
Tap tap tap....
Suara langkah kaki semakin mendekat ke ruangan tempat Adelia dan Dio bersembunyi, lalu beberapa saat kemudian terlihat guru besar Beloma bersama dengan asistennya, lalu 3 orang pria berpakaian serba hitam memasuki ruangan tersebut.
"Kami sudah menyiapkan petinya, tetapi kita kekurangan bahan untuk racunnya, jadi saya rasa hari ini kita hanya bisa membunuh satu saja, dan besok setelah racun yang kita pesan dari ratu sudah tiba, barulah kita melakukannya untuk perempuan yang kita tangkap hari ini." Ucap sang asisten sembari melangkah terus bersama dengan guru besar Beloma.
"Kalau begitu, lakukan seperti itu, dan anak-anak berusia 4 sampai 5 tahun, kalian harus mencarinya, karena darah mereka sangat penting untuk kita gunakan pada ritual yang sudah tertunda kemarin. Dua anak yang juga ikut menculik anak-anak yang bersama kita kalian harus menemukannya.
'Jangan sampai hal ini bocor pada siapapun yang membuat kita berada dalam masalah besar." Ucap guru Beloma langsung membuat Dio kini tersungkur di tanah dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Sementara Adelia, perempuan itu tetap tenang di tempatnya, Tetapi dia juga sangat terkejut mendengar apa yang mereka bicarakan, selain menyebut nama ratu, mereka juga mengatakan bahwa darah dari anak-anak perempuan berusia 4 sampai 5 tahun akan digunakan untuk ritual.
'Kalau begitu, benar bahwa kematian selir Anania dilakukan ada oleh orang di dalam istana, dan ternyata dalang dibalik semuanya adalah ratu. Tapi Apa alasan mereka melakukan semua itu?' ucap Adelia dalam hati yang merasa sangat marah memperhatikan ke-5 orang yang semakin mendekat ke arah mereka.
Saat itu jugalah sang asisten yang melihat sel tempat dikurungnya Dio dan Adelia telah kosong, asisten itu langsung terkejut dan berlari menghampiri sel lalu mendapati bahwa gembok yang ada di sana telah dirusak oleh seseorang.
"Apa yang terjadi?!!!" Guru besar Beloma sangat terkejut ketika dia melihat sel tersebut, bahwa dua orang yang terkurung di sana telah menghilang.
"Mereka melarikan diri," ucapkan asisten sembari mengambil tali yang telah diputuskan oleh Adelia.
__ADS_1
"Cari mereka!!!" Bentar guru besar Beloma yang kini mulai menjadi panik karena penelitiannya sudah hampir berhasil, tetapi sekarang terjadi masalah yang berturut-turut membuatnya merasa sangat panik.
"Mereka pasti ada di sekitar sini, cari ke seluruh ruangan!!!" Ucap sang asisten yang juga mulai mencari hingga membuat Dio dan Adelia kini merasa terdesak karena tempat persembunyian mereka semakin didekati oleh sang asisten.
Maka mau tak mau Adelia mengeluarkan jurusnya untuk membuat tubuh mereka tak kelihatan dan menatap Dio, "Jangan bergerak, dan kalau dia mendekatimu kau harus menghindar darinya!!!"
Dio yang mendengar suara Adelia langsung terbujur kaku di tempatnya dan dia seketika menjadi pingsan karena keterkejutannya mendengar Adelia yang bersuara keras sementara mereka sedang dicari untuk di bunuh.
Apa itu tidak gila? Sama saja dengan membongkar keberadaan mereka!!!!
"Hah,," Adelia hanya bisa menghela nafas begitu melihat pria di depannya telah pingsan.
'Dia sengaja duduk di pintu keluar agar aku tidak bisa mendekat ke sana, karena dia pasti bisa merasakan ku jika aku berada terlalu dekat dengannya sebab Dia memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi dariku.' ucap Adelia dalam hati sembari diam di tempatnya memperhatikan semua orang yang terus mencari.
Setelah memeriksa semua ruangan barulah keempat orang yang mencari itu kembali menemui guru besar Beloma.
"Mereka tidak ada di manapun," lapor sang asisten diangguki oleh ketiga pria berpakaian serba hitam langsung membuat Beloma berdiri lalu pria itu menatap sekelilingnya.
"Aku tidak percaya mereka sudah meninggalkan tempat ini, mereka pasti bersembunyi di tempat ini jadi terus cari mereka sampai ketemu!!!" Ucap guru besar Beloma lalu pria itu segera keluar dari tempat itu dan memasang mantra di pintu keluar agar tidak ada yang bisa keluar tanpa seijinnya.
__ADS_1
Setelah guru besar Beloma keluar, maka Adelia dengan bebas berkeliaran di tempat itu karena tiga orang yang bersamanya sama sekali bukan tandingannya hingga mereka tidak akan menyadari kehadirannya.
Dia memeriksa semua tempat dan beberapa tempat dipasangi kertas mantra yang bertuliskan huruf-huruf aneh di sana.
'Mereka menggunakan bahasa kuno untuk menulis mantra ini,' ucap Adelia yang sama sekali tidak mengerti dengan huruf-huruf kuno dari Benua Padang Selatan.
Jadi perempuan itu hanya bisa menghela nafas dan dia berusaha mengingat tulisan-tulisan kuno itu agar nanti ketika dia keluar, dia bisa memberitahukan hal tersebut pada Desmon.
Tetapi yang menjadi masalahnya sekarang, dia tidak bisa sembarang menyentuhk
kertas mantra itu, dan yang lebih parah sekarang, dia tidak akan bisa keluar dari tempat itu karena guru besar Beloma pasti menjaga pintu keluar dengan ketat.
'Aku harus mencari cara untuk keluar dari sini.' kata Adelia dalam hati sembari mencari pintu keluar lain, namun seberapa keras dia mencari dia tidak bisa menemukannya.
Sementara, jika Dia mendekati pintu keluar yang sudah dipasangi mantra oleh guru besar Beloma, maka dia akan merasakan adanya tekanan besar ketika mendekati pintu itu hingga Adelia tidak mau mengambil resiko jika nanti dia kemudian tertangkap basah oleh guru besar Beloma.
Hal itu membuat Adelia kebingungan harus melakukan apa, sebab dia benar-benar tidak memiliki ide untuk meninggalkan tempat itu tanpa ketahuan oleh guru besar beloma.
@info.
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.