
Setelah menyelesaikan urusan uang maka Adelia kembali ke rumah dan menyerahkan semua uang itu pada ayah dan ibunya.
Ayah dan ibunya begitu terkejut menerima setumpuk uang dari Putri mereka, tetapi keduanya belum berkata sepatah kata pun ketika Adelia lebih dulu berbicara.
"Kekurangan uangnya akan kukirimkan lagi dalam beberapa hari, karena dua hari lagi aku akan pergi ke sekolah petarung kota Padang Selatan. Aku akan bersekolah di sana." Ucap Adelia mengejutkan kedua orang tuanya lalu Merinika langsung memeluk putrinya dengan erat.
"Baiklah, kalau begitu dua hari lagi Ayah dan Ibu akan mengantarmu ke sana." Ucap mereka yang merasa sangat senang karena akhirnya putrinya akan tetap bersekolah.
Padahal, kemarin dia sudah berpikir bahwa putrinya tidak akan bersekolah sebab putrinya telah dibawa oleh para perampok.
Jadi mendengar berita itu saja sudah membuat Mrinika merasa sangat senang.
"Kalian tidak perlu mengantarku, pokoknya aku akan mengurus semuanya sendiri." Ucap Adelia yang tidak mau membebani kedua orang itu bila harus berpergian ke tempat yang jauh dengan tubuh Merinika yang sudah rentan dan lelah.
"Tidak masalah kalau kau tidak mau diantar, kau bisa berangkat dengan tetangga kita. Dia juga mau pergi ke sana, kalau begitu ibu akan menyiapkan bekal untukmu." Ucap Merinika langsung meninggalkan putrinya untuk segera menyiapkan kebutuhan putrinya.
Setelah beberapa saat, Merinika kembali lagi menghampiri suaminya yang masih terdiam memandangi putrinya.
"Suami, Ayo kita pergi ke kebun sebentar, lagi pula para penagih itu akan datang satu jam lagi. Aku membutuhkan ubi untuk diolah menjadi bekal Putri kita." Ucap Merinika langsung diangguki oleh Denrian, jadi kedua orang itu segera pergi ke kebun.
🌱🌱🌱
Dua hari kemudian di gerbang sekolah petarung kota Padang Selatan.
__ADS_1
Ada banyak orang yang datang mendaftarkan putra-putri mereka ke sekolah tersebut.
Dan Karena sekolah itu terkenal sebagai sekolah pembuangan maka mereka hanya menerapkan standar yang rendah untuk menerima siswa.
Anak-anak umur 10 sampai 17 tahun dengan tingkat kekuatan 4 sudah bisa memulai pembelajarannya di sekolah itu.
"Ibu,, aku lulus!!!"
"Ahh,, anakku akhirnya akan bersekolah."
"Bawalah bekal ini, dan belajar yang giat supaya nanti bisa membanggakan orang tua."
Adelia terdiam melihat sebuah keluarga kecil yang sedang berbahagia karena lulus menjadi murid sekolah petarung kota Padang Selatan.
'Sebaiknya aku mengurangi tingkat kekuatanku agar tidak mengejutkan semua orang.' ucap Adelia dalam hati yang tidak ingin menarik perhatian di hari pertamanya mendaftar sekolah.
Jadi dia mengatur tingkat kekuatannya sebelum mengetesnya pada bola pendeteksi tingkat kekuatan.
Sring.....!!!
"Bagus!!! Garis 12 tahun dengan tingkat kekuatan 8!! Kau lulus!!" Ucap guru besar yang terlihat sangat ramah.
"Terima kasih Guru," ucap Adelia memberi hormat pada guru tersebut lalu dia berpindah untuk mencatatkan namanya pada buku daftar siswa baru.
__ADS_1
Setelah selesai, Dia mendapat sebuah token yang menandakan bahwa dia bebas keluar masuk sekolah petarung kota Padang Selatan.
"Sekarang kau boleh masuk untuk berjalan-jalan melihat tempat sekitar. Jam 02.00 nanti kau harus berkumpul di aula utama!!!" Ucap seorang siswa yang bertugas menjaga di tempat itu.
"Baik Senior," kata Adelia memberi hormat pada seniornya yang cantik lalu dia segera berjalan memasuki sekolah barunya.
Dia berjalan-jalan dengan bosan sampai akhirnya dia terkejut ketika seorang pria tiba-tiba datang menyambarnya dan dengan cepat membawanya ke suatu.
Hap!!
Hap!!
Adelia bisa merasakan kekuatan besar pria itu dan terlebih lagi aroma tubuh pria itu serta caranya berpindah tempat sangat familiar di ingatan Adelia.
"Apakah kau sangat suka menculik perempuan?" Kesal Adelia ketika dia sudah diturunkan di paviliun pribadi milik Desmon.
Desmon tersenyum, "aku hanya suka menculik satu orang saja, yaitu kamu." Ucap Desmo memegang dagu Adelia lalu mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu.
"Selamat datang di sekolahku," ucap pria itu sembari melemparkan senyumnya ke arah Adelia.
Adelia hanya berwajah datar, tetapi diam-diam dalam hatinya dia merasa hangat bersama dengan pria itu, apalagi dia sudah tahu bahwa pria itu adalah pria yang sama yang menolongnya di kehidupan sebelumnya.
Jadi bertemu dengannya di kehidupan kedua adalah sesuatu yang sangat menguntungkan baginya.
__ADS_1