
Betapa terkejutnya mereka ketika darah Adelia dan dara ular putihnya itu menyatu lalu darah itu tiba-tiba saja berubah menjadi warna yang sangat terang.
"Ini,, terjadi reaksi seperti ini yang artinya bahwa kita bisa membuat obat dari darah ini." Ucap tabib itu kemudian dia melanjutkan percobaannya.
Adelia dan Desmon yang terus memperhatikan tabib itu menuangkan beberapa ramuan ke dalam wadah lalu terakhir mengambil darah Adelia yang telah bercampur dengan darah kering dari ular putih dan mengaduknya bersama-sama.
🍎🍎🍎
"Ramuan ini mungkin bisa menyembuhkan mereka semua jadi aku akan mencobanya," ucap tabib itu mengambil ramuan tersebut lalu dia berjalan ke dalam ruangan di mana ketujuh orang sedang dibaringkan.
Tabib itu kemudian mengambil sedikit ramuan yang telah Ia buat, lalu mengoleskannya pada tangan wakil kepala sekolah yang telah menghitam.
__ADS_1
Benar-benar ajaib, dengan sedikit bantuan tenaga dalam dari sang tabib maka obat itu bekerja secara efektif dan luka wakil kepada sekolah berangsur-angsur membaik.
"Ini begitu memang menakjubkan, bisa jadi darahmu dapat menyembuhkan semua racun, sebab racun ular putih yang sangat kuat ini pun dapat disembuhkan oleh darahmu. Bisa jadi juga kau akan kebal terhadap semua racun sebab racun ular putih yang sangat kuat ini tidak mampu memasukimu." Ucap sang tabib sembari mengambil kembali ramuan yang telah Ia buat untuk mengolah ramuan itu menjadi pil supaya bisa dibagikan pada semua guru besar.
Adelia mengikuti tabib tersebut lalu dia berkata, "aku tidak mungkin kebal terhadap semua racun karena terakhir kali ketika aku diberikan racun oleh guru besar Beloma, Aku bahkan sampai pingsan karena racun tersebut. Meskipun itu hanya racun yang bersifat membuat orang tertidur, Tapi tetap saja itu sangat efektif terhadapku."
Sang tabib yang mendengarnya langsung menatap Adelia lalu dia berpikir sejenak sebelum berkata, "hm,, itu sangat aneh, kalau dia memberimu racun lalu racun itu berefek padamu sementara racun ular putih ini tidak berefek padamu maka seharusnya racun itu sangat kuat. Kecuali jika yang diberikan padamu bukanlah racun melainkan obat yang bisa membuat orang menjadi tidur begitu tenang. Biasanya obat itu digunakan pada orang yang kesulitan tidur di malam hari dan efeknya sangat luar biasa jika diberikan dalam dosis yang tinggi."
Adelia yang melihat dua orang itu menatapnya langsung tersenyum dan berkata, "cobalah gunakan darah murniku untuk menjadi sebuah pil yang bisa diberikan pada selir Anania, tapi buat pil itu mudah larut sehingga ketika masuk ke dalam mulut selir Anania, pil itu langsung mencair dan tersebar ke seluruh tubuhnya."
Sang tabib langsung menganggukkan kepalanya dan dia benar-benar berpikir itu mungkin bisa dicoba, sebab tubuh selir Anania tidak memiliki luka, Jadi tidak mungkin mengoleskannya pada luka tersebut hingga satu-satunya cara ialah memasukkan obat ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan membuat pil yang kau maksud itu." Ucap sang tabib langsung membuat Venom menjadi khawatir dalam hatinya.
'Kalau Desmon kembali dan tahu bahwa darah Adelia diambil untuk menyembuhkan orang-orang maka pria itu bisa marah besar terhadapku.' ucap Venom dalam hati yang kini merasa gugup karena tentunya pria itu akan sangat marah jika tahu bahwa mereka sengaja melukai Adelia untuk mengambil darahnya demi digunakan sebagai obat.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1