Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
216.


__ADS_3

Akhirnya, kereta yang akan mengantar Adelia dan selir Anania ke kerajaan barat telah bersiap untuk mengantar kedua orang itu.


Selir Ananiah memeluk putranya sebelum menaiki kereta meninggalkan Adelia yang masih tinggal menatap Desmond.


"Hati-hati di jalan dan jangan lupa nyalakan peluit ini jika terjadi sesuatu," ucap Desmon sambil memberikan sebuah peluit pada Adelia.


Adelia menganggukkan kepalanya mengambil peluit itu, lalu dia pun memeluk Desmon beberapa saat sebelum perempuan itu tanpa berkata-kata naik ke atas kereta.


Di dalam kereta, Adelia memegang peluit di tangannya lalu menatap selir Ananiah di depannya yang juga menatapnya.


"Ibu, peluit ini akan mendatangkan bantuan jika terjadi sesuatu di jalan," ucap Adelia menyerahkan peluit itu ke telapak tangan selir Ananiah membuat Selir Ananiah mengerutkan keningnya menatap gadis cantik di depannya.


"Kenapa kau memberikan ini pada ibu?" Tanya selir Anania yang merasa heran.


Adelia tersenyum tipis, "Aku tidak bisa pergi ke kerajaan barat sekarang, ada hal yang harus dilakukan dulu sebelum menyusul Ibu ke sana." Ucap Adelia sambil mengambil sesuatu dari cincin ruangnya lalu menyerahkannya pada selir Anania.


"Ini adalah pil yang masih tersisa yang dibuat oleh tabib, ini bisa menyembuhkan penyakit apapun dan menangkal racun apapun, jadi ibu bisa menggunakan ini di keadaan darurat," ucap Adelia menyerahkan 3 pil pada selir Ananiah hingga membuat selir Ananiah merasa cemas akan Adelia yang kini mengetuk dinding kereta.

__ADS_1


Tok tok tok....


"Desmond akan sangat marah jika dia tahu kau tidak ikut bersama dengan ibu," ucap selir Ananiah yang merasa cemas.


Kereta akhirnya berhenti, lalu Adelia kembali memegang kedua tangan selir Ananiah, "Ibu tidak perlu mencemaskan apapun, aku bisa menjaga diriku sendiri. Pokoknya jika urusanku sudah selesai, aku akan secepatnya menyusul kalian ke kerajaan barat," ucap Adelia kemudian perempuan itu segera turun dari kereta dengan tatapan selir Ananiah yang mengikutinya.


Adelia tidak menoleh lagi pada selir Anania, tetapi dia berjalan menghampiri pria yang bertugas membawa kereta dan menyuruh pria itu agar mengantarkan selir Ananiah dengan selamat.


Setelah berpisah dengan selir Ananiah, Adelia kemudian kembali ke sekolah petarung kota Padang Selatan dan dia mengawasi kediaman Desmon.


Jadi perempuan itu pun kemudian mengambil kudanya dan pergi dari tempat itu untuk menyusul Desmond.


Tak tak tak...


Tak tak tak...


Tak tak tak...

__ADS_1


Adelia terkejut ketika dalam perjalanan ia melihat segerombolan pasukan berkuda melajukan kuda mereka dengan kecepatan tinggi menuju ke arah istana.


'Sudah ku duga, sesuatu yang buruk telah terjadi hingga dia menyuruhku dan ibu untuk meninggalkan benua selatan,' ucap Adelia dalam hati lalu dia kemudian mengikuti segerombolan pasukan berkuda itu.


Adelia memperhatikan dari belakang seorang pasukan berkuda yang terlihat dalam keadaan lelah, lalu dia kemudian mendekati pasukan berkuda itu dan menusukkan pedang ke bokong kudanya hingga kuda itu berlari ke jalur yang lain.


"Maaf," ucap Adelia mengikuti kuda itu dan menarik sang penunggang kuda dari atas lalu membuat pingsan penunggang kuda itu.


Adelia lalu mengambil seragam militernya.


Setelah mengenakan seragam militer itu, Adelia kemudian menunggangi kuda milik pasukan itu dan menyusul pasukan yang lainnya.


'Pakaian ini kebesaran, tapi tidak apa-apa selama aku bisa masuk ke dalam istana,' ucap Adelia dalam hati sambil terus menjalankan kudanya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2