
"Sialan!!! Apa maksudmu dengan kami benar-benar bersalah??? Jangan bilang kau membohongiku bahwa pelayanku terkena penyakit menular itu dan memanfaatkan aku untuk datang meminta darah Adelia?!!!" Teriak guru besar itu langsung membuat sang tabib menatap guru besar dengan ketakutan dan rasa tak percayanya.
Mereka berdua berencana untuk mendapatkan darah Adelia agar bisa mendapat keuntungan dari penjualan pil yang diproduksi dari darah tersebut tetapi sekarang guru besar akan menyalakannya sendiri??!!
💞💞💞
Tentu saja sang tabib tidak terima hal tersebut, jadi dia langsung melototi guru besar dan hendak berbicara ketika guru besar lebih dulu mendahuluinya.
"Aku hanya meminta dia untuk memeriksa para pelayanku karena mereka mengeluh sering mengalami pusing, tetapi kemudian dia mengatakan bahwa pelayanku terkena penyakit menular, jadi aku mempercayai ucapannya dan datang meminta tolong pada Adelia.
"Lagi pula, ketika aku mabuk tempo hari aku juga tidak tahu apakah aku benar-benar dipegang oleh pelayanku atau tidak, dan yang pasti, aku sangat terkejut ketika dia mengatakan diagnosanya hingga membuatku langsung memikirkan darah Adelia!!!" Ucap guru besar.
Adelia langsung mengeryit menatap pria di depannya, dan dia langsung tahu bahwa pria itu adalah pria yang sangat licik. Tetapi dia tidak akan membiarkannya, jadi dia menatap Venom, "aku rasa mereka berdua berbohong. Jadi kurung saja mereka berdua lalu kita periksa pada perayaan-pelayan itu." Ucap Adelia langsung membuat Venom menganggukkan kepalanya lalu dia langsung menyerang kedua orang itu untuk dikurung.
__ADS_1
Karena tingkat kekuatan guru besar itu masih di bawah Venom, dan terlebih sang tabib tidak pandai dalam bertarung, maka mereka berdua dengan cepat dilumpuhkan dan disegel menggunakan kekuatan Venom di salah satu ruangan.
Sementara itu, Adelia dan Venom pergi ke kediaman guru besar itu untuk menemui para pelayan guru besar tersebut demi mendapatkan kejelasan.
Begitu mereka tiba di sana, sang tabib dari kediaman Desmond telah selesai memeriksa mereka semua dan dia langsung menatap Venom dan Adelia yang baru saja tiba.
"Mereka baik-baik saja, sama sekali tidak sakit." Ucap tabib itu langsung membuat Venom menggertakan giginya karena sangat marah setelah mengetahui kebohongan kedua orang itu.
Para pelayan mengerutkan kening mereka mendengar ucapan Adelia, lalu salah satu diantara mereka kemudian berkata, "memang ada tabib yang memeriksa Kami menggunakan benang dan tidak mau menyentuh kami, tapi tabib itu tidak mengatakan apapun pada kami."
Adelia mengganggukan kepalanya, "Baiklah, Lalu apakah sebelumnya ada di antara kalian yang mengeluh pada Tuan kalian bahwa kalian sering mengalami pusing?" Tanya Adelia.
Para pelayan berpandangan satu sama lain lalu mereka menggelengkan kepala mereka hingga membuat Venom begitu marah dan pria itu langsung pergi dari tempat itu dengan langkah yang sangat cepat.
__ADS_1
Para pelayan mengetahui bahwa mereka sudah membuat kesalahan jadi mereka Langsung gemetar di tempat mereka dengan Adelia yang menatap mereka semua.
"Sebaiknya kalian tetap di kediaman ini dan jangan berinteraksi dengan sembarang orang!" Ucap Adelia dengan tegas lalu perempuan itu berbalik meninggalkan tempat itu dengan sang tabib yang mengikutinya.
Para pelayan kebingungan dengan ucapan Adelia, tetapi mereka tidak berani mengatakan apapun dan hanya langsung menutup semua pintu dan gerbang setelah Adelia dan tabib meninggalkan kediaman itu.
@interaksi
Giliran otor sadis, kalian pada protes, pas gini malah minta bunuh semua orang. menurut catatan otor, ada setidaknya 60 guru besar di sekolah Adelia, mau bunuh semua???
Btw, otor up 2 bab saja ya, tadi siang ada kerjaan numpuk, jadi gak sempat ngetik banyak.
__ADS_1