Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
90.


__ADS_3

"Pedang kami ini akan meledakkan harimau bertubuh ular kami, setelah itu akan mengakhiri pertandingan ini," ucap Henry dengan rasa percaya dirinya menarik kuat busur miliknya lalu melepaskannya hingga membuat dua pedang terbang melayang ke arah harimau yang sedang berusaha menembus pelindung milik Salman.


Sementara Salman yang melihat itu, dia benar-benar tak percaya, jadi dia menghentikan gerakan pada tangannya yang sedang mengumpulkan kekuatan dan memaksimalkan pelindungnya.


Lebih baik memperkuat perlindungan dulu sebelum akhirnya membuat serangan untuk menyerang balik.


🐾🐾🐾


Tetapi sayang sekali dia benar-benar tidak dapat bertahan karena salah satu dari pedang yang dilontarkan mengenai ular berkepala harimau hingga hewan itu meledak dengan ledakan yang lebih besar dari yang semula menyerang naga.


Sementara itu, pedang yang lain langsung terarah ke arah pelindung Salman hingga membuat retakan kecil.


Retakan pada perisai Salman kemudian disusul oleh ular berkepala naga yang meledak akhirnya membuat Salman tak mampu menahannya lagi hingga pria itu terpental jauh.


"Ahh!!!" Teriak Salman yang benar-benar tak percaya bahwa dia naganya telah dikalahkan oleh seekor ular sampah yang selama ini ia remehkan.


Buk!!!


Pria itu membentur dinding di bawah arena bertarung hingga membuat dia keluar dari arena bertarung dan dinyatakan telah kalah.

__ADS_1


Maka dengan cepat bendera merah dikibarkan sebagai pertanda bahwa pemenangnya telah ditentukan.


"Hidup Galim!!! Hidup Hendry," semua orang bersorak kesenangan karena Ini pertama kalinya Salman dikalahkan di arena bertarung.


Padahal sebelumnya, dua orang senior tingkat 10 telah dikalahkan oleh pria pria itu seorang diri, tetapi sekarang dia malah dikalahkan oleh dua orang pria dari tingkat 7.


Hal itu membawa kegembiraan terbesar pada semua orang karena akhirnya pria yang paling sombong di sekolah mereka kini harus menanggung malu dan tidak lagi sembrono di sana.


"Adelia menang!!!!" Seru Karina bersorak amat senang sambil memeluk Adelia.


Sementara 3 orang pria yang melihat itu, mereka langsung terduduk dengan lenas menyadari uang mereka benar-benar hangus, padahal uang itu adalah uang yang menjadi penopang hidup mereka selama satu bulan sebelum akhirnya mendapat cuti untuk kembali ke rumah mengambil biaya hidup mereka di sekolah.


Adelia yang menyadari itu langsung menoleh ke arah mereka sembari berkata, "Terima kasih atas uangnya, aku pasti akan menggunakannya dengan baik."


Sementara Adelia, Dia kemudian menyimpan uang itu ke dalam cincin ruangnya dan menatap ke arah Karina dan Ozon, "Ayo kita pergi."


Karina dan Ozon langsung menganggukkan kepala mereka lalu ketiga orang itu segera meninggalkan aula bertaruh mengabaikan orang-orang yang masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Salman.


Mereka ingin melihat Bagaimana pria itu bangkit ataukah dia sudah tidak bisa bangkit karena mungkin kerusakan pada tubuhnya terlalu parah.

__ADS_1


Sementara Agata yang berada di suatu tempat di aula bertarung itu, ia sangat terkejut melihat keadaan kakaknya, jadi dia langsung berlari ke arah jalan menuju lantai bawah dan masuk ke arena bertarung setelah pelindung dinonaktifkan.


"Kakak!!!" Ucap perempuan itu menghampiri kakaknya yang tergeletak di tanah.


"Uhuk,, uhuk!!!" Salman langsung batuk dan memuntahkan darah serta merasakan bahwa tubuhnya terasa begitu lemas dan juga terasa sangat panas.


Seorang penjaga kemudian datang menghampiri mereka dan memeriksa keadaan Salman.


"Ini buruk, kita harus segera membawanya ke tabib," ucap penjaga itu kemudian mengangkat Salman dan mereka berteleportasi ke arah ruang medis.


Setibanya di ruang medis, penjaga itu langsung membaringkan Salman di atas sebuah tempat tidur dan tabib yang berjaga di sana kemudian mendekati mereka lalu memeriksa pria yang sedang sekarat itu.


Agata yang ada di sana merasa begitu cemas melihat kakaknya, karena saat ini pun kakeknya sedang berada dalam keadaan yang buruk jadi dia sangat takut jika saja seluruh keluarganya mengalami kehancuran dan tidak akan ada lagi yang menjaganya di sekolah itu.


Karena bagaimanapun, adanya orang yang menjaganya akan bisa membuatnya bersikap semena-mena dan bersikap sombong terhadap murid-murid yang lain.


"Bagaimana keadaan kakakku?" Tanya Agatha sembari menatap cemas pada tabit yang saya dari tadi terus memeriksa denyutnya.


"Hah,, ini mencemaskan, cepatlah pergi ke kediaman kakekmu dan minta memberikan sisa ramuan bunga rumput emas yang terakhir kali, supaya aku bisa mencampurkannya dengan obat di sini agar bisa menyembuhkannya dengan cepat." perintah sang tabib langsung diangguki oleh Agatha lalu perempuan itu dengan cepat meninggalkan ruang medis untuk pergi ke kediaman kakeknya.

__ADS_1


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.


__ADS_2