
Setelah beberapa saat meniti pil tersebut, pendeta tua kemudian berkata, "itu pil yang sangat luar biasa, racun dari ular putih adalah salah satu racun dari yang masuk dalam kategori 3 racun paling mematikan. Jika serangannya terlalu fatal maka akan langsung membunuh seseorang di tempat, tetapi jika ular putih menahan serangannya maka akan membuat orang yang masih bisa bertahan 3 hari. Tetapi meskipun bisa bertahan 3 hari, hanya darah ular putih bisa menyembuhkannya.
"Yang artinya bahwa tidak ada satupun obat di dunia ini yang bisa menyembuhkan lacu racun itu selain menggunakan darah ular putih sendiri." Ucap sang tabib yang benar-benar terpukau akan pil yang dibuat oleh orang-orang itu.
🏜️🏜️🏜️
Pendeta kecil yang berdiri di samping pendeta tua kemudian berkata, "Kalau kami boleh mengetahui, apa yang kalian gunakan untuk membuat pil ajaib itu?"
Sang tabib kemudian menatap Adelia lalu dia hendak berbicara ketika Venom menghentikannya.
Sang tabib kemudian menatap Venom dan melihat pria itu berbicara, katanya, "itu adalah ramuan yang kami temukan sendiri, tetapi kami tidak bisa memberitahukan bahan-bahannya karena ini berhubungan dengan sebuah nyawa." Ucap Venom yang cemas Jika saja hal tersebut tersebar keluar hingga membuat orang-orang kemudian berniat mencelakai Adelia demi mengambil darah Adelia.
__ADS_1
Sang tabib yang mendengar ucapan Venom langsung merasa pucat di tempatnya,, 'gawat, Aku benar-benar tidak memikirkan hal itu hingga memberitahukannya pada seluruh guru besar di sekolah petarung kota Padang Selatan bahwa yang menyembuhkan mereka adalah darah Adelia.' ucap pria itu dalam hati kini menatap Adelia dengan begitu cemas karena dia takut bahwa Adelia mungkin akan menjadi incaran semua orang-orang itu ketika mereka mengetahui bahwa darah Adelia sangat manjur untuk menyembuhkan racun.
Apalagi, ketika dia mengingat bahwa luka di tangan Adelia tidak mudah sembuh, bahkan luka kecil yang ada di tangannya masih tetap berdarah sampai sekarang, padahal jika itu adalah luka di tubuh orang normal maka seharusnya luka itu sudah sedikit mengering.
"Ahh begitu," sang pendeta menganggukkan kepalanya, "jika itu adalah sesuatu yang berurusan dengan nyawa maka tidak sembarang diberikan tahukan pada orang-orang, karena bisa jadi orang-orang itu akan memanfaatkannya. Kalau begitu, kita bisa membuka peti selir Ananiah sekarang." Kata pendeta tua langsung diangguki oleh Pendeta kecil.
Pendeta kecil itu kemudian menatap 3 orang di depan mereka sambil berkata, "silakan berikan pil itu dan mundurlah lima langkah untukmu berjaga-jaga jangan sampai kalian terkena racun dari peti ini."
Adelia yang berdiri di tempatnya memperhatikan dengan seksama pendeta kecil itu, 'aku masih penasaran dengan diriku sendiri, aku tidak bisa tertular oleh racun mematikan dari ular putih jadi mungkin saja jika aku mencoba racun itu maka aku tidak akan tertular juga. Apalagi, dua pendeta yang ada di sana tetap tenang, sepertinya mereka sudah menyiapkan obat untuk berjaga-jaga Jika saja racun itu benar-benar menyerang mereka.' ucap Adelia dalam hati yang berpikir untuk berjalan ke sana ketika petinya telah terbuka demi memastikan dirinya sendiri.
Sang pendeta kecil yang mulai membuka langsung terlihat dikuasai oleh api menyala-nyala yang berwarna orange dan terlihat bahwa itu adalah perlindungan untuk tubuhnya supaya tidak terkena oleh racun dari tubuh selir Anania.
__ADS_1
Setelah petinya terbuka, kemudian pendeta kecil itu mengambil penjepit yang telah Ia sediakan lalu dia kemudian menjepit pil itu dan mengarahkannya ke mulut selir Ananiah karena Tentu saja dia tidak akan mau bersentuhan dengan tubuh selir Anania, sebab tubuh itu telah dipenuhi dengan racun.
Adelia menyipitkan matanya melihat hal itu, Dan ketika pil itu selesai diletakkan ke dalam mulut Adelia, maka Adelia dengan cepat melangkahkan kakinya ke arah peti untuk membuktikan dirinya sendiri.
Venom beserta semua orang yang ada di sana sangat terkejut melihat tingkah Adelia, namun mereka tak bisa menghentikan perempuan itu karena Adelia bergerak begitu cepat di tengah-tengah kelalaian mereka.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1