
"Ha ha ha... Gadis ini sangat menarik, aku menjadi semakin tertarik untuk menjadikannya istriku yang paling muda. Keluarga ini akan diberkati, keluarga ini akan mendapat kemakmuran karena aku akan memberikan segala sesuatu yang diinginkan keluarga ini.
"Aku akan menjadikan Putri kalian sebagai istriku yang paling kusayangi dan menjadikannya yang paling berkuasa di rumahku." Ucap Tuan kalinea sangat mengejutkan Merinika dan Denrian karena tentunya mereka tidak ingin putri mereka menikah dengan tua bangka.
🌺🌺🌺
Adelia pun Tentu saja tidak ingin menikah dengan pria di depannya, jadi Adelia kemudian berkata, "Sepertinya anda sudah keterlaluan berbicara, karena keluarga kami bukan keluarga yang tidak mampu, hanya kami ingin hidup sederhana saja. Juga, aku tidak akan pernah mau menikah dengan tua bangka yang sudah bau tanah serta bermuka jelek seperti mu!!!"
Tiga orang yang mendengarkan ucapan Adelia sangat terkejut, bahkan Tuan Galinea pun menjadi sangat terkejut dengan keberanian perempuan itu menghinanya, hingga Dia kemudian menjadi marah dan memukul meja dengan keras.
Brak!!!
"Sialan!!! Berani-beraninya kau berkata seperti itu padaku?!! Bahkan jika aku mau, aku bisa menghancurkan rumah ini hanya dengan satu kata yang keluar dari mulutku!!!!" Tegas Tuan Galinea sambil memberikan tatapan peringatan pada gadis muda di depannya.
"Hm, benarkah?" Tanya Adelia sambil mengeluarkan sesuatu dari gelang ruang miliknya dan memperlihatkannya pada pria di depannya.
"Apa itu?!" Tanya tuan galinea yang terkejut melihat benda aneh yang ada di tangan Adelia dan perasaannya tidak enak bahwa benda aneh itu akan digunakan untuk melawannya.
Tetapi ketika dia kembali mengingat bahwa tingkat kekuatannya mencapai 30, maka dia merasa bahwa perempuan di depannya pasti tak akan memiliki kekuatan seperti itu.
__ADS_1
Sebab tingkat kekuatan yang ia miliki ialah tingkat kekuatan paling tinggi yang dimiliki oleh orang-orang di desa mereka.
"Kalau tuan berani memegang benda ini, maka aku akan berbesar hati mau menikah dengan tuan," ucap Adelia sambil tersenyum memperlihatkan sebuah benda persegi yang terbuat dari batu alam.
Benda itu mengandung kekuatan dari inti roh hewan yang bisa membuat orang yang menyentuhnya terus berhalusinasi sampai akhir hayatnya.
Tuan Galilea yang mendengar itu kemudian tersenyum, "kau sudah mengatakannya," ucap pria itu mengulurkan tangannya lalu dia kemudian mengambil barang itu dari Adelia namun dengan sengaja juga menyentuh kulit halus Adelia.
Adelia yang merasakan itu merasa sangat marah. Tetapi dia berusaha menahan kemarahannya dan hanya mengambil sebuah sapu tangan lalu mengelap tangannya.
Tuan Galinea yang melihat itu sama sekali tidak perduli, karena dia tahu sebentar lagi dia akan menyentuh seluruh bagian tubuh Perempuan itu Dan menikmatinya siang dan malam.
"Lho, kemana benda itu?" Ucap Tuan Galinea yang tidak mengerti benda itu tiba-tiba hilang.
Tetapi Adelia yang melihat itu hanya tersenyum, "datanglah dalam dua hari lagi," ucap Adelia membuat Tuan Galilea tersenyum dan pria itu langsung melupakan benda yang tadi menghilang di tangannya.
"Tentu saja!" Ucap pria itu lalu dia kemudian berjalan keluar untuk kembali ke kediamannya.
Merinika yang melihat itu langsung memegang tangan putrinya dengan cemas sambil berkata, "Astaga,,, Ibu benar-benar tidak bisa membiarkanmu menikah dengan pria tua bangka itu!!!!"
__ADS_1
Denrian pun merasa cemas menatap putrinya, tetapi Adelia kembali melebarkan senyumnya lalu dia menatap ibunya dengan hangat.
"Ibu tidak perlu khawatir karena dia tidak akan pernah datang kemari untuk melamarku. Benda yang kuberikan tadi memiliki kekuatan untuk membuat pemiliknya berhalusinasi, jadi ketika dia menyentuhnya maka benda itu akan terserap ke dalam tubuh dan tak bisa lagi dikeluarkan." Ucap Adelia mengejutkan dua orang yang ada di depannya karena tak menyangka ternyata ada senjata seperti itu.
"Lalu, bagaimana dia akan berhalusinasi?" Tanya Merinika yang merasa sangat penasaran.
"Dia akan menghayal tentang segala sesuatu buruk yang pernah ia alami." Jawab Adelia.
"Itu,, aku dengar Tuan Galilea pernah jatuh ke dalam laut ketika dia sedang pergi ke desa seberang. Jangan-jangan dia akan berhalusinasi tentang itu," ucap dengerin yang kini menarasa penasaran tentang halusinasi apa yang akan dialami oleh Tuan Galilea.
Tetapi pria itu sama sekali tidak merasa iba pada Tuan Galinea karena dia tahu pria itu benar-benar tidak layak untuk dikasihani sebab Dia adalah pria paling penindas di desa mereka.
"Apapun itu, tidaklah penting untuk kita, yang penting mulai sekarang desa ini akan menjadi aman karena tuan Galinea tidak akan pernah lagi mengganggu semua orang. Ah,,, besok siang aku sudah harus kembali ke sekolah, jadi malam ini bolehkah aku yang memasak makan malam?" Tanya Adelia langsung membuat marinica menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja, kalau begitu biar Ibu membantumu," ucap Merinika dijawab dengan gelengan kepala Adelia.
"Tidak, Ayah dan ibu tetap di sini saja biar aku yang pergi ke dapur." Kata Adelia sembari berdiri meninggalkan kedua orang itu dengan Merinika yang menatap putrinya dengan mata berkaca-kaca.
Denrian yg melihat itu langsung menarik Merinika ke dalam pelukannya, "Putri kusta sudah banyak berubah ke rumah dia bisa melindungi kita berdua," ucap dendrian yang seumur hidupnya tak pernah dia mengalahkan seseorang dan hanya selalu dia saja yang terus mengalah untuk setiap orang yang menginginkan sesuatu darinya.
__ADS_1
Tetapi kali ini dia benar-benar bisa menghadapi banyak orang semuanya berkat Putri mereka yang sudah pergi bersekolah sehingga pria itu berpikir bahwa bersekolah Memang sesuatu yang harus diperjuangkan.