Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
67.


__ADS_3

"Ahhh,, benar!!!" Seru pria lain, "dia yang namanya Adelia, yang hanya menggunakan dua jarinya untuk mematahkan kekuatan dari naga emas milik Agatha.


"Dan Apa kalian tahu sampai sekarang Salman yang berusaha menyelamatkan adiknya sampai sekarang masih belum sadarkan diri.


"Dan bunga emas yang dicari oleh kepala sekolah itu sebenarnya adalah bunga emas untuk mengobatinya." Ucap pria itu membuat semua orang terkejut dan beberapa diantara mereka bertepuk tangan memandang kagum pada Adelia.


🐾🐾🐾


"Aku tidak percaya wakil kepala sekolah hanya akan diam saja setelah kedua cucunya dilukai oleh seorang perempuan seperti dia."


"Benar, mungkin saja di perburuan kali ini sudah menyusupkan beberapa orang untuk mengincar mereka."


"Ahh iya, aku dengar kejadian seperti itu pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Semuanya karena ada satu orang yang melukai salah satu anggota keluarga dari guru besar. Dan pada saat perburuan di dalam hutan seperti ini, orang yang melukai itu langsung meninggal hanya beberapa menit setelah memasuki hutan."


Ejek semua murid tingkat 5 yang ada di depan Adelia silih bergantian terus berbicara untuk menyinggung Adelia.


Hal itu membuat Adelia sangat kesal Jadi dia tertawa keras.


"Ha ha ha....!!! Sampah dari mana ini yang datang membuka mulut mereka hingga menyebarkan bau busuk di sini?!!! Membuatku kesal saja!!!" Ucap Adelia sembari melemparkan tatapan sinisnya pada kesembilan murid tingkat 5 di depannya.


Ketiga murid tingkat 3 yang berada di belakang Adelia hanya bisa ternganga dengan ucapan Adelia.


Sungguh perempuan yang berani!!!

__ADS_1


Tapi meski begitu, mereka bisa mengerti mengapa Adelia seperti itu, karena membunuh ular tingkat 50-an saja perempuan itu tidak gentar apalagi hanya 9 orang dengan tingkat kekuatan 17 sampai 21.


Jelas mereka bukanlah apa-apa untuk Adelia.


"Apa katamu?!!! Beraninya kau menyebut kami sampah?!! Rasakan ini!!!" Teriak sala seorang dari murid tingkat 5 langsung berlari ke arah Adelia sembari mengumpulkan kekuatan di tangannya.


Sebuah bola api berwarna merah terang tampak menyilaukan mata di tangan pria itu.


"Mati kau!!!" Teriak pria itu dengan rasa percaya dirinya melompat ke Adelia untuk menyerang perempuan itu.


Tetapi, Adelia yang berdiri di sana dia tidak bergerak sedikitpun namun sebuah perisai pelindung telah muncul dan menghempaskan pria itu hingga terjatuh ke belakang.


Brak!


Buk!


Semua orang yang ada di sana sangat terkejut, dan seluruh murid tingkat 5 langsung menatap lada Adelia dengan tatapan tak percayanya.


Beberapa diantara mereka membantu teman mereka untuk berdiri, dan menyeret pria itu ke arah mereka.


"Hm,, sampah seperti kalian semua bukan lah tandingan ku, jadi kalau masih ingin hidup maka cepatlah serahkan intiro hewan yang kalian miliki lalu pergi dari sini selama aku masih bersabar." Kata Adelia sembari melemparkan tatapan mengejeknya pada semua murid tingkat 5 yang kini menatap Adelia dengan rasa marah.


"Sialan!! Beraninya calon murid sepertimu malah menghina seniormu yang berasal dari tingkat 5?? Kalau begitu kamu rasakan sih serangan kami secara bersama-sama!!!" Teriak pria sambil menatap tajam Amira lalu dia kemudian melihat semua temannya.

__ADS_1


"Ayo kita gabungkan kekuatan kita bersama-sama memberi pelajaran untuk mereka yang sudah tidak menghormati seniornya!!!" Teriak pria itu langsung diiyakan oleh semua temannya, jadi mereka semua menyatukan kekuatan mereka.


Dalam waktu yang singkat, terbentuk seekor binatang aneh dengan kepala bermacam-macam bentuk.


"Inilah gabungan kekuatan kami, rasakan ini dasar kau sialan!!!" Teriak pria yang memimpin ketujuh temannya lalu mereka semua secara bersamaan mengerahkan kumpulan kekuatan mereka ke arah Adelia.


Dan sama seperti ketika Adelia menghadapi Agatha, perempuan itu hanya menggunakan dua jarinya dan membuat kekuatan semua orang berbalik menyerang ke-8 pria yang merupakan murid tingkat 5.


Boomm!!!


Baaaammm!!!!!


Bang!!!


Semuanya runtuh dalam sekecap mata sambil meludahkan darah dari mulut mereka karena luka dalam yang diderita.


"Hah,, kalian benar-benar keras kepala, tapi sudah begini maka aku tidak akan tinggal lagi meladeni para sampah seperti kalian! Jadi sekarang kau mah cepat serahkan inti roh hewan yang kalian miliki!!" Ucap Adelia dengan suara yang dingin langsung membuat para pria yang ada di sana kemudian gemeter ketakutan.


Tentu saja mereka tidak mau menyerahkan inti roh hewan mereka, tetapi melihat Adelia yang semakin mendekat maka mereka dengan cepat mendapatkan inti roh hewan yang telah mereka kumpulkan dan Adelia mengambil semuanya.


Setelah mendapatkan intro hewan itu, Adelia tersenyum puas lalu diamelihat ke arah Ozon.


Dia dan pria itu segera pergi dengan Karina yang masih pingsan di gendongan Ozen.

__ADS_1


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.


__ADS_2