Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
168.


__ADS_3

Adelia membuka peti selir Ananiah untuk memberikan pil yang didapatkan dari tabib kediaman Desmon.


Sementara itu, di luar kediaman, Desmon dan seluruh rombongannya telah tiba dan pria itu cepat-cepat berjalan ke arah ruang tempat peti selir Ananiah di simpan, karena dia benar-benar khawatir jangan sampai sudah terjadi sesuatu yang buruk pada ibunya selama dia pergi.


Namun, ketika dia tiba di sana, dia sangat terkejut ketika melihat Adelia sedang membuka peti Ibunya dan perempuan itu mengulurkan tangan dan kepalanya ke dalam peti membuatnya langsung berlari untuk menghentikan perempuan itu.


Sementara Venom dan tabib yang ada di sana, mereka berdua juga sangat terkejut melihat kedatangan Desmon yang sangat tiba-tiba.


Namun, ketika dia melihat Desmond berlari ke arah Adelia maka dia langsung menghalangi jalan pria itu.


"Mohon Tuan menjaga jarak, ini sangat berbahaya," ucap Venom langsung membuat Adelia menoleh ke arah sumber suara.


"Kau sudah kembali," ucap Adelia segera menutup peti selir Ananiah lalu dia berdiri menatap pria yang tampak terkejut melihatnya.


"Apa yang kau lakukan?!!!" Teriak Desmond pada Adelia karena dia sangat cemas melihat perempuan itu menyentuh tubuh ibunya yang sudah dipenuhi dengan racun, Bagaimana kalau terjadi apa-apa pada perempuan itu?


"Ahh,, Aku baik-baik saja, aku kebal terhadap racunnya," ucap Adelia sangat membuat Desmond terkejut, tetapi pria itu belum mengatakan apapun ketika Adelia sudah melangkah menjauhi peti sambil berkata, "Aku akan pergi berganti pakaian lalu kita berbicara lagi nanti."

__ADS_1


Desmond hanya bisa memandangi perempuan yang pergi meninggalkannya lalu akhirnya dia menatap Venom dengan tatapan penuh peringatan dan juga tanya sebab dia menginginkan penjelasan dari pria itu.


Melihat tatapan itu, maka Venom langsung berlutut di hadapan Desmond karena dia tahu dia akan mendapat amukan besar dari pria itu sebab luka yang ada di tangan Adelia sampai sekarang belum sembuh.


Apalagi tentang kecerobohannya membiarkan Adelia secara sembarang menyentuh peti selir Ananiah yang penuh dengan racun.


"Di hari ujian, terjadi sesuatu yang buruk pada para guru besar yang terserang oleh ular putih sehingga racun ular putih menjadi penyakit yang menyebar di sekolah petarung kota Padang Selatan.


"Saat itulah kami tahu bahwa darah Nona Adelia bisa menyembuhkan mereka semua. Karena Nona Adelia berpikir bahwa dia juga tidak akan kebal terhadap racun yang ada pada tubuh selir ananiah maka dia mencoba menyentuh peti selir Ananiah.


"Saya tidak sempat mencegah Nona Adelia yang mencoba menyentuh peti selir Ananiah untuk membuktikan Apakah dia benar-benar tebal terhadap racun atau tidak. Saya jug,,," Desmond menghentikan ucapannya ketika Dia merasakan bahwa aura dingin yang tadi dipancarkan oleh Desmon kini sudah tak bisa lagi ia tahan.


"Salam," ucapan Pendeta tua langsung membuat Desmond menatap ke arah pria itu.


Setelah itu, dia kembali menoleh ke arah Venom, "akan kutentukan hukumanmu nanti!" Tegas Desmon lalu pria itu kemudian mengeluarkan bunga kelopak iblis dari ruang penyimpanannya lalu menyerahkannya pada pendeta tua.


"Tolong segera buat obat penawarnya," ucap Desmond langsung diangguki oleh Pendeta tua.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku dan muridku memerlukan ruangan yang tenang tanpa ada sedikitpun gangguan sampai beberapa jam ke depan." Ucap pendeta tua yang tentunya tidak akan bisa berkonsentrasi membuat ramuan yang murni jika ada gangguan meski hanya sedikit.


Mendengar itu, maka Desmon langsung menatap ke Venom dan Venom menganggukkan kepalanya, lalu pria itu mengantar dua pendeta itu ke sebuah ruangan yang tidak akan diganggu oleh siapapun.


Pada saat itu juga, Adelia sudah selesai berganti pakaian dan dia kembali menemui Desmond dan begitu senang melihat pria itu, dia hendak berlari memeluk pria itu ketika Desmon melangkah mundur menjauhi nya.


Hal itu membuat Adelia sangat terkejut, tetapi detik kemudian Desmon berkata, "Aku harus pergi berganti pakaian, ikutlah denganku."


Adelia langsung tersenyum menganggukkan kepalanya, lalu dia mengikuti pria itu meninggalkan sang tabib yang kebingungan dan keheranan.


'Mengapa Tuan pergi berganti pakaian tetapi Adelia harus ikut?' ucap pria itu dalam hati yang mencium bau-bau tidak menyenangkan.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1



__ADS_2