
Desmon berlari menyelamatkan dua orang anak yang hampir saja dikepung oleh orang-orang beracun itu.
Dia membawa kedua anak kecil itu ke atas atap dan melihat keadaan di mana orang-orang beracun telah berlari ke segala arah, dan tempat itu menjadi sangat kacau dengan ledakan di mana-mana dan jeritan di mana-mana.
'Gawat,, mereka sudah mulai berlari meninggalkan ibukota, yang artinya bahwa akan semakin banyak orang terinfeksi,' ucap Desmond dalam hati langsung menggunakan kekuatannya untuk kembali ke kediamannya dan mengantar kedua orang anak itu.
Saat itu, Venom yang sudah semakin membaik dan kini telah berdiri langsung diberi perintah.
"Tutup sekolah petarung kota Padang Selatan dan jangan biarkan ada satupun yang keluar ataupun masuk! Ini perintah tingkat S" Tegas Desmon langsung diangguki oleh Venom hingga pria itu langsung pergi mengaktifkan sebuah pelindung yang akan mencegah orang-orang keluar masuk dari tempat itu.
Sementara Desmon, dia kembali ke ibukota sambil membawa peledak dan melihat kericuhan yang terus berlangsung, Dia teringat akan Adelia hingga Dia kemudian membunuh orang-orang itu dengan cara melemparkan peledak yang ada di tangannya.
Boom!!!
Boom!!!
Boom!!!
Ledakan terjadi di mana-mana dan saat itu terjadi pemusnahan massal untuk seluruh ibukota karena semua orang telah terinfeksi.
Tetapi Desmon mengerutkan keningnya ketika dia melihat hanya kediaman Ratu sajalah yang tidak terbakar dan bahkan ketika dia melemparkan peledak ke arah kediaman itu, peledaknya tidak bisa menembus udara karena sebuah dinding pelindung yang terdapat di sana.
__ADS_1
"Dimana Adelia??" Cemas Desmond pada kekasihnya hingga pria itu kemudian berjalan-jalan di antara bangunan-bangunan yang terbakar untuk mencari Adelia.
Tetapi karena tidak bisa menemukan perempuan itu, maka dia menjadi semakin cemas bahwa Adelia telah berada di dalam kediaman Ratu.
Dan benar saja, saat itu Adelia yang berada dalam kediaman Ratu terus menyerbu semua orang beracun yang ada di sana hingga ketika dia mendengar suara ledakan bertubi-tubi dari luar kediaman.
Perempuan itu juga menoleh ke arah gerbang tempat keluarnya para orang-orang beracun itu dan melihat bahwa ada ledakan terjadi di depan gerbang hingga membuat semua orang itu terjatuh.
"Sial!" Geram Adelia ketika dia melihat kertas mantra yang ditempel di antara gerbang tidak terbakar, bahkan gerbang itu pun tak terbakar dan hanya orang-orang beracun yang terkena ledakan yang tubuhnya hancur berkeping-keping.
'Bagaimana bisa dini tidak hancur sementara tubuh orang-orang itu menjadi hancur? Padahal mereka sama-sama di berikan kertas mantra?' ucap Adelia dalam hati yang merasa bingung.
Brak!!
Brak!!
Brak!!
Adelia menggunakan pedangnya membunuh satu persatu orang beracun itu lalu dia kemudian melihat bahwa orang-orang beracun itu tak henti-hentinya keluar dan terus bergerombolan dari gerbang kecil itu.
'Pasti ada sesuatu di dalam sini!!' ucap Adelia yang hendak masuk ke sana tetapi dia melihat bahwa orang-orang beracun itu tak bisa ia lawan karena terlalu banyak keluar dari ruang bawa tanah hingga tidak ada habisnya untuk ia basmi.
__ADS_1
Maka begitu, Adelia meninggalkan tempat itu dan menyelinap masuk ke dalam kediaman.
Begitu tiba di sebuah ruangan, dia terkejut melihat beberapa orang yang sedang bersemedi dengan begitu tenang.
'Apa yang mereka lakukan?' ucap Adelia dalam hati kemudian dia mendobrak pintu itu dan mengejutkan semua orang.
"Sialan!! Siapa kau!!" Teriak salah seorang yang terkejut melihat kedatangan Adelia.
Adelia memperhatikan semua orang itu dan mengerutkan keningnya, semua orang di sana tidak memiliki tingkat kekuatan apapun, Padahal dia bisa melihat bahwa sebelumnya orang-orang itu memiliki tingkat kekuatan yang tak bisa diremehkan.
"Kalian!!" Adelia tidak perduli, dia langsung menyerang semua orang itu dan membunuh satu persatu dari mereka dengan mudah karena kekuatan orang-orang itu telah menghilang.
Sementara pada saat itu, Desmond yang meninggalkan ibukota terkejut ketika dia hendak menyerang beberapa orang beracun namun orang beracun itu malah terjatuh begitu saja.
Ketika dia menggunakan kekuatannya untuk memeriksa orang itu masih hidup atau tidak, dia terkejut bahwa orang-orang itu telah mati yang artinya bahwa ada sesuatu yang aneh yang telah terjadi.
"Bagaimana bisa mereka langsung mati? Padahal aku belum menyentuh mereka semua?" Ucap Desmon dalam hati yang merasa begitu aneh, Tetapi dia tidak terlalu memperdulikannya dan hanya berlari untuk mengejar beberapa orang beracun yang masih bertahan.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1