
Di ruang bawah tanah, Ratu bertemu dengan seorang pria yang sedang mengawasi semua orang yang sedang bersemedi di ruang bawah tanah itu.
"Ada apa?" Tanya pria dengan rambut serba putih itu saat melihat ratu tiba-tiba datang menghampirinya, sebab tujuan Ratu terus berada di lantai atas ialah untuk mengawasi orang-orang yang bersemedi di bagian atas serta mencegah orang asing masuk ke dalam.
"Gawat!! Seseorang menyelinap masuk ke dalam kediaman dan membunuh beberapa orang bersemedi. Sekarang terjadi kekacauan di lantai atas!!!" Ucap Ratu dengan sangat cemas.
Sang pria berambut putih yang mendengar ucapan Ratu menjadi kebingungan, "apa yang kau maksud? Tidak ada yang bisa menembus mantra kuno yang telah kubuat, karena mantra itu memiliki kekuatan iblis dan sebentar lagi jika korban yang tumbang sudah mencapai jumlahnya, maka iblis akan segera bangkit dan membantu kita menguasai seluruh benua. Orang-orang beracun juga menguasai lantai atas, Jadi tidak mungkin ada yang bisa menerobos masuk dan tetap selamat!" Ucap pria berambut putih itu yang benar-benar tak percaya dengan ucapan Ratu.
"Aku tahu,, aku juga bingung, tetapi para pesemedi di bagian barat, semuanya telah berubah menjadi orang beracun!!!" Ucap Ratu yang sebenarnya juga kebingungan dengan apa yang terjadi sebab mereka merencanakannya dengan sangat matang, jadi rencana mereka tidak mungkin gagal begitu saja.
"Ini aneh,, padahal tidak akan ada yang bisa menembus masuk ke dalam sini, bahkan orang dengan tingkat kekuatan 99 pun tak akan bisa melakukannya. Kecuali jika dia melalui gerbang keluarnya para orang-orang beracun milik kita, tapi dia pasti akan mati karena orang beracun akan menyentuhnya." Ucap pria beruban itu kini mulai berjalan untuk naik ke lantai atas mengecek kondisi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Di belakangnya, Ratu mengikuti pria itu sambil berkata, "Apakah benar benar tidak ada yang bisa menembus masuk ke dalam sini?"
"Ada," jawab pria berambut putih, "penerus kerajaan barat. Karena orang itu kebal akan racun, jadi para orang beracun tidak akan menginfeksinya. Tapi sayang sekali, raja yang menjabat sekarang ialah Raja yang palsu, jadi dia tidak akan kebal terhadap racun, dan penerus tahta kerajaan barat yang sesungguhnya sudah tidak ada lagi karena pemberontakan, jadi seharusnya tak ada lagi yang bisa mengalahkan kita." Ucap pria berambut putih sembari menaiki tangga menuju lantai atas.
Ratu yang mendengar itu merasa sangat terkejut, "Kalau begitu, siapa yang sudah menyelinap masuk? Jangan-jangan penerus tahta kerajaan barat sesungguhnya tidak dibunuh, tetapi mungkin selamat dan bersembunyi di benua Padang Selatan?" Ucap ratu langsung menghentikan langkah pria berambut putih.
"Itu tidak masuk akal, karena aku sudah memastikan setiap anak yang lahir dari ratu kerajaan barat terdahulu telah Aku bunuh. Bahkan semua anak-anak dari selir juga telah kubunuh, Jadi tidak mungkin ada yang tersisa." Ucap pria berambut putih itu barusaha mengingat kejadian lama ketika dia bersekongkol dengan seseorang dari kerajaan barat untuk melakukan pemberontakan.
"Hah,, memang ada satu. Tapi itu adalah bayi perempuan dan di kerajaan barat, tidak pernah ada sejarah perempuan yang menjabat tahta. Jadi aku membiarkannya saja ketika dia telah terbawa oleh air sungai dan hanya membunuh para pelayan yang menyelamatkannya. Tapi hanya beberapa saat dari sungai itu ada air terjun, jadi dia pasti akan mati." Ucap pria berambut putih sambil melanjutkan langkahnya naik ke atas.
Sementara Ratu, dia menggigit kukunya sambil mengikuti pria itu dan ketika pria itu telah keluar dari pintu maka ratu langsung mengunci pintu.
__ADS_1
'Aku harus tetap bersembunyi di bawah sini, karena di bawah sini ialah tempat yang paling aman!' ucap ratu dalam hati sambil turun ke bawah dan menyuruh seorang pelayan untuk berjaga di pintu atas.
"Jangan membuka pintu kecuali yang masuk ialah Sarome." Perintah Ratu.
"Baik yang mulia," ucap pelayan itu segera naik ke atas ujung tangga dan berdiri di belakang pintu.
Pelayan itu berdiri dengan perasaan cemas, sebab dia terlalu takut jika saja di luar pintu itu telah terjadi kekacauan dan semua orang-orang beracun telah mengantri di sana untuk membuka pintu.
Tetapi ketika dia melihat ke bawah, Dia menatap Ratu yang berdiri dengan cemas sambil berjalan bolak-balik, jadi dia pun hanya bisa terdiam di tempatnya sambil menahan kegugupan dan ketakutannya sendiri.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️