
Buk!!!
Boom!!!
Bang!!
"Uhuk!! Uhuk!!!"
"Huek!!!"
Adelia kini berdiri di atas pohon memperhatikan keenam orang itu dan melihat bahwa ternyata kekuatan mereka seimbang dan masing-masing dari mereka telah memuntahkan darah dari mulut mereka.
Yang artinya bahwa mereka sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk saling melawan, jadi Adelia kemudian tersenyum dan melompat ke tengah-tengah kedua kubu yang sedang berada dalam keadaan lemah.
"Kau!!!"
"Sialan!!!"
Semua murid tingkat 10 begitu terkejut melihat kedatangan Adelia, namun baru dua orang yang berbicara ketika Adelia langsung menyegel mereka dan mengunci tubuh mereka semua.
"Hah,, aku sudah menunggu selama 20 menit dan akhirnya kalian semua tumbang." Ucap Adelia sambil tersenyum memperhatikan keenam orang yang kini tampak tak berdaya di tempat mereka.
"Sialan!!!! Lepaskan!!!"
"Jallang sialan!!!"
"Kau sengaja membawa kami datang ke tempat ini agar kami bertemu dengan para si gendut jelek itu supaya kami bertarung dan Kau mengambil keuntungan?!!!"
Adelia yang mendengar itu langsung tersenyum dan berkata, "ya Sebenarnya aku memang sengaja menjebak kalian ke sini, tapi sebenarnya aku juga tidak tahu kalau 3 gendut yang ada di sampingku ini ternyata malah akan datang juga ke tempat ini dan membuatku mendapat keuntungan yang lebih besar. Awalnya aku ingin melawan Kalian bertiga sendirian saja, tapi Siapa yang menyangka kalau 3 gendut ini juga akan datang ke tempat ini membawa mati mereka."
3 murid tingkat 10 yang bertubuh gemuk merasa begitu kesal melihat murid tingkat 1 sedang menghinanya, jadi salah satu diantaranya berusaha meronta-ronta sekuat tenaga untuk melepaskan diri.
__ADS_1
Namun, apalah daya mereka ketika kekuatan mereka sudah terkuras habis jadi Adelia semakin memperkuat tekanan pada Ketiga murid gendut itu.
"Ahhh!!!!"
"Ukhh!!!"
"Jangan berbicara lagi, dan cepat keluarkan inti roh kalian atau aku akan memaksa kalian keluar dari tempat ini supaya semua junior kalian akan menertawakan murid-murid tingkat 10 yang hendak lulus dari sekolah tahun ini malah mencoreng nama baik mereka sendiri." Ucap Adelia sembari berjalan Tenang ke sebuah pohon yang tadi sudah diruntuhkan oleh murid tingkat 10 itu lalu duduk di sana dengan wajah yang tenang.
Murid paling gendut kemudian berkata, "Sial!!! Kami tidak akan memberikannya pa,, akkhh!!!"
"Berbicara sekali lagi maka aku akan membuat kalian benar-benar merasakan tulang yang remuk!!!" Ucap Adelia langsung membuat semua orang terdiam dan hanya menggertakan gigi mereka menahan rasa sakit dari tekanan Adelia.
"Hah,,, tidak mau memberikan inti roh hewan kalian?!!" Ucap Adelia kini berdiri karena sudah bosan menghadapi keenam mau ditingkat 10 itu yang terlihat begitu keras kepala.
Dia kemudian mengeluarkan sebuah pedang kecil dari cincin penyimpanannya, lalu memainkannya di jarinya.
"Kalau kalian tidak mau memberikannya, maka sebelum aku akan memaksa kalian menyalakan kembang api kalian, mungkin akan bagus juga kalau aku mengukir kata pecundang di wajah kalian!!!" Ucap Adelia sembari tersenyum mendekati ketiga murid tingkat 10 yang sudah mengikutinya sejak awal.
"Jangan khawatir, aku akan melakukannya dengan cepat supaya kalian tidak merasakan sakit yang terlalu lama." Ucap Adelia mendekati salah satu murid tingkat 10 itu lalu dia mengarahkan pedang kecilnya ke arah wajah pria itu langsung membuat pria itu menutupkan matanya.
"Baik!!! Kami akan memberikannya!!!" Ucap murid itu segera mengeluarkan tiga inti roh yang ada pada tangannya.
Maka dengan cepat Adelia mengambil itu dan tersenyum senang.
"Masih tersisa 7 lagi, mau memberikannya sekarang atau memberikannya setelah aku mengukir kata pecundang di wajah pria ini?" Ucap Adelia sembari menatap 2 murid tingkat 10 lainnya yang masih menyimpan 7 inti roh yang mereka bawa.
Dua murid itu langsung menggelengkan kepalanya, karena tentu saja mereka tidak bisa menyerahkan barang yang telah mereka dapatkan secara susah payah.
Melihat kedua temannya yang tidak ingin menyerahkannya, pria yang berada di depan Adelia langsung meronta-ronta.
"Cepat serahkan inti roh hewan buasnya atau kita semua akan dipermalukan kalau kata pecundang terukir di wajah kita!!!!" Teriak pria itu yang begitu marah pada kedua temannya.
__ADS_1
"Sial! Sebuah penghinaan kalau aku menyerahkan inti roh hewan yang kumiliki pada murid tingkat satu!!!"
"Hah,, benar!!!"
Ucapan kedua orang itu semakin membuat pria yang ada di depan Adelia kini gemetar di tempatnya karena Tentu saja dia tidak mau wajahnya diberi ukiran seorang pecundang.
Melihat itu, Adelia kemudian tersenyum, lalu dia menghampiri dua pria lainnya lalu mengarahkan pedangnya ke arah wajah salah satu diantara mereka.
"Jangan salahkan aku karena kalian berkeras kepala!!!" Ucap Adelia lalu dalam satu detik dia kemudian mengukir satu kata.
"Ahhh!!!!" Murid tingkat 10 itu berteriak keras karena begitu kesakitan sebab pedang Adelia menghores dalam pada kulitnya dengan tujuan supaya nanti tidak bisa dihapus lagi.
"Aku menyerah!!!" Teriak pria yang berteriak itu kemudian mengeluarkan semua inti roh hewannya diikuti juga dengan temanya yang lain.
Setelah mendapatkan 10 inti roh hewan itu maka Adelia tersenyum senang dan dia kemudian meninggalkan mereka bertiga lalu berjalan ke arah 3 murid gendut yang ada di seberangnya.
3 murid gendut itu tentu saja tidak mau bernasib sama dengan salah satu pria yang sudah terukir huruf p di wajahnya.
Jadi mereka langsung mengeluarkan inti roh hewan mereka yang sudah terkumpul sebanyak 15.
"Hm,, Terima kasih atas bantuan para senior tingkat 10." Ucap Adelia kini merasa senang mengambil semua inti roh hewan itu lalu dia kemudian melepaskan 10 murid tingkat 10 itu setelah dia mengukir huruf p di semua wajah mereka.
"Mulai sekarang ingat bahwa aku yang mengikuti huruf p di wajah kalian dan kepanjangan dari huruf p itu adalah pecundang. Jadi kalau kalian bertemu denganku di sekolah sebaiknya kalian memberi hormat kepadaku atau mungkin suatu saat aku akan menuliskan kepanjangan dari huruf p itu!!!" Ucap Adelia langsung membuat ke-6 murid tingkat 10 itu menjadi sangat marah tetapi mereka tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa melihat kepergian Adelia dari hadapan mereka.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1