
"Ini,, Apa yang terjadi?" Tanya Adelia pada Desmon.
Tetapi Desmond kemudian berkata, "lihat ke belakangmu."
Mendengar ucapan Desmond, maka Adelia kemudian berbalik dan menatap pria yang baru saja ia cekik sudah hancur menjadi debu dan hanya meninggalkan kertas mantra yang terletak di bawah lantai.
"Mengapa??" Adelia kebingungan sendiri, bagaimana bisa dia mengubah seseorang menjadi abu?
🏜️🏜️🏜️
Desmond pun tak mengerti dengan situasi Itu, jadi dia berjalan mendekati Adelia dan sama-sama memperhatikan abu yang telah tercecer di lantai.
Lalu pria itu kemudian meraih tangan Adelia dan melihat luka di tangan Adelia yang sama sekali tidak menunjukkan perubahan dari terakhir kali pria itu melihatnya.
Hal itu membuat Desmond merasa sangat sedih, lalu dia teringat akan ucapan Adelia yang memimpikan dirinya menjadi seorang anak kecil.
'Sepertinya aku harus mengirim seseorang ke benua Padang barat untuk mencari tahu tentang ini,' ucap Desmond dalam hati yang merasa begitu sakit melihat tangan Adelia yang masih terluka.
__ADS_1
"Jangan khawatir, luka ini tidak tersakit," ucap Adelia yang tahu bahwa pria di depannya sangat mencemaskannya.
"Ya sudah, Ayo kita pergi dari sini," kata Desmond hendak mengajak perempuan itu keluar ketika Adelia malah berjongkok dan mengulurkan tangannya untuk mengambil kertas mantra yang ada di tanah.
Tetapi Desmon menghentikan tangannya, "sangat berbahaya menyentuh kertas mantra itu," ucap Desmon yang tentunya tidak mau jika terjadi apa-apa pada Adelia.
Tetapi Adelia menggelengkan kepalanya dan dia mengambil mengambil kertas mantra itu hingga membuat Desmond sangat terkejut.
Tetapi Adelia baik-baik saja menyentuhnya, hanya saja, Dia sedikit memberikan kekuatannya karena terasa begitu aneh.
Setelah Adelia menyimpan mantra itu mereka berdua kemudian keluar dan Adelia memutuskan untuk pergi ke kediaman guru besar Beloma.
"Semua murid yang ada di sana belum dilepaskan dari pengaruh mantra dan racun. Jadi aku merasa cemas pada mereka semua," ucap Adelia diangguki oleh Desmond lalu mereka kemudian pergi memeriksa tempat itu dan menemukan bahwa tidak ada perubahan lagi di sana.
Adelia lalu membuka sekotak pil yang tersisa yang ia dapatkan dari tabib.
"Aku akan memberikan pil ini pada mereka, mungkin saja ini bisa membantu." Ucap Adelia diangguki oleh Desmond lalu mereka kemudian memberikan satu pil pada seorang siswa yang ada di sana.
__ADS_1
Ajaibnya, Adelia memperhatikan kuku pria itu menjadi lebih cepat pulih.
"Ini,, untuk ibu, Dia menghabiskan satu pil setiap hari, tetapi perlu beberapa hari untuk membuat racun dalam tubuhnya sembuh, tapi mengapa yang ini berbeda?" Ucap Adelia memperhatikan pria yang ada di dalam peti.
Desmond melihat itu kemudian berkata, "mungkin saja karena tingkat kekuatan guru besar Beloma yang mengerjakan mereka semua masih sangat rendah. Berbeda dengan ibu yang kemungkinan di ditangani oleh orang dengan tingkat kekuatan yang sangat tinggi."
Adelia menganggukkan kepalanya, lalu perempuan itu kemudian mencoba mengumpulkan kekuatannya dan memperhatikan tubuh murid tersebut.
Setelah beberapa saat dengan sangat mudahnya Adelia mengambil mantra dari dalam tubuh itu.
"Ini,,, kau benar, tingkat kekuatannya membuatnya menjadi lebih mudah," ucap Adelia saat ia melihat pria dalam peti itu kemudian membuka matanya.
Maka setelah itu, mereka membebaskan semua orang di tempat itu dan mengatur seseorang untuk membantu mereka keluar dari sana.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1