
Adelia akhirnya akan berangkat ke perbatasan benua Padang barat dan Benua Padang Utara untuk memulai peperangannya.
Sebelum menaiki kereta, perempuan itu memberikan surat pada Bartonius, "antarkan ini ke benua Padang Selatan pada Desmon. Aku ingin orang yang kau suruh itu memberikannya secara pribadi." Ucap Adelia langsung diangguki oleh Bartonius.
"Baik yang mulia," ucap Bartonius, kemudian dia menyimpan surat itu dengan baik dan melihat Adelia menaiki kereta lalu kereta tersebut segera meninggalkan istana.
Perjalanan selama 3 hari membuat Adelia banyak menemukan hal-hal baru di benua Padang Barat sampai akhirnya dia tiba di perbatasan Dan disambut oleh para tentara yang sedang berjaga di sana.
Adelia tidak ingin beristirahat, perempuan itu langsung masuk ke dalam sebuah ruangan yang digunakan untuk mengatur strategi menghadapi benua Padang Barat.
Seorang jenderal bernama Gandaria merupakan jenderal yang memimpin peperangan tersebut.
"Yang mulia Ratu, ini adalah strategi peperangan yang akan kami laksanakan nanti malam. Tetapi sebelum itu, saya akan menjelaskan posisi dan keadaan wilayah ini," ucap Gandaria kemudian menunjuk sebuah area.
"Posisi kita berada di sini, sementara posisi musuh berada di sebelah timur membuat sebuah kamp tetapi mereka juga memiliki sebuah camp di sebelah barat dan juga Utara. Namun, kamp terbesar mereka yang dihuni oleh pemimpin mereka ialah yang berada di posisi sebelah timur.
__ADS_1
"Sementara itu, 2 game yang lainnya dipimpin oleh wakil jenderalnya yang setiap 2 jam sekali akan ada orang yang pergi melaporkan di sebelah timur. Sementara itu, ini adalah danau yang luasnya sekitar 100 meter persegi dengan kedalaman 50 meter.
"Di sisi sebelah timur danau terdapat sebuah pegunungan dan beberapa tenda kita juga didirikan di sana serta dari sinilah kita mengawasi mereka sebab gunung ini tinggi Jadi cukup mudah untuk mendapatkan informasi dari tanah serta orang-orang kita yang memberikan informasi menggunakan burung pengantar pesan." Ucap Gandaria terus menjelaskan, sementara Adelia mendengarkannya dengan seksama meski sebenarnya dia sudah mengenal wilayah itu.
Sebab dahulunya dia juga pernah berada di tempat itu namun hanya beberapa hari saja sebab dia memenangkan pertarungan dengan benua Padang Barat dalam waktu 2 hari lalu kembali ke ibukota untuk beristirahat.
Tetapi dia tidak menyangka bahwa ternyata perang kembali lagi muncul sebab benua Padang barat sangat ingin menguasai sumber permata yang berada di pegunungan di seberang danau.
'Meski dulunya Aku berusaha mendapatkan tambang permata itu untuk benua Padang Utara tetapi karena aku telah dikhianati oleh benua itu maka aku tidak akan memberikannya lagi bagi benua Padang Utara,' ucap Adelia dalam hati yang begitu marah dan geram atas apa yang terjadi di masa lalunya sehingga dia mati mengenaskan.
Maka, setelah cukup lama mendengarkan penjelasan dari Gandaria, perempuan itu kemudian menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu, kita akan mengubah serangannya," ucap perempuan itu kemudian mengambil gambar-gambar kuda dan juga para pemanah lalu meletakkannya di tempat-tempat yang ia yakini.
Hal itu membuat Gandaria mengerutkan keningnya karena dia merasa bahwa Adelia Baru saja datang ke tempat itu dan belum mengetahui sesuatu, lagi pula perempuan itu baru berusia 12 tahun dan meski dia mendengar perempuan itu mengalahkan iblis, dan juga diberkati oleh Dewi matahari tetapi tetap saja masalah iblis dan masalah peperangan dengan manusia sangatlah berbeda.
Oleh sebab itu, Gandaria kemudian berkata, "Saya minta maaf Yang mulia, tetapi saya rasa strategi sebelumnya jauh lebih baik daripada yang ini karena kami membuat strategi itu untuk mempertimbangkan segala sesuatu yang terjadi dan posisi musuh serta--"
__ADS_1
"Tetapi kalian tidak mempertimbangkan faktor terpenting dari kemenangan ini. Tempat kalian memulai penyerangan itu merupakan tempat tinggalnya serigala putih peliharaan jenderal benua Padang Utara. Sementara di sini, adalah lokasi jebakan yang dibuat oleh mereka," ucap Adelia Jangan jelas tahu hal-hal itu membuat setengah jenderal mengerutkan keningnya.
"Tidak ada jebakan di sini, kami sudah memastikannya, dan juga di sekitar sini kami sudah mengawasinya selama 1 bulan lebih dan sama sekali tidak ada serigala putih seperti yang mulia katakan," ucap Gandaria Yang jelas berkesi keras bahwa strateginya sebelumnya ialah yang paling efektif untuk mengalahkan musuh.
Lagi pula, strategi itu sudah disusun sejak lama dan mereka sudah melakukan berbagai hal untuk menyusun strategi itu.
Jadi tidak mungkin orang yang tidak mengetahui lokasi peperangan juga segala hal yang berada di tempat itu bahkan lebih parahnya lagi bahwa tidak berpengalaman dalam peperangan akan mengatur dirinya yang adalah seorang jenderal meskipun Adelia adalah seorang pewaris tahta kerajaan Barat.
Melihat Gandaria yang bersikeras, maka Adelia menghela nafas, "kalau begitu, lakukan yang ingin kalian lakukan," ucap Adelia lalu perempuan itu berjalan pergi meninggalkan tenda.
Gandaria yang melihat itu tidak mengatakan apapun tetapi dalam hatinya dia tentunya merasa kesal pada seorang bocah yang datang untuk mengacaukan mereka.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1