Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
156.


__ADS_3

Setelah sang tabib berhasil membuat pil yang mudah dicerna oleh semua orang yang sakit maka semua guru besar yang hanya tertular lewat sentuhan dari pasien langsung menjadi pulih hari itu juga lalu satu persatu di antara mereka diperiksa dan dinyatakan bahwa semuanya telah sehat.


Maka begitu, semua guru besar menjadi sangat senang dan mereka menanyakan bagaimana cara tabib menyembuhkan mereka, lalu sang tabib mengatakan bahwa mereka menggunakan darah Adelia.


Semua guru besar terkejut, tetapi tentu saja mereka semua sangat berterima kasih pada Adelia hingga mereka memutuskan menghadiahkan beberapa senjata mereka pada Adelia.


Sementara itu, 7 orang yang diserang langsung oleh ular putih masih dalam tahap pemulihan, karena tubuh mereka yang sudah mulai menghitam maka perlu dosis ekstra untuk mereka agar cepat pulih.


"Berapa lama lagi mereka akan sembuh?" Tanya tabib sekolah pada tabib dari kediaman Desmon saat dia ikut melihat 7 orang di tempat tidur yang terbaring dalam keadaan masih tak sadarkan diri.


"Entahlah, tetapi aku rasa dalam 3 hari ke depan mereka akan sembuh total dan hanya perlu memberikan pil ini setiap hari sebanyak 3 pil untuk membuat mereka lebih cepat sembuh." Ucap sang tabib sembari menyimpan pil tersebut ke dalam sakunya.


"Baguslah, kalau begitu sekolah akan kembali damai lagi, tapi bagaimana caramu mengetahui kalau darah Adelia bisa menggantikan darah ular putih untuk menyembuhkan penyakit ini?" Tanya tabib sekolah yang merasa penasaran.

__ADS_1


"Ini semua berkat Adelia, dia yang melakukan eksperimennya sendiri dengan pergi menyentuh wakil kepada sekolah dan akhirnya menemukan bahwa dia tidak tertular. Jadi kami berinisiatif untuk mencoba darahnya dan akhirnya ternyata darah Adelia bisa bekerja dengan baik." Ucap tabib kediaman Desman langsung membuat habib dari sekolah menganggukkan kepalanya.


'Kalau darah Adelia bisa menyembuhkan penyakit mematikan yang disebabkan oleh serangan ular putih, maka penyakit-penyakit lain yang tidak seganas ini pun bisa disembuhkan oleh darahnya. Kalau aku mengambil darah Adelia lalu membuatnya menjadi ramuan dan menjualnya dengan harga yang tinggi, maka Semua orang pasti akan membeli obatku dan aku bisa menjadi kaya raya hanya dalam waktu singkat.' ucap tabib sekolah dalam hati yang kini memiliki sebuah rencana licik.


Pada saat yang bersamaan juga, Adelia yang ada di asrama baru saja selesai mandi dan kini duduk di meja rias sembari menyisir rambutnya, ia dikejutkan dengan suara ketukan pintu.


Adelia dan Karina langsung berpandangan satu sama lain karena tentu saja pintu mereka tak pernah diketuk oleh seseorang kecuali ada suruhan dari kediaman Desmond.


Tapi saat ini, Desmond tidak ada di kediamannya, Jadi tidak mungkin ada pelayan dari kediaman pria itu yang datang untuk memanggilnya atau sekedar menemuinya.


"Guru besar?" Ucap Karina yang begitu terkejut melihat salah satu guru besar mereka yang kini berdiri di depan pintu kamar mereka.


Biasanya, guru besar tak pernah mendatangi kamar para murid, kecuali jika ada hal yang sangat mendesak dan biasanya hal itu bukanlah sesuatu yang baik, tetapi merupakan kabar buruk hingga membuat para guru besar turun tangan langsung untuk menghadapinya.

__ADS_1


"Di mana Adelia?" Tanya Guru besar itu langsung membuat Karina menjadi sangat cemas karena takutnya ada sesuatu yang membuat Adelia dicari oleh guru besar untuk memberikan hukuman.


Tetapi, Karina belum sempat berbicara ketika Adelia sudah muncul dan menatap guru besar dengan rasa penasarannya tentang alasan guru besar itu mencarinya.


"Ternyata kau di sini, aku datang kemari mewakili semua guru besar mengucapkan terima kasih padamu." Ucap guru besar itu sembari merogo sakunya lalu dia mengeluarkan sebuah gelang berwarna emas ke merahan dan menyerahkannya pada Adelia.


"Ini adalah gelang ruang, di dalamnya terdapat semua barang-barang yang dikumpulkan oleh para guru besar sebagai ucapan terima kasih karena kau sudah membantu kami semua." Ucap guru besar itu langsung membuat Karina terkejut dan dia benar-benar penasaran tentang hal apa yang sudah dilakukan oleh Adelia hingga membuat guru besar itu menyerahkan sebuah gelang yang Begitu berharga pada Adelia.


Bahkan, dia juga tak percaya bahwa semua guru besar berpatung-patungan menyiapkan hadiah khusus untuk Adelia.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!

__ADS_1


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....



__ADS_2