Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
30. Pria dari masa lalu


__ADS_3

Pada subuh hari Adelia terbangun karena seseorang menyentuh menyentuh wajahnya.


Begitu Adelia membuka matanya didapatinya pria tampan sedang mempermainkan rambutnya yang berantakan menutupi wajahnya.


"Kau!!" Geram Adelia langsung memegang tangan pria tampan itu dengan tatapan tajamnya memberi peringatan pada pria tersebut.


Tetapi pria tampan itu hanya tersenyum dan berkata, "kita sudah bersama selama 4 hari, jadi kau harus memberitahukan namamu dan aku akan memberitahumu namaku."


Ucapan pria itu langsung membuat Adelia tersenyum miring, "kita tidak perlu saling tahu nama masing-masing, Karena setelah meninggalkan tempat ini Kita tidak akan pernah bertemu lagi!!!" Tegas Adelia membuat pria tampan itu merasa tidak senang dengan ucapan perempuan itu.


"Baiklah, kalau kau tidak mau memberitahuku namamu maka aku akan mengetahuinya sendiri. Tapi karena aku sudah ditakdirkan untuk menjadi milikmu maka aku akan memberitahu namaku. Kau harus ingat baik-baik, namaku Desmon." Kata pria itu langsung membuat Adelia mengeryit.


'Desmon dari negeri Padang Selatan. Kalau begitu,,, pria ini adalah,,,,,' Adelia langsung teringat akan masa lalunya ketika dia bertemu dengan seorang pria misterius dari negeri Padang Selatan.

__ADS_1


Pria yang menolongnya ketika dia berumur 8 tahun dan hampir saja diterkam oleh binatang buas.


Saat itu pria yang terlihat remaja itu berkata padanya, "negeri Padang Utara dan negeri Padang Selatan bermusuhan, jadi aku hanya akan memberitahu namaku tapi tidak akan pernah mengizinkanmu untuk mencariku demi dibalas Budi. Namaku Desmon!"


Mengingat kembali masa itu, Adelia langsung menatap mulutnya dengan satu tangannya lalu dia menatap pria di depannya dengan mata yang membulat sempurna.


'Astaga,,, jadi di kehidupan keduaku ini aku kembali dipertemukan dengan orang yang telah menolongku? Pria yang terluka oleh binatang buas yang memiliki tingkat kekuatan 90!!!' ucap Adelia dalam hati kini tak percaya dengan takdir yang begitu aneh.


"Ada apa? Apa kau terpesona dengan namaku?" Tanya pria itu sembari tersenyum menatap Adelia.


Dia butuh menenangkan diri.


Setelah beberapa lama, Adelia lalu mengambil berbagai perlengkapannya.

__ADS_1


"Kita harus berangkat sekarang atau jika tidak kesempatan akan terlewatkan. Aku sudah mengetahui rute yang akan kita lalui jadi cepat pakai peralatanmu lalu kita akan pergi dari tempat ini!!!" Tegas Adelia sembari perempuan itu memakai jaketnya sepatunya dan beberapa senjata yang dibelikan pelayan untuknya.


Melihat tingkah Adelia, Desmon sama sekali tidak mengatakan apapun dan hanya ikut menggunakan peralatannya lalu mereka bersiap untuk meninggalkan tempat itu.


Sebelum pergi, Desmon membuat kekacauan di kamar Adelia.


"Kau ingin membuat bahwa aku seolah-olah diculik olehmu?" Tanya Adelia memperhatikan pria yang meninggalkan bekas darah di lantai.


"Aku tidak ingin orang yang memilikiku kembali dicari oleh orang-orang itu. Jadi aku akan membuatmu seolah kehilangan banyak darah dan tidak akan bertahan sampai kita keluar dari tempat ini." Ucap Desmond sembari menatap Adelia dengan sebuah senyum di bibirnya.


Adelia menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Aku tidak pernah memilikimu!!" Tegas Adelia lalu perempuan itu membuka jendela dan melihat keluar di mana keheningan sedang terjadi.


"Ayo!!" Tiba-tiba suara Desmon di sampingnya lalu dia merasakan tubuhnya di dekap oleh pria itu dan pria itu melompat keluar hingga mereka tiba di atap sebuah bangunan.

__ADS_1


Adelia ingin menjauhkan diri dari pria itu, tetapi mengingat bahwa dia harus menghemat tenaga sampai seluruh obat dalam tubuhnya selesai bekerja, maka Adelia hanya diam saja sembari tatapan perempuan itu mengamati perdesaan yang tampak begitu hening.


"Ayo!!" Ucap pria itu lalu kembali melompat dari satu atap ke atap yang lain dari atap ke dinding pembatas hingga ke atap yang lain lagi.


__ADS_2