Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
240


__ADS_3

Adelia yang masuk ke dalam kolam merasakan bahwa seluruh kekuatannya meningkat, dan saat itu dia sangat terkejut ketika tingkat kekuatannya yang hanya 35 tiba-tiba saja bertambah, dan ketika dia terus bersemedi maka tingkat kekuatannya semakin bertambah seperti di pompa dengan cepat.


Maka perempuan itu memusatkan seluruh hati dan pikirannya dengan merendam tubuhnya di dalam air dan menggunakan semua kemampuannya di masa lalunya untuk kembali mendapatkan tingkat kekuatannya ketika dia masih menjadi seorang jenderal.


Lalu tiba-tiba saja, ketika kekuatannya sudah mencapai tingkat 80, sebuah cahaya dari tubuhnya muncul dan begitu silau hingga membuat Bartonius tidak bisa membuka matanya dan pria itu terjatuh ke lantai sambil menutup kedua matanya.


Kedua orang pengawal yang berjaga di depan pintu juga sangat terkejut, tetapi mereka belum melakukan apapun ketika tiba-tiba saja mereka merasa linlung dan jatuh tak sadarkan diri.


Anehnya, beberapa pengawal yang berada di luar pintu kedua yang melapisi kolam untuk pewaris tahta malah tidak mendengar apapun saat kedua orang itu terjatuh.


'Cahaya ini,,,' Bartonius sangat terkejut dalam hati sembari berusaha semakin mendekatkan wajahnya ke lantai karena tidak kuat dengan cahaya yang ia lihat.


Itu pertama kalinya ia melihat cahaya yang membuatnya tampak tak berdaya seperti itu, tetapi ketika cukup lama ia bertahan akhirnya pria itu bisa perlahan-lahan membuka matanya.


"Kau boleh melihat kemari," ucap Adelia yang sudah keluar dari kolam dan telah memakai pakaiannya seperti semula.

__ADS_1


Bartonis yang mendengarkan ucapan Adelia kemudian berbalik dan terkejut melihat aura yang dipancarkan oleh perempuan itu semakin kuat dari sebelumnya, dan dia pun sangat terkejut saat ia bisa melihat bahwa tingkat kekuatan perempuan itu sudah mencapai 99.


"Kau!!!" Bartonius sangat kebingungan karena tidak mungkin seorang gadis berusia 12 tahun memiliki tingkat kekuatan 99 dan untuk mengendalikan sebuah jiwa dan tubuh yang memiliki tingkat kekuatan seperti itu pastilah sangat sulit melakukannya, kecuali orang itu sudah menata tingkat kekuatannya mulai dari awal sampai mencapai tingkat 99.


Adelia tidak mengatakan apapun saat melihat ekspresi pria di depannya, Tetapi dia melangkah keluar dari dinding transparan yang membatasi kolam dengan tempat yang bisa diinjak oleh orang biasa.


"Sekarang kita bisa pergi," ucap Adelia.


Bartonius yang ada di sana kemudian menatap pria yang masih pingsan di lantai, lalu dia kemudian berkata, "Apakah kau baik-baik saja?"


"Apa maksudmu?" Tanya Adelia menatap Bartonius karena dia tidak mengerti dengan pertanyaan pria itu.


Ucapan bartonius langsung membuat Adelia mengerti dengan kecemasan pria itu, tetapi dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia sudah terbiasa mengendalikan tubuh dan jiwa dengan tingkat kekuatan 99, sebab di kehidupan sebelumnya dia sudah dia juga telah mencapai tingkat tersebut.


Oleh sebab itu, Adelia hanya berkata, "kau jangan khawatir, aku baik-baik saja."

__ADS_1


Setelah berbicara, Adelia kemudian membuka pintu dan dia keluar dari ruangan itu bersama bartonius melihat dua pengawal yang telah pingsan di tempat mereka.


Bartonius terkejut melihat kedua pengawal yang pingsan itu, sementara para pengawal yang ada di pintu depan sama sekali tidak menyadari hal tersebut.


Tetapi, dia belum mengatakan apapun ketika Adelia sudah melangkahkan kakinya dan mereka kemudian meninggalkan tempat itu.


Di jalanan yang sepi, barthonius kemudian berjalan sejajar dengan Adelia sambil berkata, "itu, bagaimana bisa kau dipilih oleh Dewi matahari sementara Kau berasal dari benua Padang Selatan?"


Adelia yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "aku tidak berasal dari benua Padang Selatan, aku hanya tinggal di sana untuk sementara waktu, tetapi sesungguhnya aku berasal dari benua Padang Barat." Ucap Adelia meski dalam hati perempuan itu tentu saja berpikir bahwa Dia berasal dari benua Padang Utara.


Bartonius yang mendengarkan ucapan Adelia sangat terkejut, hingga pria itu kemudian berkata, "kau,, jangan-jangan Kau adalah bayi terakhir yang dikandung oleh Ratu terdahulu tetapi kemudian Ratu diculik dan katanya bayinya dibunuh oleh seseorang. Jangan-jangan saat itu kau berhasil diselamatkan oleh seseorang?"


Pertanyaan bartonius langsung diangguki oleh Adelia, "itu benar sekali, tetapi tidak ada waktu untuk mengatakannya lebih jelas, karena sekarang kita harus cepat-cepat meninggalkan ibukota." Ucap Adelia yang merasa cemas bahwa sebentar lagi mereka tak akan bisa keluar lagi dari ibukota jika dinding pelindung sudah selesai dibuat.


Bartonius menganggukkan kepalanya lalu dia sudah bertekad untuk terus mengikuti perempuan itu dan melindunginya, Karena bagaimanapun dia sudah mengetahui bahwa ternyata adelialah yang dipilih oleh Dewi matahari untuk melanjutkan tahta kerajaan Barat.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2