Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
44. Penyambutan murid baru


__ADS_3

Setelah acara pemilihan murid baru untuk sekolah petarung kota Padang Selatan selesai, maka seluruh murid baru dikumpulkan di sebuah aula besar.


Para guru-guru dari sekolah petarung kota Padang Selatan duduk di atas altar melihat semua murid yang ada di aula.


"Ya ampun, tahun ini kita menerima 100 murid. Kenapa aku merasa kalau dana anak sekolah kita tidak akan cukup?" Ucap salah satu guru sembari memperhatikan banyaknya siswa yang sedang menunggu arahan.


"Kau benar, tetapi kepala sekolah tidak pernah memberi kita perintah untuk membatasi murid yang diterima. Namun melihat keadaan ini sepertinya ke depannya akan sulit bagi kita untuk memberi makan semua anak-anak ini. Apalagi, kepala sekolah tidak pernah setuju jika uang sekolah dinaikkan." Ucap salah seorang guru yang merupakan bendahara di sekolah itu.


"Benar sekali, Tapi kenapa kepala sekolah belum datang juga?" Salah seorang pria kini mulai merasa bosan setelah menunggu selama 30 menit.


"Ha ha ha... Bukankah dari tahun ke tahun kepala sekolah tidak pernah hadir untuk acara seperti ini? Dia selalu mewakilkan acara seperti ini pada wakil kepala sekolah, bukan begitu Tuan wakil kepala sekolah?" Ucap salah seorang guru sembari menatap ke arah wakil kepala sekolah yang merupakan pria berkedudukan paling tinggi setelah Desmon.


Wakil kepala sekolah menghembuskan nafasnya lalu dia berkata, "kepala sekolah tidak memberi perintah Jadi kemungkinan besar dia sendirilah yang akan melakukan penyambutan pada murid baru."


"Benarkah?"

__ADS_1


"Jadi tahun ini kepala sekolah benar-benar akan menyambut murid secara pribadi?"


"Bukankah ini adalah sejarah? Untuk pertama kalinya kepala sekolah kita akan melakukan penyambutan pada murid-murid baru."


Semua guru mengeluarkan pendapatnya masing-masing karena selama ini kepala sekolah memang tidak pernah menyambut murid, bahkan tidak pernah mengajar dan tidak pernah mengikuti acara apapun yang dilaksanakan di sekolah petarung kota Padang Selatan.


Tak tak tak...


Tiba-tiba suara langkah kaki membuat semua orang menatap ke arah sumber suara dan melihat kepala sekolah benar-benar datang.


'Apakah kepala sekolah sudah sadar hingga dia datang untuk menyambut para murid?'


Semua guru begitu terkejut dengan kedatangan pria itu, namun mereka langsung berdiri menyambut Desmon.


Desmond melangkah dengan penuh percaya diri lalu dia berdiri di tengah-tengah altar sembari melihat ke bawah di mana sebuah murid berdiri dengan rapi sambil menatap ke arahnya.

__ADS_1


Banyak dari murid tampak ternama melihat kepala sekolah mereka yang begitu tampan dan muda, bahkan beberapa murid juga bergosip akan ketampanan kepala sekolah mereka.


'Si mana gadis itu?' ucap Desmond dalam hati sembari mengelilingi kan pandangannya untuk mencari Adelia.


Betapa terkejutnya pria itu ketika dia melihat Adelia berada di barisan paling belakang sembari berdiri dengan tampang yang bosan.


'Heh,, semua orang sibuk memperhatikan ketampananku tapi dia sendiri berdiri seperti itu,' Desmond dalam hati.


"Semuanya,, perkenalkan namaku, Desmon A, kepala sekolah di sekolah petarung kota Padang Selatan. Selamat datang di sekolah ini dan semoga kalian semua bisa senang bersekolah di sini. Sekarang, aku ingin kalian menukar barisan yang berdiri di barisan paling depan bertukar dengan barisan paling belakang.


"Yang berdiri di barisan kedua dari depan bertukar dengan yang berdiri di barisan kedua dari belakang dan seterusnya begitu! Cepat laksanakan!!!" Perintah Desmond langsung membuat semua murid mengubah posisi berdiri mereka.


Adelia yang sedari tadi berdiri dengan acuh begitu terkejut saat melihat semua orang bergerak.


"Ada apa ini?" Ucap perempuan itu kebingungan dan dia terkejut kala seorang lelaki tiba-tiba menariknya.

__ADS_1


"Kita disuruh untuk pindah ke depan," ucap pria tampan itu langsung diangguki oleh Adelia dan dia menyusul langkah pria itu.


__ADS_2