Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
247


__ADS_3

Setelah mempelajari cara membuat api merah, maka Adelia yang sudah hidup di dua kehidupan dengan cepat menguasai cara membuat api merah dan perempuan itu merasa sangat senang karena ternyata meskipun api merah itu diletakkan di atas kertas yang sangat tipis namun api merah itu tidak akan membakar kertasnya.


Bahkan, ketika selir anania menyentuh api merah itu api merahnya mala sangat hangat dan memberikan ketenangan bagi siapapun yang menyentuhnya.


Hal itu benar-benar membuat Selir ananiah merasa sangat takjub dengan kekuatan yang dimiliki oleh pewaris tahta kerajaan barat hingga selir Anania berkata, "aku rasa kekuatan ini benar-benar yang paling menakjubkan dari semua kekuatan yang pernah kulihat. Mungkin saja api merah ini hanya akan membakar jika orang itu berniat buruk, dan terlebih iblis yang menyentuhnya akan terbakar karena api merah ini akan mengetahui bahwa iblis tidak baik."


Adelia langsung menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu berkata, "saat ini benua Padang Barat hanya disegel pada bagian ibu kota untuk melindungi semua orang-orang dari iblis, jadi orang-orang yang ada di luar ibukota akan menderita jika tidak ada pelindung jadi aku akan menggunakan api berwarna merah ini untuk melindungi mereka semua."


Selir Anania merasa sangat senang dengan perempuan di depannya karena perempuan itu memiliki niat yang tulus untuk melindungi semua orang.


"Kalau begitu, ibu akan tinggal di perpustakaan ini untuk melihat Jika masih ada hal-hal lain yang bisa Ibu pelajari dari semua buku-buku yang ada di sini." Ucap selir ananiah yang jelas tahu bahwa saat itu pastilah Adelia berniat untuk pergi ke luar ibukota demi membantu semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


Maka begitu, Adelia berpamitan pada selir ananiah lalu perempuan itu kemudian pergi meninggalkan ruang rahasia perpustakaan.


Begitu keluar dari perpustakaan, Adelia kemudian berdiri di tempatnya lalu dia teringat akan ruangan di mana raja berada, saat itu dia melihat sebuah tungku api besar yang berada di belakang Raja.


'Jangan-jangan tunggu api itu ialah tungku api yang dinyalakan hanya menggunakan api warna merah?' ucap Adelia dalam hati lalu perempuan itu kemudian bergegas menuju ke kediaman raja dan ketika dia tiba di sana, dia melihat beberapa orang pelayan yang sedang berdiri di depan sembari memegang makanan yang akan diantarkan pada raja.


"Aku rasa ini akan berhasil," ucap Adelia dalam hati lalu dia kemudian menggunakan tenaga dalamnya sesuai dengan yang pernah ia pelajari di benua Padang Utara lalu mengambil salah seorang pelayan yang ada di sana untuk ia kendalikan.


Setelah itu, Adelia kemudian berjalan ke arah depan untuk menjaga jarak dengan pelayan itu, sebab untuk mengendalikan perayaan itu maka mereka harus tetap berjarak sekitar 20 meter.


Adelia yang mendengar itu kemudian menganggukkan kepalanya, "Saya akan menunggu di sini sampai Raja selesai," ucap Adelia yang merasa bahwa jarak tempat ia berdiri sudah sangat cocok untuk terus mengendalikan pelayan yang kini masuk bersama dengan para pelayan-pelayan lainnya.

__ADS_1


Sambil berdiri, sang pengawal Raja kemudian memperhatikan Adelia lalu Adelia kemudian menatap pengawal Raja itu sambil berkata, "aku benar-benar takjub dengan raja Banua Padang Barat, dia memiliki segala sesuatu yang mewah di dalam ruangannya. Tapi aku merasa heran kalau tungku api yang terdapat di dalam ruangan Raja sepertinya tidak pernah dinyalakan."


Ucapan Adelia langsung membuat wajah pengawal berubah tetapi pria itu tetap berkata, "tentu saja kau tidak akan melihat api yang ada di sana, karena api yang ada di sana adalah api merah yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu saja."


Ucapan pengawal benar-benar membuat Adelia ingin tertawa, karena ternyata raja melakukan sebuah siasat yang membuat semua orang merasa rendah diri kalau mereka tidak bisa melihat api berwarna merah itu.


'Lihat saja, bentar lagi semua orang akan bisa melihat api merah itu, dan aku harap Raja akan pergi menyentuh api merah itu hingga dia akan mendapatkan malapetaka!!!' ucap Adelia dalam hati yang berharap api merah akan membakar raja yang berniat buruk terhadap kerajaan supaya kerajaan barat bisa tenang karena tidak lagi dikuasai oleh seorang pria yang hanya memikirkan keuntungan dirinya sendiri.


Maka begitu, Adelia berdiri dengan tenang di tempatnya lalu dia berusaha menggunakan tubuh pelayan yang telah Ia kendalikan untuk melihat apa saja yang terjadi di dalam di mana saat ini Raja sudah duduk dan makan sendirian dengan semua orang yang bersujud kepadanya.


'Sekarang saatnya,' ucap Adelia dalam hati sambil berkonsentrasi penuh pada pengendaliannya terhadap pelayan lalu diam kemudian menggerakkan tangan pelayan itu secara halus dan akhirnya sebuah api tiba-tiba menyala di tungku api yang terletak di belakang Raja.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2