Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
37.


__ADS_3

Setelah makan dengan kenyang lalu tidur dengan gelisah di ranjang yang begitu keras, akhirnya Adelia terbangun di pagi hari.


Perempuan itu langsung melihat ke meja yang terletak dalam kamarnya di mana diletakkan satu set pakaian yang langsung membuat Adelia ternganga.


Pakaian yang penuh dengan lubang-lubang yang ditambal menggunakan kain bekas dan ukuran pakaian itu terlalu besar untuk dirinya.


"Putriku," tiba-tiba suara seorang perempuan dari ambang pintu langsung membuat Adelia menata perempuan yang adalah ibunya.


"Cepat ganti bajumu dan keluarlah untuk makan, Ibu sudah menyiapkan sarapan untuk kita semua." Ucap perempuan itu lalu berbalik meninggalkan Adelia.


Adelia yang ditinggalkan langsung meletakkan pakaian yang ada di tangannya lalu perempuan itu segera keluar mengikuti Ibunya dan melihat ayahnya sudah duduk di meja makan dan ibunya menaruh sisa sup daging ayam kemarin malam.


"Kau tidak ganti baju?" Tanya Denrian menatap cemas putrinya.


"Aku pakai baju ini saja." Jawab Adelia kemudian duduk di meja dan mulai menyantap makanan di depannya.


Denrian bersama istrinya menatap cemas ke arah Putri mereka yang tidak mau lagi menggunakan baju yang biasa dikenakan oleh gadis itu.


Dan setelah sarapan selesai, Merinika memegang tangan putrinya sambil berkata, "hari ini akan ada penagih hutang yang datang kemari untuk menagih hutang kita. Kau harus memakai baju yang sudah Ibu siapkan agar mereka tidak menggunakan mu sebagai jaminan untuk membayar hutang."

__ADS_1


Adelia yang mendengar ucapan ibunya langsung menghembuskan nafasnya lalu dia berkata, "Memangnya ada berapa utang kalian?"


"Itu,," Merinika menatap suaminya dengan lemah sebab Dia tidak mau mengatakan jumlah utang mereka pada Putri mereka.


Tetapi Denrian berkata, "utang keluarga kita senilai 500 perak. Ditambah bunganya setiap bulan maka hutang kita menjadi 700 perak."


Mendengar itu, Adelia menghela nafas lalu dia berkata, "aku akan mencari cara untuk melunasi hutang itu, Jadi kalian tidak perlu cemas."


"Tapi,, Bagaimana kau akan melunasi hutang kita yang sudah sangat banyak?" Tanya Denrian yang merasa cemas pada putrinya.


Adelia tersenyum, "aku akan memikirkannya jadi nanti setelah mengetahuinya aku akan memberitahu ayah." Ucap perempuan itu segera menghabiskan sarapannya lalu dia berpamitan pada kedua orang tuanya untuk berjalan-jalan di desa itu.


Gadis kecil yang begitu cantik dengan pakaian yang indah yang berjalan di tengah-tengah kota langsung menarik perhatian semua orang. .


"Siapa dia?"


"Ya ampun ada gadis cantik yang datang ke desa kita, siapa dia?"


"Astaga,, lihat betapa cantiknya dia dan betapa indahnya pakaian yang ia kenakan. Dia pasti berasal dari keluarga yang terpandang."

__ADS_1


"Iya kau benar, tapi di mana pengawalnya?"


"Ah ya,, bahkan tidak ada pelayan yang datang bersamanya."


Semua orang bertanya-tanya sambil memperhatikan Adelia yang berjalan dengan penuh percaya diri menyusuri desa kecil itu untuk melihat-lihat.


Ketika dia tiba di pantai, dilihatnya para nelayan yang sedang menangkap ikan di tengah laut.


"Hm,,," Adelia menyipitkan matanya melihat nilai-nilai itu lalu dia berbalik menghampiri seorang nelayan yang tampak lesu duduk di perahunya.


"Tuan, Kenapa Tuan tidak berlayar?" Tanya Adelia langsung membuat sang nelayan menatap Adelia dan terpaku sesaat menatap gadis cantik di depannya.


Setelah dia sadar bahwa gadis cantik itu sedang berbicara dengannya maka nelayan itu berkata, "perahu ku bocor dan tidak bisa berlayar. Juga masa-masa kini sangat sulit untuk mencari ikan. Kalau berlayar pun hasilnya tidak banyak jadi modal memperbaiki perahuku tidak akan tertutupi kalau menjual hasil tangkapan ikanku."


"Benarkah? Biar ku lihat bagian mana yang rusak dari perahumu," ucap Adelia langsung membuat sang pemilik perahu menghela nafas lalu dia memperlihatkan bagian yang rusak pada perahunya.


"Panggil seseorang untuk memperbaikinya, lalu aku akan menemani Paman berlayar dan memastikan Paman mendapat hasil tangkapan yang banyak." Kata Adelia langsung membuat pria pemilik perahu itu tertawa terbahak-bahak.


"Anak gadis, Jangan berbicara sembarang, ada banyak temanku yang sudah kembali berlayar, tapi mereka bahkan hanya mendapatkan empat atau lima ekor ikan kecil saja. Saat ini situasi sedang sulit Jadi kau tidak perlu menghiburku." Kata pria itu langsung membuat Adelia menghela nafas lalu dia berjalan pergi meninggalkan pria tersebut untuk mencari orang yang bisa memperbaiki perahu.

__ADS_1


__ADS_2