
Keesokan harinya, setelah kedua prajurit yang ditugaskan pergi mengecek adanya tempat persembunyian kini sudah kembali, maka Adelia dan semua jenderal berkumpul di dalam ruangan untuk membicarakan langkah mereka selanjutnya.
"Yang mulia Ratu benar-benar cermat bisa mengetahui bahwa di tempat itu ada jalan rahasia milik kerajaan utara, karena baru saja datang ke tempat ini dan bahkan belum pernah pergi berperang, tetapi saya sangat kagum dengan insting seorang Ratu." Ucap salah satu jenderal diikuti oleh jenderal lainnya yang memberikan pujian pada Ratu mereka.
Adelia hanya tersenyum konyol mendengarkan itu, karena tentunya orang-orang itu tak pernah tahu bagaimana dia yang dulunya merupakan seorang dari benua Padang Utara.
Oleh sebab itu, dia hanya diam saja mendengar sebuah pujian itu Dan setelah semua orang selesai berbicara, Adelia kemudian berkata, "aku hanya mengetahuinya saja, dan itu tidak terlalu penting. Sekarang Kita bisa mulai untuk melakukan penyerangan malam nanti tetapi di dalam goa ini terdapat jebakan-jebakan yang akan membunuh setiap orang yang masuk ke dalam sana.
"Oleh sebab itu, perintahkan beberapa prajurit untuk menangkap beberapa babi itu hutan supaya kita melepaskannya masuk ke dalam jalan rahasia itu agar bisa melepaskan semua jebakan yang ada di sana. Buat juga sebuah kereta yang diisi oleh patung-patung manusia untuk diikat Di belakang babi hutan agar mereka menariknya ke dalam.
"Beberapa tungku api juga harus diletakkan di kereta-kereta itu karena hawa panas akan membuat semua jebakan yang ada di dalam sana bisa aktif dan mengelabui orang-orang dari benua Padang Utara." Ucap Adelia.
Mendengar rencana Adelia sayang sangat bijak, maka para jenderal langsung menyetujui rencana itu dan mereka semua Kemudian mengatur segala sesuatu yang telah dikatakan oleh Adelia dan melakukannya sesuai dengan rencana.
__ADS_1
Pada malam hari tepat ketika pukul 00.00 malam, mereka menyerbu penjagaan di depan jalan masuk.
Setelah itu, babi babi hutan dilepaskan memasuki tempat tersebut, ada tiga rombongan babi hutan yang dilepaskan yang pertama ialah 3 babi hutan yang menarik kereta yang kedua adalah 3 babi hutan yang tidak menarik kereta dan yang terakhir ialah 3 babi hutan yang menarik bahan peledak.
Setelah ketiga rombongan babi hutan itu memasuki terowongan bawah tanah, maka Adelia kemudian memimpin semua orang untuk memasuki tempat tersebut meski sebelumnya para jenderal tidak setuju sebab jika terjadi sesuatu pada Ratu maka mereka semua akan dieksekusi karena tidak mampu menjaga keselamatan Ratu
Namun demikian, karena Adelia mengetahui tempat itu lebih dari siapapun yang ada di sana maka dia tetap bersikeras memimpin perjalanan tersebut sehingga mereka akhirnya perlahan-lahan memasuki lorong terowongan dan melihat banyak sekali jebakan yang telah keluar dari tempatnya karena babi hutan yang mereka lepaskan sebelumnya.
Setelah cukup lama berjalan, Adelia mengerutkan keningnya melihat bahwa ternyata terowongan di depan mereka terbelah menjadi dua.
"Babi hutan yang masih tersisa buat mereka untuk memasuki masing-masing lorong ini Lalu setelah itu kita akan terbagi menjadi tim," ucap Adelia sebari melihat ke arah salah seorang jenderal yang dinilai Adelia memiliki kebijakan.
"Pimpinlah satu tim menuju terowongan yang ini dan di ujung terowongan kalian akan menemui danau dan ada rakit di sana yang bisa kalian gunakan untuk menyebrang lalu tunggu aba-aba kembang api dari kami untuk memulai penyerangan. Tetapi jika ada prajurit yang berjarak ga di depan lorong maka bunuh saja mereka semua." Perintah di Adelia diangguki oleh Sang jenderal lalu mereka kemudian melepaskan babi hutan ke dalam kedua terowongan itu.
__ADS_1
Setelah kedua babi hutan masuk, maka mereka pun mengikuti terowongan itu dengan Adelia yang terus berjalan dan terkejut ketika dia melihat bahwa terowongan itu bukanlah terowongan menuju jalan keluar, tetapi terowongan itu menuju sebuah pertambangan.
Dan saat itu, mereka melihat babi hutan yang telah mereka lepaskan sedang sedang menarik perhatian semua para penambang yang ada di sana, karena mereka senang mendapati babi hutan yang akan menjadi santapan makan malam mereka.
"Tidak perlu mengusik mereka, karena mereka tidak akan sadar," ucap Adelia memberi perintah pada semua orang-orang yang mengikutinya di belakang supaya mereka kembali dan mengambil jalur yang tadi.
Setelah mereka lanjut berjalan, maka Adelia akhirnya menemukan orang-orang mereka yang mendahului Mereka pergi ke sana sudah membunuh semua prajurit yang bertugas di sana dan sekarang mereka sedang duduk menunggu kembang api dari Adelia.
"Yang mulia," ucap sang jenderal yang tadi memimpin tim yang berpisah dengan Adelia ketika dia melihat Adelia sudah mendatangi mereka.
"Ada berapa banyak rakit yang tersedia di sini" tanya Adelia.
"Sebanyak 5 rakit, tetapi rakit-rakit itu tidak akan cukup untuk membawa kita ke seberang." Ucap salam jenderal yang jelas tahu bahwa mereka berjumlah 500 lebih sementara hanya ada 5 rakit, maka perlu banyak waktu sampai semua orang tiba ke seberang.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️