Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
151.


__ADS_3

Maka setelah memeriksa guru besar, tabib lanjut memeriksa semua orang yang sempat berpegangan dengan ke-10 guru besar dan dia memastikan bahwa semua orang itu sudah tertular.


"Itu, bagaimana bisa aku sendirian yang tidak tertular, Padahal aku jelas bersentuhan dengan tabib yang merawatku ketika aku pingsan?" Ucap Adelia yang merasa begitu bingung dengan dirinya sendiri.


🤪🤪🤪


Para guru besar yang sudah didiagnosa tertular langsung menganggukkan kepala mereka dan salah satu diantara mereka berkata, "benar, jangan-jangan tadi salah mendiagnosa, jadi Coba periksa ulang nadinya dan pastikan kau memeriksanya dengan benar."


Sang tabib yang diragukan merasa kesal pada semua orang yang ada di situ, namun ketika dia menatap Venom dan mendapat kode dari pria itu agar melakukannya, maka mau tidak mau dia kembali memeriksa Adelia.


Tetapi, sama seperti sebelumnya, dia tidak mendapati gejala yang menunjukkan bahwa Adelia tertular penyakit itu.


"Dia baik-baik saja, sama sekali tidak ada gejala bahwa dia juga mengidap penyakit yang sama dengan yang diderita oleh kalian semua yang ada di sini." Ucap tabib itu kembali membuat semua orang mengerutkan keningnya karena tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

__ADS_1


"Coba periksa aku lagi kau mungkin saja tadi diagnosamu salah," kata guru besar yang duduk di samping Adelia.


Melihat orang-orang di tempat itu sangat tidak percaya, maka tabib itu kemudian berdiri dan menatap semua orang, "Aku ini adalah tabib yang paling dipercayai oleh Tuan Muda Desmon, dalam hidupku ,aku belum pernah mendiagnosa yang salah jadi aku tidak akan mengulangi pemeriksaanku lagi, dan ku katakan bahwa hanya gadis ini yang tidak tertular penyakit tersebut!!! Oleh sebab itu, kalian semua yang ada di sini akan dikarantina selama beberapa waktu ke depan sampai ditemukan obat yang tepat!!!" Ucap tabib itu langsung diangguki oleh Venom.


Para guru besar yang mendengar itu langsung berpandangan satu sama lain lalu salah satu diantara mereka kemudian berkata, "di sana masih ada beberapa guru besar yang berjaga untuk mengawasi murid-murid yang mengikuti ujian, jadi apakah mereka juga harus diperiksa? Dan Kalau kami semua dikarantina, Lalu bagaimana ujian akan berlangsung tanpa ada pengawasan dari seluruh guru besar?"


Ucapan guru besar itu langsung diangguki oleh semua guru besar yang lainnya, "benar, siapa yang akan menjaga para murid kami karena semua guru besar yang berjaga di sana juga sudah bersentuhan dengan kami semua yang ada di sini."


Venom yang mendengar itu langsung teringat akan ujian Jadi dia pun kebingungan untuk memutuskan, tapi setelah beberapa saat dia mendengar Adelia membuka suaranya.


"Aku rasa para guru besar harus memikirkan mana yang lebih penting antara melindungi para murid dari penyakit menular yang sedang menyebar ataukah melanjutkan ujian yang sedang berlangsung." Ucap Adelia dengan tegas.


Para guru besar berpandangan.

__ADS_1


"Tapi, kalau kita menunda lagi ujian ini, kepala sekolah mungkin akan mengamuk Jika dia kembali dan lagi pula ini adalah tanggung jawab Kami semua untuk memastikan ujian yang kedua ini berjalan sebagaimana mestinya yang diharapkan oleh kepala sekolah." Ucap salah seorang guru besar yang benar-benar tidak bisa menghentikan ujian yang sedang berlangsung karena tentunya kualitas mereka dihadapan kepala sekolah ditentukan dari ujian yang sedang berlangsung ini.


Apalagi, di ujian sebelumnya, Mereka sudah membuat masalah yang membuat ujian tersebut menjadi gagal, jadi kalau ujian ini juga gagal karena mereka yang telah menghasut ular putih itu, maka mereka pun akan mengecewakan kepala sekolah untuk yang kedua kalinya.


Adelia yang melihat kekeras kepalaan para guru besar langsung berdiri dan menatap semua orang sambil berkata, "kalau begitu, biar ujian ini tetap berlangsung dan aku bersama Venom dan beberapa pengawal dari kediaman kepala sekolah akan berjaga untuk semua murid-murid. Sementara semua guru besar yang telah tertular penyakit yang disebabkan oleh orang putih itu, kalian semua akan diisolasi di tempat ini supaya tidak ada lagi yang tertular."


Semua guru besar yang ada di sana sebenarnya tidak ingin memberikan tanggung jawab itu kepada seorang murid untuk mengawasi jalannya ujian, apalagi memberikannya pada orang luar yang seharusnya tidak berhubungan dengan sekolah petarung kota Padang Selatan.


Tetapi karena tidak ada pilihan lain selain membiarkan hal tersebut terjadi, maka pada akhirnya mereka menyetujuinya dan Adelia bersama Venom lalu meninggalkan ruang kesehatan itu dan menyuruh semua guru besar untuk pergi ke ruang kesehatan memeriksakan keadaan mereka.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!

__ADS_1


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....



__ADS_2