Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
159.


__ADS_3

Adelia yang meninggalkan asramanya kini telah tiba di kediaman Desmon dan melihat makan malam yang disediakan untuknya langsung membuatnya menatap Venom dengan bingung.


"Ini,, kau memanggilku hanya untuk makan malam?" Tanya Adelia pada pria yang berdiri tegap di samping Adelia.


"Ahh, Sebenarnya bukan hanya untuk makan malam, tetapi Ada hal penting yang harus dibicarakan namun aku menyuruh seseorang untuk mencari tahu dan ternyata kau belum makan malam, jadi aku menyiapkan makan malam khusus. Silakan nikmati makan malamnya dan pelayan akan membawamu bertemu denganku ketika kau selesai makan malam." Ucap Venom lalu pria itu kemudian meninggalkan Adelia yang sudah duduk di kursi.


Venom menghela nafas dengan lega, 'Pokoknya, selama tuan muda belum pulang dari lembah iblis, aku harus memastikan bahwa Adelia makan dengan teratur supaya Ketika Tuan kembali, Adelia tidak terlihat kurus. Ahh,, aku juga harus menanyakan tentang luka yang perempuan itu buat saat mengobati para guru besar. Jangan sampai luka itu masih belum sembuh saat tuan muda kembali.' ucap Venom dalam hati yang sangat cemas bahwa dia akan mendapat amukan dari tuan mudanya Jika saja pria itu kembali dan Adelia tidak dijaga dengan baik.


Sementara Adelia yang duduk sendirian, dia kebingungan melihat banyaknya makanan yang disediakan untuknya.


Padahal dia hanya sendirian, jadi tidak Mungkin dia akan menghabiskan semua makanan itu. Tetapi, karena dia tidak bisa memanggil bala bantuan untuk menghabiskan makanan itu, maka dia makan saja secukupnya sesuai dengan yang bisa ditampung oleh perutnya.


'Ini memang bagus, karena makanan yang disediakan oleh Venom jauh lebih enak daripada yang ada di sekolah. Kalau makan di sini juga aku tidak perlu mengeluarkan uangku untuk membayar makanan di sekolah.' ucap Adelia dalam hati sembari menikmati makan malamnya.


Setelah selesai makan malam, Adelia kemudian diantar oleh salah seorang pelayan menghampiri Venom yang sudah berada di ruangan tempat Peti selir Ananiah diletakkan.

__ADS_1


Begitu memasuki ruangan, Adelia bisa melihat Venom dan tabib sedang berbincang-bincang jadi dia semakin mendekat ke arah dua orang itu hingga membuat kedua orang itu menghentikan perbincangan mereka dan melihat ke Adelia.


"Bolehkah aku melihat luka di tanganmu?" Tanya Venom langsung mengejutkan Adelia karena tidak menyangka pria itu akan menanyakan luka kecil di tangannya


Tetapi dia tetap memperlihatkan tangannya dan terlihat bahwa luka yang ada di tangan Adelia sama sekali tidak tertutup, bahkan masih terlihat berair.


"Bagaimana bisa begini?" Ucap Venom yang kini merasa sangat khawatir dan sang tabib yang ada di sana juga melihat tangan Adelia lalu memeriksanya dengan teliti.


"Luka kecil ini seharusnya sudah mulaj kering, tapi kenapa masih seperti ini?" Ucap sang tabib yang merasa begitu aneh karena pertama kalinya melihat seseorang terluka namun lukanya tidak cepat sembuh, padahal itu hanya luka kecil saja.


Sang tabib menganggukkan kepalanya, "aku akan memberikannya nanti, tapi sekarang kita sebaiknya membicarakan tentang pil yang telah kubuat untuk selir Ananiah," ucap sang tabib mengeluarkan pil dari sakunya, lalu memperlihatkannya pada kedua orang yang ada di depannya.


"Pil ini sangat cepat larut bahkan dengan hanya bersentuhan sedikit air saja, tetapi yang menjadi pertanyaannya bagaimana kita akan membuka petinya dan memberikan pil ini pada selir Ananiah, jikalau membuka petinya saja akan menyebarkan racun." Ucap sang tabib itu langsung membuat Adelia menyipitkan matanya menatap peti tersebut.


Adelia kemudian berkata, "Bagaimana kalau aku yang membukanya? Tabib mengatakan bahwa aku kemungkinan besar kebal terhadap semua racun jadi--"

__ADS_1


"Tidak!" Sela Venom, "itu terlalu beresiko, Bagaimana kalau kita menunggu pendeta dari kuil untuk membuka petinya? Pendeta dari kuil pasti bisa melakukannya, daripada mencari resiko yang terlalu berbahaya." Tegas Venom.


Adelia menggelengkan kepalanya, "tidak, aku rasa aku perlu membuktikan diriku sendiri. Kemarin aku sudah kebal terhadap racun yang disebabkan oleh serangan ular putih, jadi sekarang aku akan mencobanya terhadap racun yang ada pada tubuh selir Anania." Ucap Adelia langsung membuat wajah Venom menjadi pucat pasi.


Luka kecil di tangan Adelia sudah membuatnya ketakutan hingga tidak bisa tidur, sekarang gadis itu malah mengatakan akan membuka peti penuh racun?


Bagus kalau tidak terjadi apa-apa pada Adelia, Tetapi kalau sesuatu terjadi maka dia akan berakhir menjadi makanan serigala serigala peliharaan Tuan mudanya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....


__ADS_1


__ADS_2