
Setelah pertemuannya dengan pendeta, maka setiap hari Adelia terus memberikan pil obat pada selir Ananiah, lalu kembali ke asramanya menjalani hari-harinya seperti biasa.
Adelia pergi ke ruang meditasi dan bermeditasi di ruang tingkat 1, tetapi karena kekuatannya sudah tidak seharusnya berada di tingkat 1 maka Adelia berpikir untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.
Namun sayangnya, penjagaan di tempat itu sangat ketat, jadi Adelia tidak bisa naik dan dia hanya menghela nafas sambil meninggalkan ruang meditasi untuk kembali ke asramanya, karena tidak ada gunanya dia berada di tempat itu ketika dia hanya bisa menggunakan ruang meditasi tingkat 1.
Baru saja Adelia keluar dari ruang meditasi ketika tiba-tiba saja dia dihampiri oleh seorang guru besar dan tabib sekolah yang langsung menatapnya dengan aneh.
'Ada apa dengan tatapan kedua orang ini?' ucap Adelia dalam hati yang merasa bingung dengan kedua orang di depannya yang menatapnya seperti ingin menerkam Adelia.
Beberapa detik setelah menyadari bahwa Adelia melihat tatapan mereka, maka tabib dan juga guru besar itu kemudian tersenyum.
__ADS_1
Lalu guru besar berkata, "ini,, ketika malam selesai minum-minum dan aku tertular penyakit dari para guru besar, maka aku juga bersentuhan dengan pelayanku yang akhirnya membuat mereka juga tertular penyakit dari ular putih itu. Jadi kami kemari untuk meminta sedikit darahmu untuk digunakan pada pelayan itu."
Sang tabib yang berdiri di samping guru besar langsung menganggukkan kepalanya, "benar, aku sudah memeriksa pelayan itu dan dia benar-benar tertular penyakit yang disebabkan oleh ular putih.
"Satu-satunya cara untuk menyembuhkannya ialah menggunakan darahmu, jadi ikutlah denganku ke ruang kesehatan agar aku bisa mengambil sedikit darahmu demi menyembuhkan pelayan itu." Ucap tabib itu langsung membuat Adelia mengerutkan keningnya.
"Aku sudah berbicara dengan tabib dari kediaman kepala sekolah, dan dia bilang dia memiliki pil yang masih tersisa yang telah dibuat menggunakan darah, jadi silahkan minta pil itu pada tabib dari kediaman kepala sekolah." Ucap Adelia mengejutkan dua orang yang ada di hadapannya karena tidak menyangka bahwa Adelia ternyata tak ingin memberikan darahnya.
Padahal, apa sudahnya memberikan darahnya? Hanya dengan membuat sedikit luka kecil lalu mendapatkan beberapa tetes darah, dan darah itu sudah bisa dibuat menjadi beberapa pil yang sangat berguna untuk menyembuhkan penyakit.
Ucapan guru besar itu langsung membuat Adelia menganggukkan kepalanya lalu dia kemudian berjalan mengikuti dua orang itu sembari menatap ke arah Karina yang baru saja keluar dari ruang meditasi.
__ADS_1
Dia kemudian menarik gadis itu ke sampingnya sembari berbisik, "cepatlah berlari ke pohon yang berada sudut Utara sekolah dan temui seorang pelayan berbaju warna coklat di bawah pohon itu, lalu katakan padanya untuk segera pergi ke ruang kesehatan. Jangan lupa mengatakan padanya bahwa ini adalah kode merah."
Karina yang mendengar ucapan Adelia langsung menganggukkan kepalanya lalu dia kemudian berlari meninggalkan tempat itu sambil sesekali menatap ke belakang karena dia benar-benar curiga dengan apa yang sedang terjadi sehingga membuat salah satu guru besar dan tabib sekolah datang mencari Adelia dengan terburu-buru.
'Benar-benar ada sesuatu yang disembunyikan oleh mereka, tetapi Adelia sendiri tidak mau memberitahu ku. Padahal aku sangat penasaran dengan apa yang sedang mereka kerjakan dan merencanakan. Lalu apa arti dari kode merah yang disebutkan oleh Adelia?' ucap Karina dalam hati yang begitu penasaran.
Tetapi perempuan itu tidak punya waktu untuk dibuang-buang memikirkan masalah tersebut ketika Adelia sedang dalam bahaya jadi dia akhirnya fokus untuk berlari ke arah pohon yang sudah diperintahkan oleh Adelia.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....