Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
102.


__ADS_3

Karina yang melihat kedatangan Adelia dari luar kamar di jam subuh-subuh seperti itu langsung melototkan matanya karena terkejut.


"Kau habis dari mana?" Tanya Karina yang merasa bahwa perempuan itu sudah melakukan sesuatu yang aneh-aneh.


Bagaimanapun, dia selalu cemas memikirkan perempuan itu yang dari waktu ke waktu terus saja bersikap aneh dan berani jadi dia merasa selalu cemas setiap kali dia melihat Adelia tampak baru saja melakukan sesuatu yang aneh.


🔥🔥🔥


"Aku baru saja kembali menyelidiki kereta yang kau maksud membawa bahan makanan untuk bagian dapur." Jawab Adelia kembali membuat Karina melototkan matanya.


"Apa?!! Kenapa kau melakukan itu? Apakah kau tahu kalau kau ketahuan maka mereka mungkin tidak akan melepaskanmu?" Tanya Karina tidak dihiraukan oleh Adelia.


"Nanti malam tepat pada pukul 07.00 kita akan keluar pergi ke gudang yang kutemukan tadi dan mendapatkan sesuatu dari sana. Bicaralah dengan Ozon nanti siang, dan kita akan berkumpul di depan gerbang asrama." Kata Adelia kembali membuat Karina tak mampu berkata-kata di tempatnya.

__ADS_1


Perempuan itu menggigit jari telunjuknya dengan gugup sambil berkata, "Aku takut sekali aku tidak bisa dikeluarkan dari sekolah ini kalau kita ketahuan, karena kedua orang tuaku sangat mengharapkan ku menyelesaikan sekolah di tempat ini.


"Kalau aku melanjutkan sekolahku di tempat lain maka kedua orang tuaku tidak akan sanggup membayar biayanya yang begitu mahal, hanya di sini sekolah yang lebih murah daripada sekolah-sekolah yang lainnya." Ucap Karina yang terlampau cemas.


"Jangan khawatir, kita tidak akan dikeluarkan." Kata Adelia meski kata-kata itu tak mampu menenangkan hati Karina, sebab dia benar-benar takut dan ketakutannya membuat perempuan itu menjadi gugup sepanjang hari.


Sementara Adelia yang masuk ke kamar mandi untuk membasuh tubuh, Perempuan itu berdiri sambil berpikir, 'saat ini kepala sekolah sedang berkabung atas kematian ibunya, dan juga dia berusaha untuk mencari tahu penyebab kematian ibunya, jadi aku tidak mungkin memberitahukan masalah ini padanya.


Dan lagi, Adelia sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh guru besar Beloma terhadap anak-anak itu.


Bahkan dia mendengar bahwa dia yang akan dipanggil untuk menjadi objek percobaan berikutnya.


Jadi sepanjang hari itu, Adelia menjalani kelasnya seperti biasa, dan pada pukul 06.00 dia pergi ke kediaman Desmond dan menemui pria itu.

__ADS_1


Terlihat Desmond masih berada di samping peti mati ibunya sembari pria itu memperhatikan perempuan yang sudah meninggal dan diletakkan di dalam peti kaca.


"Apa kau sibuk?" Tanya Adelia ketika dia tiba di sana dan dia amat terkejut ketika dia melihat bahwa garis hitam kecil pada kuku perempuan dalam peti sudah mulai menyebar.


"Apa yang terjadi? Mengapa kuku orang yang sudah meninggal bisa begitu?" Ucap Adelia memperhatikan ke dalam peti karena dia benar-benar tak percaya bahwa tubuh yang sudah tidak bernyawa malah memperlihatkan tanda-tanda bahwa dalam tubuh Ananiah, racun semakin menyebar.


"Aku berencana membuka petinya hari ini, tapi pendeta dari kuil belum datang, Jadi aku sedang menunggunya." Ucap Desmond dengan suara yang tenang menatap wajah ibunya yang masih tampak terlihat segar.


"Ahh baguslah, dia benar-benar harus diperiksa, karena ini adalah fenomena aneh yang seharusnya tidak terjadi pada orang yang telah meninggal." Ucap Adelia.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1


__ADS_2