Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
48.


__ADS_3

Adelia dan Karina yang sudah berada dalam kamarnya, mereka kini sementara mengatur barang-barang mereka.


Set set set...


Menggunakan sedikit kekuatannya Adelia dengan cepat menyusun barang-barangnya hingga semuanya terlihat rapi dan bersih.


Sementara Karina yang berada di samping Adelia mengatur barang-barangnya perempuan itu benar-benar tak percaya bahwa dia berada di kamar VIP asrama sekolah mereka.


"Wah, ini adalah keberuntungan untukku bisa bertemu denganmu di depan asrama. Kalau tidak, Mana mungkin aku bisa tinggal di kamar yang luas dan bagus seperti ini." Seru Karina yang merasa sangat senang bisa mendapatkan keberuntungan menghuni kamar terbaik di asrama mereka.


Adelia yang mendengar itu langsung menatap Karina karena dia merasa penasaran akan sesuatu hal, apalagi ketika dia mengingat Agatha yang sangat menginginkan kamar yang telah mereka tempati.


"Apakah kamar seperti ini hanya ada satu di asrama kita?" Tanya Adelia langsung membuat Karina menatap perempuan itu.


"Iya! Setiap tingkatan hanya memiliki satu kamar seperti ini. Dan tingkatan kita tentu saja hanya diberikan satu kamar VIP dan sekarang sudah menjadi milik kita. Ah Aku tidak sabar untuk melihat reaksi Agatha ketika dia mengetahui bahwa kamar yang ingin ia dapatkan sudah menjadi milik kita." Ucap Karina yang merasa sangat penasaran dengan ekspresi perempuan itu ketika mengetahui bahwa kamar yang ia inginkan sudah menjadi milik orang lain.


Meski dia agak takut karena perempuan itu mungkin akan melaporkan hal tersebut pada kakeknya, tetapi setelah mendengar bahwa kamar itu memang diberikan untuk mereka maka karena merasa baik-baik saja dalam hatinya.


"Aku sudah selesai beres-beres, sekarang aku mau istirahat sebentar. Bangunkan aku jika ada sesuatu yang penting." Ucap Adelia langsung diangguki oleh Karina.

__ADS_1


"Baiklah, kau istirahatlah, aku masih punya banyak barang-barang untuk di atur." Ucap Karina sembari menoleh ke arah Adelia yang sudah naik ke ranjang dan membaringkan tubuhnya yang kecil.


'Hm,, Aku tidak percaya bahwa Dia berasal dari desa maritan, bagaimanapun, ibuku sudah menceritakan kalau di desa maritan sama sekali tidak ada perempuan yang cantik dan tidak ada orang yang berbakat.


'Juga sangat kebetulan kalau tiba-tiba saja dia mendapatkan ini hanya karena tingkat kekuatannya yang tinggi. Padahal masih ada cucu wakil kepala sekolah yang seharusnya bisa menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan kamar ini.' ucap Karina dalam hati lalu perempuan itu kembali membereskan barang-barangnya untuk disusun dengan rapi ke dalam lemari di dalam kamar itu.


Butuh 1 jam untuk menyusun semua barang-barangnya lalu Karina bisa bernafas lega karena dia akhirnya bisa beristirahat.


Tetapi, ketika dia menoleh ke lemari sebelah di mana semua barang-barang Adelia telah disusun, perempuan itu mengerutkan keningnya.


'Hah,, jelas-jelas terlihat bahwa barangku dan barang Adelia sama-sama banyak, tetapi kenapa dia lebih cepat menyusun semua barang-barangnya? Bahkan seingatku,, tadi dia hanya melakukannya selama beberapa menit, sementara aku membutuhkan waktu 1 jam lebih untuk menyusunnya??' Karina merasa sangat aneh, sampai dia terbengong di tempatnya memandangi 2 lemari yang saling bersebelahan.


Dor dor dor!


'Siapa yang berani bersikap tidak sopan seperti itu?' kesel Karina dalam hati sembari melirik ke arah Adelia yang sedang tidur dengan nyenyak.


Dia sebenarnya ingin mengabaikan masalah itu, tetapi melihat Adelia yang tidur begitu nyenyak, maka dia tidak tega kalau perempuan itu harus terbangun karena mendengar suara gedoran yang begitu mengusik telinga.


Jadi akhirnya Karina mendekati pintu dan membuka pintu kamar.

__ADS_1


"Ada ap--"


"Sialan!!! Jadi kau perempuan yang menghuni kamar ini?!! Cepat serahkan kamar ini padaku!!!" Teriak Agatha hendak menerobos masuk ketika Karina dengan cepat menutup pintu dan menguncinya.


Dor dor dor!!!


Suara gedoran pintu berpadu dengan nafas Karina yang tersengal tak karuan karena begitu terkejut melihat Agatha yang kini datang menghampiri mereka.


'Benar-benar sesuai dugaanku, perempuan itu tidak akan tenang kalau dia tidak mendapatkan kamar ini.' ucap Karina dalam hati.


Perempuan itu berusaha menenangkan dirinya sendiri sembari mengatur nafasnya yang sangat buruk Karena rasa terkejutnya.


Dor dor dor!!!


Gedoran pintu yang semakin keras membuat Adelia yang semula tertidur akhirnya membuka matanya dan duduk sembari menatap ke arah pintu di mana Karina masih memejamkan matanya dan mengusap-ngusap dadanya.


"Ada apa?" Tanya Adelia sembari perempuan itu turun dari tempat tidur dan memperbaiki gaunnya yang kusut.


"Adelia!!!" Langsung teriak Karina karena merasa sangat senang melihat Adelia sudah bangun.

__ADS_1


Dia hanya bisa menggantungkan hidupnya pada Adelia, karena perempuan itu tampak bisa dipercaya, dan apalagi mereka berasal dari desa yang sama, jadi dia begitu senang melihat Adelia akhirnya terbangun untuk menyelamatkannya.


__ADS_2