Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
280


__ADS_3

"Hari ini, sumpah tersebut akan terwujud dan aku akan memegang kepalamu di sini lalu membawanya ke gerbang kota Padang Utara dan memberikannya sebagai makan untuk anjing-anjing yang ada di sana!!" Ucap Adelia kemudian mengeluarkan sebuah pedang pemberian Desmond dari cincin ruangnya lalu perempuan itu kemudian menyerang pria di depannya.


Meski Demian berusaha menggunakan kekuatan dalamnya untuk menangkisnya, tetapi tetap saja kekuatan Adelia jauh lebih hebat darinya sehingga membuatnya dengan cepat dikalahkan.


🔥🔥🔥


Pria itu langsung tertusuk di bagian perutnya dan Adelia menggunakan telapak tangan kirinya menepuk dada pria itu sehingga kemudian terlempar ke arah dinding dan membuat dinding tersebut roboh hingga dia terpental keluar dari dalam tenda.


Semua orang yang melihat itu sangat terkejut, karena tentunya mereka tak percaya bahwa pemimpin mereka bisa dikalahkan seperti itu, dan yang lebih parah ketika Adelia keluar dari dalam tenda lewat dinding yang telah roboh itu, mereka semua terkejut melihat Tuan mereka dikalahkan oleh seorang gadis.


Orang-orang dari benua Padang barat juga terkejut melihat hal itu sebab Adelia mengalahkan seorang pria yang sangat ditakuti dari benua Padang Utara.


Tetapi peperangan terus berlanjut Dan suara-suara pedang, suara kekuatan yang dikeluarkan yang berada di sekitar Adelia tak mampu mempengaruhi Adelia dengan perempuan itu terus melangkah menuju Demian.


"Ukh,, siapa kau sebenarnya?" Tanya Demian sembari mengeluarkan darah dari dalam mulutnya dan pria itu benar-benar berusaha mencabut pedang yang ada di perutnya, tetapi tentunya terlalu sulit untuk mencabutnya sebab pedang itu dipenuhi kekuatan dari Adelia.

__ADS_1


"Kau tidak ingat aku? Aku adalah kakakmu, yang kau bunuh tepat ketika kita selesai memenangkan perang dan hendak kembali ke ibukota. Hari ini aku akan kembali ke ibukota Padang Utara tetapi akan membawa kepalamu dan memberikannya pada anjing-anjing yang berjaga di depan gerbang benua Padang Utara." Ucap Adelia kemudian mengulurkan tangannya menyentuh pedang yang tertancap di perut Demian.


Demian yang mendengarkan ucapan Adelia tak mampu lagi terkejut karena pria itu kini sangat ketakutan karena dia mengingat Bagaimana sumpah perempuan itu sehingga dia benar-benar tak bisa lagi berkata-kata.


"Selamat tinggal kakak," ucap Adelia kemudian mengulurkan tangannya memegang pedang yang tertancap di perut Demian lalu dia kemudian tersenyum dan menarik pedang itu.


Syushhh...


Darah berwarna hitam gelap langsung keluar sangat banyak lalu Adelia kemudian menggunakan api merahnya membersihkan pedangnya sehingga api merah itu benar-benar bersih karena darah Demian yang ada di sana telah habis menjadi debu dan tertiup oleh angin malam benua Padang Utara.


"Katakan Selamat tinggal untuk kepalamu dan katakan Selamat makan untuk anjing-anjing yang ada di gerbang benua Padang Barat!!!" Ucap Adelia kemudian mengarahkan pedang itu ke leher Demian.


Krak!!


Satu gerakan menimbulkan dua suara yang membuat kepala pria itu langsung terpisah dengan tubuhnya.

__ADS_1


Setelah itu, Adelia memperhatikan sekitarnya yang masih penuh dengan keterangan lalu dia kemudian mengeluarkan sebuah pedang panjang dari dalam gelang ruangnya selalu perempuan itu menebas satu persatu leher tentara benua Padang utara melampiaskan amarahnya setelah penghianatan yang dilakukan oleh orang-orang tersebut.


Hanya dalam beberapa menit, semua pasukan benua Padang Utara yang ada di tenda utama kini meninggal dunia.


Tetapi, tidak ada satupun dari tentara benua Padang barat yang terluka semua itu karena api merah yang melingkupi mereka sehingga memberikan kekuatan pada mereka.


Lalu kemudian Adelia menatap semua orang dan berkata, "dua tenda lainnya tidak memiliki terlalu banyak tentara, kalian bisa pergi ke tenda yang ada di sisi Selatan terlebih dahulu."


Seorang jenderal yang mendengarkan itu kemudian berkata, "Apa maksud Ratu dengan 'kalian'? Apakah Ratu tidak akan ikut bersama kami?"


Adelia tetap tenang, "Aku memiliki sesuatu untuk diurus," ucap Adelia langsung membuat Sang jenderal kemudian menganggukkan kepalanya lalu mereka kemudian pergi menuju tenda lain dari kam tentara benua Padang Utara.


Sementara Adelia yang ditinggalkan di tempat tersebut sebagai satu-satunya orang yang hidup, dia menatap sekelilingnya lalu perempuan itu kemudian berjalan menuju tubuh Demian dan mengambil kepalanya dengan cara memegang rambutnya, lalu dia menaiki salah satu kuda perang dan menggantung kepala tersebut di punggung kuda itu.


Setelah itu, Adelia memacu laju kudanya untuk pergi ke ibukota benua Padang Utara.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2