
Adelia dan kedua temannya berjalan semakin menjauh ketika tiba-tiba saja mereka mendengar suara pertarungan yang sangat keras dari belakang mereka.
Burung-burung langsung terbang di udara dan gemuruh hewan-hewan kecil langsung terdengar di sekeliling mereka hingga mereka akhirnya berbalik menatap ke belakang mereka.
"Sepertinya sudah terjadi pertarungan antara ular putih itu dengan para guru besar. Aku harap ular putih itu tidak kenapa-kenapa dan para guru besar juga tidak terluka," ucap Karina yang merasa begitu cemas pada pertarungan sengit yang sedang terjadi di hutan itu.
"Kita sudah memperingati mereka, namun mereka tidak mau mendengarkan kita, jadi biarkan saja." Ucap Ozon lalu dia berbalik melangkahkan kakinya untuk semakin menjauhi tempat itu karena dia tidak mau menyinggung para guru besar.
Tetapi Karina yang memiliki hati yang lembut langsung memegang tangan Adelia sembari berkata, "aku sangat khawatir, Bagaimana kalau kita pergi memeriksanya sebentar? Kalau benar-benar tidak terjadi sesuatu yang buruk maka kita bisa pergi lagi dari sana."
Ucapan Karina langsung membuat langkah Ozon terhenti, lalu pria itu kemudian menatap Adelia untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Adelia.
"Apa kau sebegitu cemasnya?" Tanya Adelia sembari memperhatikan wajah Karina yang tampak begitu cemas.
__ADS_1
Maka Karina langsung menganggukkan kepalanya hingga Adelia akhirnya menuruti keinginan perempuan itu, lalu mereka kembali ke sarang ular putih dan terbetapa terkejutnya mereka saat melihat pohon yang menjadi sarang ular putih itu telah hancur.
Sementara wakil kepala sekolah dan para guru besar kini terbatuk-batuk memuntahkan darah sama seperti yang terjadi pada Ketiga murid tingkat 9 yang sebelumnya diserang oleh ular putih itu.
"Astaga,,," Karina menutup mulutnya dengan kedua tangannya sembari mata gadis itu menghitung jumlah anak yang terletak di atas kepala ular putih.
"Anaknya hanya ada 5, kemana yang satunya?" Ucap Karina langsung membuat Adelia dan Ozon juga menatap anak ular yang berada di atas kepala ular putih itu.
"Tidak, kita tidak bisa membiarkan ada banyak lagi korban yang berjatuhan!!" Ucap Karina tanpa pikir panjang langsung berlari ke arah ular putih yang hendak memberikan serangan terakhir pada ke-4 guru besar yang sudah tak berdaya di tempat mereka.
Karina kemudian berlari ke tengah-tengah hingga membuat ular putih terkejut dan menghentikan serangan yang hendak ia lontarkan.
"Ular putih, Tolong jangan menyakiti mereka lagi," ucap Karina yang sangat cemas melihat keempat orang yang sudah terluka karena sembarangan ular putih itu.
__ADS_1
Sementara wakil kepala sekolah dan para guru besar yang melihat itu sangat terkejut melihat keberanian Karina, dan mereka lebih terkejut lagi melihat ular putih itu langsung menghentikan serangannya ketika Karina berlari di tengah-tengah mereka.
Setelah Karina berbicara, ular putih menjadi terlihat sangat sedih dan dia berbalik menatap rumahnya dan juga melihat anak keenamnya yang seharusnya menetas dengan selamat kini sudah mati sebelum sempat menetas dengan sempurna.
Karina mengikuti pandangan ular itu dan dia juga tampak sedih melihat anak ular itu, "aku turut sedih atas kematian anakmu, tapi kalau kau membunuh mereka berempat maka akan ada lebih banyak lagi anggota mereka yang datang dan pertarungan ini tidak akan pernah berhenti. Aku akan menguburkan anakmu dengan baik dan layak, tapi berhentilah menyakiti mereka, hm!!" Ucap Karina sembari memperlihatkan wajah memohonnya pada ular putih di hadapannya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1