
"Hei bukankah kau tadi bilang di sini ada orang yang membawa banyak intiroh? Di mana mereka? Aku tidak melihat ada satupun orang di sini!!" Salah satu diantara Ketiga orang itu menggerutu sembari melayangkan pandangannya ke segala tempat.
"Aku benar-benar yakin aku merasakan pergerakan mereka dan mereka juga berbicara tadi. Ayo kita periksa lagi, mereka pasti belum jauh dari tempat ini." Jawab yang lainnya lalu ketiga orang itu mulai berpencar untuk mencari.
Ozon dan Karina yang tidak menyadari bahwa Adelia sudah menggunakan pelindungnya untuk membuat mereka tak terlihat kini menjadi sangat gugup di tempat mereka.
Kedua orang itu terdiam menutup mulut Mereka melihat 3 orang yang lalu lalang di sekitar mereka untuk mencari mereka.
'Kalau kami ketahuan, mereka pasti akan memaksa kami keluar dari arena.' ucap Karina dalam hati yang sudah mendengar desas-desus dari ketiga orang itu.
Jantungnya berdegup-degup tak karuan melihat seorang pria yang semakin melangkah ke arahnya.
'Kumohon tidak, kumohon jangan kemari!!!' ucap perempuan itu dalam hati ini merasa sangat takut hingga keringat meluncur di punggung dan keningnya, karena dia tidak mau dikeluarkan dari arena ujian.
Tapi sayangnya, pria itu terus mendekat ke arah mereka hingga akhirnya tepat berdiri di depan mereka bertiga.
__ADS_1
Melihat itu, maka Karina langsung berdiri dan membungkuk pada pria yang ada di depannya, "Senior, mohon kasihani kami dan biarkan kami pergi. Kami sama sekali belum memiliki inti roh jadi--"
"Di sini benar-benar tidak ada orang!! Sepertinya kekuatanmu sudah melemah hingga tidak bisa mendeteksi dengan benar!!!" Ucap pria di depan Karina sembari berbalik pergi menemui kedua temannya, lalu ketiga orang itu berjalan pergi.
Karina maupun Ozon kemudian memandangi kepergian Ketiga orang itu dengan rasa bingung mereka.
Sementara Adelia, dia berdiri dan berjalan pergi meninggalkan kedua orang yang yang sedang tercengang di tempat mereka.
"Apakah mereka tidak melihat kita?" Ucap Ozon melihat Karina.
Sementara Ozon, pria itu melihat Adelia yang kini berjalan menjauhi mereka dengan langkah perempuan itu yang tampak tenang.
'Jangan-jangan semua ini karena Adelia lagi, perempuan itu benar-benar memiliki sisi lain dan rahasia yang terus membuat orang menjadi takjub!!!' ucap Ozon dalam hati lalu dia meraih tangan Karina dan menarik perempuan itu untuk menyusul Adelia.
Karina masih kebingungan tetapi perempuan itu tidak menemukan jawaban untuk pertanyaannya, jadi dia hanya melangkah mengikuti Adelia sambil menggaruk-garuk belakang telinganya yang tidak gatal.
__ADS_1
Sementara di suatu tempat, tepat di dalam kediaman Desmon, pria itu duduk sembari melihat cermin bayangan yang ia buat untuk mengawasi Adelia.
Pria itu ditemani oleh seorang bawahannya yang bernama Venom.
"Bagaimana menurutmu? Bukankah kekasihku sangat hebat?" Ucap Desmon langsung membuat Venom menatap tuannya dengan bingung.
Kekasih?
Kekasih?
Pria itu tak pernah melihat tuannya tertarik dengan seorang perempuan, tapi ternyata sekarang tanpa ia ketahui, ternyata Tuannya sudah memiliki seorang kekasih.
Jadi pria itu langsung menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Dia sangat hebat, tapi Bukankah dia masih terlalu muda?"
Ucapan pria itu langsung membuat Desmon menatapnya dengan tajam dengan aura raja iblis yang membuat tubuh Venom langsung bergetar.
__ADS_1
"Kau baru saja mengatakan bahwa aku terlalu tua untuknya?" Ucap Desmon langsung membuat Venom menyadari kesalahannya.