempuan itu tidak membentur dinding terdapat batu-batu tajam yang bisa melukai tubuh Perempuan itu.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Desmond langsung dianggap oleh Adelia lalu keduanya kemudian melihat ke arah iblis yang kini membentuk lagi tulisan dengan aura hitamnya.
*Hati-hati dengan pedang kalian atau mungkin bayi ini akan mati!!!*
"Ahh,, pedang itu mungkin tidak bisa melukai manusia karena pedang itu dikhususkan untuk iblis!!!" Ucap Desmon.
__ADS_1
"Kau bilang begitu, Tapi bagaimana dengan Sarome yang telah dilukai oleh pedang ini?" Tanya Adelia.
Desmon mengerutkan kelilingnya, "mungkin saja karena saat itu kekuatanku menyelimutinya sehingga kekuatan kulah yang melukai sarome," ucap Desmond yang hanya menebak saja sebab dia tentunya tidak mengetahui apapun juga.
Tetapi iblis yang mendengar percakapan kedua orang itu menjadi sangat panik dan langsung membuat tulisan menggunakan aura hitamnya.
*Jangan coba-coba membuat keputusan yang tidak meyakinkan atau bayi ini akan meninggal!!!*
Adelia yang membaca itu merasa sangat curiga dan berpikir bahwa iblis itu sebenarnya ketakutan sehingga dia kemudian melepaskan keraguannya dan perempuan itu kemudian menggunakan kekuatan penuhnya melompat sembari menodongkan pedang di tangannya.
Wuusshhh!!!!
Kekuatan besar dari iblis memang hanya, tetapi jasmani yang ada di belakangnya memberinya dorongan dengan bantuan kekuatan pria itu hingga membuat pedang tersebut akhirnya menembus tubuh yang bayi.
Saat itu juga, iblis keluar dari tubuh bayi tersebut dan terkena cahaya api merah yang membuat raja iblis menghilang dalam sekejap.
"Hoee!!!"
Bayi kecil Langsung menangis, dan terjatuh ke pelukan Adelia. Tetapi untungnya, bayi tersebut tidak terluka sedikitpun.
"Dugaanmu benar," ucap Adelia tersenyum pada Desmond hingga membuat Desmond juga merasa senang dan mengambil pedang yang diulurkan Adelia padanya lalu menyimpannya.
Setelah itu, keduanya keluar dari dalam gua Dan ketika mereka keluar keduanya terkejut melihat kumpulan serigala bermata merah yang telah memenuhi mulut gua tersebut.
"Apakah iblis itu takut pada serigala serigala ini?" Ucap Adelia yang merasa heran.
"Bukannya takut, Tetapi kalau dia keluar maka serigala itu mungkin akan mencabik-cabik bayi yang dirasuki oleh sang iblis sehingga dia tidak punya inang lagi," ucap Desmond yang saat itu jelas tahu bahwa mereka berada dalam keadaan bahaya karena serigala itu hendak menyerang mereka.
Tetapi kemudian Adelia menyalahkan api merah dan ternyata para serigala itu takut terhadap api sehingga mereka berlari meninggalkan tempat itu.
Desmon dan Adelia yang melihat itu merasa sangat lega, sehingga mereka hanya perlu menenangkan bayi kecil yang ada di gendongan Adelia lalu meninggalkan tempat itu.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1