
Adelia dan Karina hendak memasuki asrama ketika seorang perempuan tiba-tiba saja menahannya di depan pintu asrama.
"Hadiah untuk kalian berdua," ucap perempuan itu menyerahkan dua buah kunci asrama, masing-masing satu untuk Adelia dan Karina.
Adelia langsung mengambil kunci itu dan melihatnya, "kami baru mendaftar untuk memilih kamar yang mana, Mengapa sudah diberikan sekarang?" Tanya Adelia yang kebingungan.
Jangan-jangan kunci yang diberikan pada Amerika adalah sebuah jebakan untuk membuat mereka dikeluarkan lebih awal dari sekolah, atau mungkin saja ada rencana jahat lain yang didasari oleh pemberian kunci tersebut.
Tetapi perempuan di depan Adelia dan Karina langsung tersenyum lalu dia mencondongkan badannya ke Adelia sambil berbicara dengan suara pelan, katanya: "Ini hadiah dari Tuan Desmon, katanya nanti malam pada pukul 08.00 Nona harus pergi ke kediamannya."
Mendengar itu, Adelia langsung menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu melihat perempuan itu sudah berjalan pergi meninggalkannya.
'Dia memanggilku Nona, berarti perempuan itu adalah pelayan Desmon, yang artinya ada banyak pelayan perempuan di--' Adelia menghentikan pikirannya, karena dia merasa bahwa dia tidak patut untuk mengurusi hal itu.
Sebab dia dan Desmon sama sekali tidak memiliki hubungan yang berarti untuk saling mencampuri hal-hal seperti itu.
Sementara Karina, dia menatap Adelia dengan bingung dan berkata, "apa yang dia katakan?"
__ADS_1
Adelia tersenyum, "katanya Ini hadiah karena kita mendapat angka tinggi saat pengetesan tingkat kekuatan." Ucap Adelia langsung membuat Karina kebingungan.
"Tapi aku hanya berada di tingkat kekuatan 4. Lalu Mengapa aku juga mendapatkannya?" Ucap Karina yang merasa heran saat dia melihat kunci VIP yang ada di tangannya.
Padahal kalau itu memang ditujukan untuk orang yang memiliki tingkat kekuatan tertinggi, maka seharusnya Adelia dan Agath lah yang akan mendapatkan kunci tersebut, bukan dirinya yang hanya memiliki tingkat kekuatan 4.
"Mungkin dia melihat bahwa kau akan tidur bersamaku jadi dia juga memberikan kunci yang sama denganku." Ucap Adelia langsung membuat Karina merasa sangat senang.
"Ahh,, keberuntungan macam apa ini??? Kalau begitu aku kita akan tidur satu kamar. Kunci ini akan kusimpan sebaik-baiknya!!!" Ucap Karina menciumi kunci kamar yang ada di tangannya.
Melihat itu, Adelia hanya tersenyum lalu dia melangkahkan kakinya memasuki asrama untuk pergi ke kamar VIP yang kuncinya kini berada di tangannya.
Ketika mereka melewati tempat pendaftaran untuk memilih kamar, dia mendengar sebuah keributan.
"Apa?!! Kamar itu sudah diberikan pada orang lain? Siapa yang berani mengambil kamarku?!!" Agatha berteriak keras pada senior yang bertugas membagikan kunci kamar.
Karina yang mendengar itu langsung merasa takut dan dia menyimpan kuncinya dengan aman agar tidak ada satupun orang yang melihatnya.
__ADS_1
Sebab dia takut jika dia memancing terlalu banyak musuh hingga membuatnya kesulitan dalam sekolah itu.
"Adelia,, kita harus cepat-cepat pergi. Aku tidak mau kalau dia sampai mengetahui bahwa kitalah yang mengambil kamar yang ia inginkan." Ucap Karina langsung membuat Adelia tersenyum dan melangkahkan kakinya dengan cepat.
Sementara itu, senior yang diteriaki oleh Agatha merasa sangat geram hingga senior itu memukul meja dengan keras.
Brak!!!
Semua murid baru yang sedang mengantri mengambil kunci kamar mereka sangat terkejut mendengar bunyi pukulan meja yang begitu keras karena senior mereka.
"Hei,,! Kau murid baru, kalau aku bilang sudah ada yang mengambil kunci itu maka sudah ada yang mengambilnya!! Apakah kau coba mengatakan bahwa aku telah berbohong?!!" Teriak senior itu pada Agatha membuat Agatha terkejut karena teriakan yang begitu tiba-tiba.
Lagipula, sejak kecil dia selalu dimanja oleh kakeknya dan tidak pernah diteriaki seperti itu, jadi saat diteriaki secara tiba-tiba,,,, Dia sangat terkejut dan balik berteriak, katanya: "kau berani membantahku dan meneriaki ku?!! Apakah kau tahu aku siapa?? Aku adalah satu-satunya cucu perempuan wakil kepala sekolah di sini!!! Jadi cepat berikan kunci kamar itu atau aku akan melaporkanmu pada kakekku!!!"
Senior yang mendengar ucapan Agatha kembali duduk di kursinya lalu dia berkata, "pergi ke kakekmu dan minta kuncinya padanya!! Antrian berikutnya!!"
"A,, apa?! Beraninya kau!!! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu dikeluarkan dari sekolah ini!" Bentak Agatha pada seniornya, lalu perempuan itu segera pergi untuk mencari kakeknya.
__ADS_1