
Begitu Adelia tiba di tempat penyekapan para pelayan yang melayani selir Ananiah, maka dia langsung melihat para selir itu telah dipasung dan beberapa orang sedang mencambuk mereka.
"Kenapa kau menyiksa mereka sampai seperti itu?" tanya Adelia berjalan mendekati Desmond langsung mengejutkan pria yang sedari tadi berdiri memperhatikan para bawahannya bekerja mencambuki pelayan yang tidak mau mengatakan informasi yang ia harapkan.
Maka Desmon langsung menatap Adelia yang berjalan masuk sembari pria itu mengerutkan keningnya dia bertanya, "Bagaimana bisa kau ada di sini?"
"Ahh,, Tentu saja aku datang kemari setelah mencemaskanmu. Tapi, Kenapa kau sampai mencambuki orang-orang suruhan mu sendiri?" Tanya Adelia sambil melihat para pelayan dan pengawal yang sudah tampak tak berdaya di depan mereka.
Namun sepertinya tak ada satupun dari mereka yang mau mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.
"Tidak ada ampun untuk para penghianat, dan karena mereka tidak mau mengatakan apa yang menyebabkan Ibuku meninggal, maka mereka akan dicambuk sampai mati." Ucap Desmon kembali membuat semua orang gemeter ketakutan setelah para pengawal menghentikan cambukan mereka sebab sudah genap hitungannya sesuai dengan perintah Desmon.
__ADS_1
"Biarkan mereka beristirahat selama 1 jam lalu kembali mencambuk mereka sebanyak 5 kali," perintah Desmond pada para bawahannya.
Pada bawahan Desmond langsung menganggukkan kepala mereka mengiyakan perintah Desmon, lalu kemudian para bawahan itu pergi ke tempat beristirahat membersihkan darah di tubuh mereka yang terciprat dari tubuh para pelajar yang dicambuk.
Sementara para pelayan yang sudah dicambuk, mereka semua tergeletak tak berdaya dan dalam hati berharap langsung mati saja daripada harus disiksa perlahan-lahan sampai mati.
"Mereka tidak mau mengaku jadi aku harus menggunakan cara paling kejam supaya mereka lebih memilih mati daripada terus hidup. Tapi aku tidak akan membiarkan harapan mereka terwujud karena mereka tidak akan pernah mati sampai aku mengambil keputusan untuk membunuh mereka." Ucap Desmond pada Adelia langsung membuat para pelayan dan para pengawal yang dulunya menjaga Selir Ananiah kini menjadi sangat ketakutan.
'Orang-orang ini sudah sangat ketakutan, dan terlihat bahwa mereka sudah mengharapkan kematian sesegera mungkin. Tapi mereka belum mau mengakui kebenarannya, oleh karena itu pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan.' ucap Adelia dalam hati lalu perempuan itu kemudian menatap Desmond yang tampak begitu dingin menatap para orang-orang yang ada di hadapan mereka.
"Ayo kita bicara di luar," ucap Adelia langsung membuat Desmond keluar mengikuti perempuan yang sudah berjalan meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Baru saja mereka akan keluar dari pintu ketika terdengar suara tangisan yang sangat keras sampai mereka meraung-raung kesakitan.
Setelah tiba di luar, Mereka kemudian duduk di salah salah satu bangunan yang memperlihatkan pemandangan bunga bermekaran hingga membuat Adelia merasa agak tenang melihat bunga-bunga itu.
"Dulu aku juga pernah dikhianati oleh bawahanku, mereka melakukan sesuatu yang sangat buruk padaku hingga tak bisa dikumaafkan. Tetapi selain itu mereka juga menyembunyikan rahasia dariku, rahasia yang sangat besar yang kuketahui setelah aku berdamai dengan mereka." Ucap Adelia memandangi bunga-bunga di hadapannya lalu dia kemudian menatap jasmani yang sedang bingung di tempatnya.
Tentu saja pria itu sangat bingung karena setahunya Adelia tinggal di suatu desa yang sangat terpencil, yaitu desa maritan, dan di desa itu keluarganya sangat miskin dan bahkan tidak memiliki satupun pelayan.
Jadi sangatlah aneh kalau dia mendengar Adelia menceritakan pelayannya yang berkhianat.
@info.
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.