Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
282. TAMAT


__ADS_3

Tak tak tak....


Tak tak tak....


Tak tak tak....


Suara kuda yang melaju di sebuah pegunungan dengan seorang pemimpin yang merupakan gadis berumur 17 tahun membuat barisan rapi melewati pegunungan tersebut.


Tak tak tak...


Tak tak tak....


Tak tak tak....


Kuda-kuda tersebut terus bergerak sampai akhirnya Adelia menghentikan laju kudanya diikuti oleh semua rombongannya yang ada di belakang.

__ADS_1


"Aku akan melanjutkan perjalananku dari sini, kalian sudah bisa kembali." Ucap Adelia pada bartonius yang mengawalnya secara langsung.


Bartonius menganggukkan kepalanya lalu mereka membiarkan Adelia melajukan kudanya menuju benua Padang Selatan, sementara Mereka kemudian kembali ke benua Padang barat, sebab tentunya di benua Padang barat Ada banyak hal yang harus mereka kerjakan demi mempertahankan kemakmuran benua Padang Barat.


Setelah cukup lama menunggangi kudanya, Adelia kini tiba di istana dan perempuan itu melihat bahwa tampilan istana sangat berbeda, dan semua warga benua Padang Selatan tinggal di ibu kota, sebab yang tersisa dari warga-warga itu hanyalah sedikit orang saja yang membuat desa-desa yang ada di benua pada Selatan kini telah kosong.


Namun begitu, Adelia memberikan banyak subsidi tentara yang mana benua Padang Selatan masih memiliki penjagaan yang sangat ketat di setiap perbatasan mereka karena bantuan dari benua Padang Barat.


"Sayang," ucap Desmond ketika melihat istrinya datang ke tempat itu.


"Padahal, aku sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuk pergi ke sana, tapi kenapa kau begitu tidak sabaran dan datang kemari sendirian?" Ucap Desmon meski dia tahu bahwa istrinya memiliki kekuatan untuk menghancurkan 1000 pasukan dalam satu pukulan, Tetapi dia tetap saja merasa bahwa istrinya adalah seorang perempuan yang harus dilindungi.


Adelia tersenyum menatap suaminya, "mulai hari ini aku akan tinggal di sini, karena benua Padang Barat akan dipimpin oleh Bartonius, jadi hanya sekali saja setiap dua bulan aku akan pergi ke sana," ucap Adelia yang merasa begitu berat jika harus berpisah lama-lama dengan suaminya.


Mendengar ucapan istrinya, Desmon sangat terkejut sehingga dia menatap perempuan itu dengan bingung, "Apa kau yakin meninggalkan kerajaan sebesar itu?" Tanya Desmond yang merasa bahwa untuk mengelola kerajaan besar seperti benua Padang barat, maka membutuhkan seseorang yang begitu bijak untuk melakukannya.

__ADS_1


"Hm,, kau tenang saja, setiap hari akan ada orang yang datang Untuk mengantarkan kabar terbaru dari benua Padang barat, jadi aku bisa memantau mereka dari jauh," ucap Adelia diangguki oleh Desmon lalu keduanya kemudian masuk ke dalam istana.


"Ahh,, aku punya satu hadiah untukmu," ucap Adelia ketika mereka tiba di dalam istana Raja.


"Apa itu?" Tanya Desmond.


Adelia tersenyum merogo sakunya, lalu perempuan itu kemudian mengeluarkan sebuah gantungan dan memperlihatkannya pada Desmond.


"Aku membuat ini untuk suamiku, aku mempelajarinya dan membuatnya sesuai khas benua Padang Barat," ucap Adelia yang merasa begitu bangga bahwa akhirnya dia bisa membuat gantungan yang sering dihadiahkan oleh suaminya padanya.


Desmond yang melihat itu merasa sangat senang, "terima kasih istriku," ucap Desmon.


Adelia kemudian memasangkan gantungan tersebut pada pakaian suaminya lalu tanpa aba-aba tubuhnya ditarik oleh suaminya dan dicium secara tiba-tiba.


TAMAT

__ADS_1


Terima kasih sudah mengikuti novel otor sampai di sini, semoga kalian puas dengan cerita yang otor sajikan, dan jangan lupa untuk mampir di cerita-cerita Otor yang lainnya.


__ADS_2